Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Mulut Pedas


__ADS_3

Sudah satu bulan Carl menjalani penyembuhan atas trauma yang dialaminya, hari ini adalah adalah terakhir Carl menjalani sesi penyembuhannya. Mereka akan melakukannya di sebuah mall, karena selama satu bulan ini Carl tidak mau diajak untuk pergi kesebuah mall. Jangankan pergi ke tempat itu siapa saja yang menyebut mall langsung membuatnya gelisah dan langsung menangis.


"Apa Carl sudah siap sayang" kata Elle yang sedang memakaikan sepatu pada Carl.


"A...apa cal boleh membawa ini My" kata Carl mendekap robot yang dibelikan oleh Arc


"Boleh sayang, Mommy juga akan ikut dengan Carl jadi jangan takut ya." kata Carl


"Iya, apa Edy juga ikut." kata Carl


"Tidak sayang, Daddy sedang ada pekerjaan jadi Carl bersama dengan Mommy dan juga aunty Marsha." kata Elle sambil mengajak Carl keluar kamarnya.


Dibawah sudah ada Marsha Kayo beserta psikolog yang menangani Carl selama satu bulan ini. Perut Elle belum kelihatan seperti hamil karena baru menginjak satu bulan 2 Minggu.


"Hai ponakan aunty yang tampan, sudah siap untuk pergi jalan-jalan." kata Marsha sambil mensejajarkan tingginya dengan Carl dan diangguki oleh Carl.


"Sekarang kita berangkat, kita akan berburu mainan." teriak Marsha dan Carl juga mengikutinya.


"Yeeee belbulu mainan." kata Carl kesenangan.


Mereka semua pergi menuju mall diikuti dengan beberapa bodyguard yang mengikuti mobil mereka. Setelah berapa lama mereka sudah sampai didepan mall. Carl mulai merasa gelisah melihat itu Elle langsung menenangkannya.


"Carl sayang, lihat Mommy." kata Elle dan Carl langsung melihat Elle.


"Carl ingin membeli mainan kan?" kata Elle dan diangguki Carl "Karena itu Carl harus tenang, didalam sana ada banyak mainan yang Carl pasti suka." kata Elle.


"Iya My." kata Carl pelan.


"Ayo kita turun, apa carl mau Mommy gendong?" kata Elle


"Tidak, cal tidak mau adik cal kejepit." kata Carl


"Ya sudah ayo kita masuk kedalam dan membeli mainan yang Carl inginkan." kata Elle mengajak Carl keluar.


Carl melangkahkan kakinya pertama dengan sangat takut, tapi karena semangat yang diberikan oleh Elle dan yang lainnya Carl memberanikan dirinya untuk berjalan selangkah lagi. Tapi bayangan saat dia dipukul dibelakang dan juga penyiksaan itu muncul didepannya membuat langkahnya terhenti.


Melihat Carl tidak jadi melangkah Elle langsung menghampiri Carl.


"Sayang, apa Carl tidak mau pergi bersama dengan adik jika sudah lahir." kata Elle dan mendapat gelengan kepala Carl. "Jika Carl ingin berjalan-jalan bersama adik Carl harus melawan semua itu ya, jadilah Abang yang kuat Abang yang akan menjaga adiknya nanti." kata Elle kembali memberikan semangat kepada Carl, mendengar itu Carl kembali melangkah dengan takut-takut tapi dipaksakan oleh nya untuk mengalahkan rasa trauma itu.


Setiap langkah yang Carl ambil, setiap adegan banyangkan yang diterimanya waktu itu satu persatu hilang. Elle yang melihat Carl semakin berani berjalan merasa senang karena Carl mau melawan trauma yang dialaminya.

__ADS_1


"Apa Carl senang sayang?" kata Elle


"Iya My." kata Carl


"Apa Carl masih takut?" kata Elle kembali


"Sedikit My." kata Carl yang membuat Elle tersenyum senang setidaknya Carl sudah bisa mengatasi traumanya.


"Syukurlah Carl sudah bisa mengatasi traumanya" kata Marsha


"Iya, kau benar kita harus merayakannya. Apa ibu dokter juga mau ikut bergabung dengan kami." kata Elle


"Tidak nyonya, karena saya ada pekerjaan lainnya setelah ini. Karena Tuan Muda sudah sedikit bisa mengatasi traumanya setelah ini saya juga harus pulang kembali ke negara saya." kata dokter tersebut


"Baiklah, terimakasih sudah membantu anak saya dalam mengatasi traumanya." kata Elle.


"Itu sudah tugas saya nona." kata dokter tersebut " Karena sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi saya akan langsung pulang, nyonya." kata dokter tersebut


"Baiklah, nanti aku akan memerintahkan bodyguard ku untuk mengantar Anda." kata Elle


"Terimakasih nyonya." kata dokter itu dan langsung pergi dan diikuti salah satu bodyguard.


Saat masuk kedalam toko mainan itu, Carl sangat senang dia berjalan ke sana kemari diikuti oleh Z yang merupakan pengawal Carl setelah kejadian itu terjadi dan diikuti beberapa bodyguard lainnya. Sedangkan Elle yang merasa lelah berjalan mendudukkan diri di kursi yang disediakan toko tersebut untuk para orang tua yang menunggu anaknya membeli mainan. Dan Kayo yang selalu berdiri dibelakangnya.


"Ini nona" kata Kayo memberikan minuman kepada Elle.


Elle langsung meminumnya karena dia memang haus.


"Apa kau tidak merindukan Raiden Kayo." kata Elle


"Tidak nona, saya tidak memikirkan orang yang tidak penting bagi saya." kata Kayo


"Ya terserah mu saja, aku tak melarang kau berhubungan dengan siapapun Kayo. Jika kau mau menikah, menikahlah." kata Elle.


"Baik nona." kata Kayo


"Aku sangat lapar, dimana Marsha?" kata Elle karena tidak melihat Marsha.


"Tadi nona Marsha keluar dari toko sepertinya nona Marsha ada di toko diseberang sana nona." kata Kayo.


Sedangkan didalam toko yang Marsha sedang bertengkar dengan seorang wanita yaitu Margaret. Hal itu terjadi karena Margaret yang merebut pakaian yang sudah ada ditangan Marsha.

__ADS_1


"Hei itu sudah aku yang duluan menemukannya." kata Marsha


"Terserah aku, kau juga belum membayarnya." kata Margaret.


"Ini aku mau membayarnya tapi kau merebutnya." kata Marsha


"Seperti kau yang merebut calon suamiku." teriak Margaret membuat semua orang yang ada didalam toko itu memandang Marsha.


Melihat itu Margaret semakin gencar memojokkan Marsha.


"Apa kau tau perasaan ku, betapa sakitnya hatiku ketika kalian menikah hiks hiks sakit sekali." kata Margaret mendramatisir dramanya.


Semua yang ada disana mencemooh Marsha yang telah merebut calon suami orang lain.


"Cantik cantik tapi perebut calon suami orang lain." kata wanita gemuk yang ada disana


"Iya, kan masih banyak pria lain di dunia ini." kata temannya yang berbadan kurus.


Sedangkan Marsha sangat malu dibilang seperti itu, padahal dia bukan seperti yang dikatakan oleh Margaret. Melihat banyak yang membelanya Margaret merasa senang karena telah membuat Marsha merasa seperti wanita yang buruk Dimata orang lain. Pada saat Margaret ingin melancarkan aksinya kembali, Elle langsung menyela pembicaraan itu.


"Jaga bicaramu wanita pelacur, kau yang terlebih dahulu menghianati Jimmy. Kau yang membuatnya pergi meninggalkanmu dengan kelakuanmu yang suka menghangatkan ranjang pria tua." kata Elle membongkar kebusukan Margaret karena telah mengatakan Marsha sebagai seorang wanita yang merebut calon suaminya.


"Kau..-perkataan Margaret dipotong oleh Elle.


"Apa mau menyakitiku, jangan harap seujung kuku yang aku miliki tak dapat kau gapai. Dasar wanita murahan." kata Elle kembali " Apa perlu aku sebarkan video saat kau merangkak dibawah kaki Pria-pria tua yang kau jilat." kata Elle membuat Margaret sangat malu.


"Sana pergi, jangan sampai aku melihat wajah mu yang menjijikan itu lagi." kata Elle sambil mendorong tubuh Margaret sehingga terjatuh kelantai.


Mendapat perlakuan itu Margaret langsung bangun dan pergi dari sana karena malu dilihat orang banyak.


"Awas saja akan aku balas kau." batin Margaret dan langsung berlari keluar dari toko itu.


"Terimakasih kak sudah menolongku." kata Marsha menghapus air mata yang sempat keluar dari mata ya.


"Kita adalah keluarga, jadi aku harus menolongmu. Ayo kita ketempat Carl pasti dia mencari kita." kata Elle membawa Marsha pergi dari toko itu.


"Kayo bersihkan semua yang ada disini, jangan sampai ada video yang tersebar tentang kejadian tadi." kata Elle sebelum keluar dari toko itu.


"Baik nona." kata Kayo.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2