Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Pelayan Tidak Tahu Malu


__ADS_3

Saat ini Arc sedang duduk melihat istri dan anaknya yang sedang bermain dengan jarak sepuluh meter karena Elle tidak mau dirinya mendekat. Hukuman itu akan dicabut setelah apa yang diminta oleh Carl dan Elle sudah datang.


"Sweety" kata Arc dengan suara memerasnya


"Carl sayang nanti kita cari Daddy baru yang kaya tapi juga tidak pelit ya " kata Elle dengan suara yang agak keras


"Iya My, yang tampan cepelti cal juga." kata Carl yang juga memanas-manasi Arc


"Aku tidak mau, sebentar lagi apa yang kalian mau datang." kata Arc dengan wajah cemberutnya.


Tidak berapa lama terdengar suara gemuruh dari atas langit, Elle dan Carl langsung melihat keatas mereka langsung bersorak senang karena apa yang mereka inginkan telah datang.


"Yeeeeeee helikoptel ya datang." teriak Carl


"Benarkan yang Daddy bilang." kata Arc


"Iya makacih Edy" kata Carl menghampiri Arc


"Apa sekarang Carl mendukung Daddy." kata Arc sambil menggendong Carl.


"Iya Edy, cal dukung Edy." kata Carl


"My, cini." kata Carl memanggil Elle, terpaksa Elle menghampiri Carl dan Arc


"My jangan malah lagi Ama Edy ya, cekalang pelukan." kata Carl sambil menarik baju Elle


"iya." kata Elle sambil mengelus kepala Carl.


"Yes akhirnya malam ini aku tidak jadi libur." batin Arc sambil melihat Elle


"Jangan macam-macam." kata Elle setelah mendengar pikiran Arc


"Carl, Mommy masih marah sama Daddy." kata Arc menunjukkan wajah sedihnya.


"My, Ndak boleh malah-malah, nanti cepat tua." kata Carl


"Iya, Mommy tidak marah lagi." kata Elle langsung memeluk Arc


"Ayo kita jalan-jalan menggunakan helikopter nya." kata Arc mengajak Elle dan Carl.


"Asyik jalan-jalan." kata Carl kegirangan.


Mereka langsung masuk kedalam helikopter tersebut dan mengudara mengelilingi kota N.


Sedangkan di mansion Boy, Kayo sedang berada didalam kamar dan sedang melakukan sesuatu. Sedangkan Boy berada diruang kerjanya karena ada beberapa dokumen yang harus di tandatangani ya setelah asistennya datang mengantarkan sebagian dokumen.


Tiba-tiba ada suara ketukan dari luar, Boy langsung mempersilahkan masuk.


Masuklah seorang pelayan dengan membawa secangkir kopi yang diinginkan oleh boy.


"Ini Tuan, kopi yang Anda inginkan " kata pelayan wanita.


"Hemmmm" kata Boy Tampa melihat pelayan tersebut dan meminum kopi yang di bawakan oleh pelayan.


Boy tidak menyadari jika pelayan wanita tersebut belum keluar dari ruangannya, malah pelayan wanita tersebut duduk didekat sofa yang ada diruangan tersebut untuk menunggu reaksi dari obat yang dimasukkan kedalam kopi yang diminum oleh Boy.


tidak berapa lama, efek obat tersebut mulai bereaksi, Boy merasakan tubuhnya seperti terbakar.


"Mengapa tubuhku terasa panas." batin Boy


Karena semakin terasa panas, Boy berencana membuka pakaiannya tapi tidak jadi karena pelayan wanita yang mengantarkan kopi yang diminta olehnya masih berada didalam ruangan kerjanya.


"Apa yang kau lakukan disini." kata Boy sambil memicingkan matanya kepada pelayan tersebut.


"Apa Tuan butuh sesuatu." kata pelayan wanita tersebut.


"Aku bilang apa yang kau lakukan disini." teriak Boy "Keluar." teriak Boy kembali.

__ADS_1


Tubuh Boy semakin kepanasan, membuatnya semakin gelisah. Pelayan wanita yang melihat itu tidak mengindahkan perkataan Boy, dia malah mendekati Boy.


"Saya bisa membantu Tuan." kata pelayan wanita tersebut sambil mengelus lengan Boy.


Membuat badan Boy yang panas menginginkan hal yang lebih, tapi kewarasan Boy masih ada sehingga langsung menghempaskan tangan pelayan wanita.


"Menyingkirlah, dasar wanita murahan." kata Boy yang ingin bangkit dari kursinya namun langsung dihalangi pelayan wanita tersebut dan menindih paha Boy, membuat Boy merasa semakin ingin disentuh.


"Kurang ajar, apa yang kau masukkan kedalam minumanku." kata Boy dengan marah.


"Tenanglah sayang, aku akan memuaskan mu saat ini, aku tau kau menginginkannya." kata pelayan wanita tersebut sambil mengelus dada Boy.


"Aku akan melayani mu dengan sangat baik, akan aku buat mu melayang sayang." kata wanita itu dan ingin mencium bibir Boy.


"Eeehemm" sebuah suara mengagetkan pelayan tersebut dan juga Boy


"Sayang." kata Boy saat melihat Kayo ada di depan pintu.


"Apa" kata Kayo dan masuk kedalam ruang kerja boy dan duduk di dekat sofa.


Sedangkan pelayan tersebut masih duduk di atas paha boy.


"Lanjutkan saja." kata Kayo dengan santai tapi didalam hati sudah mendidih darahnya melihat hal tersebut.


"Sayang ini tidak seperti yang kau lihat." kata Boy langsung mendorong pelayan wanita tersebut sehingga langsung ter duduk di atas lantai.


"Sayang" kata Boy mendatangi Kayo


"Sayang, mengapa kau mendorongku." kata pelayan tersebut dengan suara manjanya.


"Apa sayang sayang, kau hanya pelayan disini." kata Boy


"Tapi tadi kamu yang menginginkan aku melayani mu, karena kau tidak puas dengan dia." kata pelayan wanita itu menunjuk Kayo.


"Benarkah?" kata Kayo


"Bohong sayang, aku tidak ada mengatakan hal seperti itu. Dia yang mendekatiku, sayang tolong aku badanku kepanasan." kata Boy dengan suara lirihnya dan menahan hasratnya yang semakin menggebu.


"Sedikit saja kau menyentuh suami ku, akan aku buat perhitungan denganmu." kata Kayo yang masih santai dengan duduknya.


Tapi pelayan tersebut tidak mengindahkan perkataan Kayo malah semakin gencar menghampiri Boy dan menyentuh lengan Boy, membuat darah Kayo semakin mendidih.


Plak


"Kurang ajar, kau kira aku tidak berani membunuhmu." kata Kayo


"Kau tidak akan bisa membunuhku karena aku pelayan yang disukai oleh Nyonya Kinan." kata pelayan tersebut.


Pelayan tersebut mengatakan seperti itu karena dia sudah lama kerja di mansion ini, dan dia sudah begitu akrab dengan mama Kinan. Dia yakin Mama Kinan pasti akan membelanya.


Mendengar perkataan pelayan tersebut membuat Kayo semakin marah, Kayo langsung menangkap kaki pelayan tersebut dan menyeretnya keluar dari ruangan kerja Boy dan langsung melemparnya di ruang keluarga.


Bruk...


Membuat semua pelayan yang sedang bekerja langsung melihat arah terjadinya keributan.


"Ada apa ini" kata Mama Kinan melihat pelayan wanita yang dikenalnya di lempar oleh Kayo.


"Nyonya wanita itu menyakiti saya." kata pelayan tersebut dengan suara lirihnya dan menangis.


"Apa yang sebenarnya terjadi." kata Mama Kinan.


Sedang Kayo hanya diam mendengarkan perkataan pelayan tersebut.


"Dia menampar saya Nyonya, dia marah karena saya mau membantu Tuan muda tadi." kata pelayan tersebut.


"Apa itu benar Kayo." kata Mama Kinan

__ADS_1


"Iya." kata Kayo


"Apa salahnya dia membantu Boy, kau sungguh keterlaluan sampai memukulnya seperti itu." kata Mama Kinan.


"Ma, ini ti-"perkataan boy terhenti ketika Kayo memberi isyarat untuk diam.


"Nyonya dia tidak pantas menjadi istri Tuan Muda jika sifatnya seperti itu." kata pelayan tersebut dengan air mata buaya nya.


"Jadi menurutmu yang pantas menjadi istrinya yang seperti apa, sepertimu." kata Kayo


"Kayo." kata Mama Kinan


"Apa Anda tau apa yang terjadi?" kata Kayo bertanya kepada Mama Kinan. "Dia mencoba menjebak suamiku tidur dengannya." kata Kayo, membuat Mama Kinan langsung memandang pelayan wanita tersebut.


"Bohong Nyonya, saya tidak akan berani melakukan hal seperti itu, dia memfitnah saya. Pasti dia tidak suka dengan keberadaan saya disini." kata pelayan wanita tersebut.


"Kau mengatakan aku memfitnah mu, baiklah akan aku tunjukkan bukti jika kau ingin menjebak suamiku." kata Kayo langsung mengambil ponselnya dan menelpon seseorang kemudian menyerahkan rekaman cctv yang ada di mansion ini kepada Mama Kinan.


Plak


"Kurang ajar." kata Mama Kinan dan langsung menampar pelayan tersebut.


"Saya di fitnah Nyonya." kata pelayan tersebut sambil menagis.


Tidak begitu lama datang anggota Elle sambil membawa pria yang beberapa waktu tadi menemui pelayan wanita itu. Dan mendudukkannya di lantai.


"Mengapa pria itu disini, bisa ketahuan apa yang telah terjadi." batin pelayan wanita tersebut.


"Sayang, badanku semakin panas." kata Boy sambil memandang Kayo dengan memelas


"Diam, jika kau mau nanti aku kasih." kata Kayo dan langsung diangguki Boy


"Kau harus bisa menahannya boy, sebentar lagi kau akan mendapatkannya." batin Boy


"Apa kau mau mengelak lagi, kau pasti mengenal pria itu." kata Kayo memandang pelayan wanita tersebut


"Saya tidak mengenal pria itu." elak pelayan wanita tersebut


"Benarkah, apa perlu aku menunjukkan bukti ketika kalian bertemu di toko kue tadi siang." kata Kayo sambil menyeringai


"Maafkan saya nona, saya diperintah pria itu." kata pelayan wanita tersebut.


Dor


"Cih ja*ang sepertimu harus mati sebelum menjadi-jadi." kata Kayo setelah menembak kepala pelayan tersebut membuat semua yang ada di sana tercengang dengan keganasan istri Tuan mudanya.


"Menantuku sangat keren." batin Mama Kinan.


"Siapa yang memerintahkan mu melakukan itu." kata Kayo sambil menghampiri pria tersebut, tapi pria tersebut tidak mau berbicara.


"Baiklah karena kau tidak mau mengatakannya, aku yang akan mengatakannya." kata Kayo dan menghampiri pria tersebut. "Pasti yang memerintahkan mu adalah Raiden." kata Kayo berbisik pada pria tersebut, mendengar perkataan Kayo membuat pria itu terkejut karena Kayo mengetahui siapa yang memerintahkannya.


Dor


"Manusia tidak berguna." kata Kayo langsung menembak kepala pria tersebut sehingga mati ditempat.


"Buang mayat mereka." kata Kayo kepada anggotanya.


"Baik nona." kata anggotanya.


"Wah kau sangat keren sayang, mama makin sayang denganmu." kata Mama Kinan.


Belum sempat Kayo menjawab, tubuhnya sudah melayang karena Boy menggendongnya dan membawanya ke arah kamarnya.


"Dasar anak durhaka, Mama masih ingin berbicara dengan Kayo malah dibawa masuk kedalam kamar." kata Mama Kinan.


"Apa yang kau lakukan." kata Kayo

__ADS_1


"Aku sudah tidak tahan sayang, adikku sudah berdiri sejak tadi." kata Boy langsung membawanya masuk kedalam kamar.


Bersambung....


__ADS_2