
Untuk kalian yang setia dan baik hati tolong tinggalkan jejak nya ya 🥰❤️
Jangan lupa di follow akunnya ya🥰
🌷🌷🌷🌷 Happy reading 🌷 🌷🌷🌷
Setelah pesawat yang Zidan tumpangi lepas landas mereka pun kembali untuk pulang.ica dengan sabar memapah nenek Zia sampai ke dalam mobil.tapi sebelum mereka pergi, Johan dan Diana menghampiri mereka.
"Apa kabar bu, ayah?." Diana dan Johan menyalami keduanya."baik."ucap nenek Zia , singkat dan padat.sedangkan kakek zean dia hanya diam tanpa bicara sedikit pun. "maaf kami harus pergi,permisi." nenek Zia masih merasa kesal , karena sejak kepulangan nya dari luar negri,Diana dan Johan tidak pernah menanyakan kabar dirinya dan suaminya.
"Tunggu Bu,aku mau bicara." ucap Diana."pak jalan." nenek Zia tidak menghiraukan perkataan Diana. "baik." ucap sopir. mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. "seperti nya ibu marah pada kita ." keluh Diana. "kamu nggak usah khawatir, mereka tak akan lama marah dengan kita,ayo."Johan menggandeng tangan istrinya.
🌷🌷🌷🌷🌷
Mobil pribadi milik Zidan kini sudah sampai di depan rumah Ratna. "terimakasih banyak nenek, kakek." ucap Ica dan Ifan, sambil mencium tangan keduanya. "sama-sama sayang, kalau ada waktu jenguk lah nenek dan kakek."tutur nenek Zia.
"In sya Alloh nek." Ica tersenyum manis kearah nenek Zia."baiklah kalau begitu nenek pamit, jaga diri baik-baik." nenek Zia mengusap wajah Ica dengan lembut.ica mengangguk."hati-hati." Ica dan Ifan melambaikan tangannya .
"Assalamu'alaikum bu." ucap keduanya."wa'alaikum salam."Ratna berjalan menuju pintu.ceklek ,"udah pulang ternyata." Ratna tersenyum menyambut kedua anaknya. "ya Bu." hanya Ifan yang menjawab.sedangkan Ica hanya tersenyum manis kearah Ratna.
"Bu ,aku ke kamar dulu mau siap-siap kerja." pamit ica.ratna pun mengangguk,ia melihat ada kesedihan di mata anaknya."kamu harus bisa melewati semua ini." batin Ratna.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Butik permata.
Ica sudah sampai di depan butik tempat ia bekerja, dengan mengendarai motor matiknya. "Assalamu'alaikum, selamat siang semuanya." sapa Ica."wa'alaikum salam." jawab mereka serempak.
"Udah mau pulang kak yuli?." tanya Ica. "iya ca,lagi nunggu jemputan." jawab Yuli sambil merapikan tas nya."Nia kemana,kok nggak ada keliatan?." Ica celengak celinguk mencari sosok Nia."dia hari ini ijin ada acara keluarga." terang Yuli." Ica manggut-manggut tanda mengerti.
__ADS_1
Vina tetap pokus pada pekerjaan nya, meskipun kedua temannya sedang asyik mengobrol.
Ica melihat Vina yang sedang pokus merancang sebuah gaun pengantin terbaru."masya Alloh, indah sekali gaun nya." mata Ica berbinar. "terimakasih." Vina tersenyum manis kearah Ica. "kira-kira berapa harga gaun tersebut?." tanya Ica penasaran.
"Sekitar dua puluh juta, gaun ini memakai sedikit permata, sehingga menambah kesan glamor tetapi tidak terkesan mencolok, karena modelnya yang sangat indah dan elegan." terang Vina. Ica begitu terkejut mendengar harga gaun pengantin tersebut.
"Waw , harganya pantastik sangat cocok dengan gaun nya." Ica memang suka dengan gaun tersebut,tapi setelah tau harga nya,Ica jadi tak semangat untuk memiliki nya, karena untuk mendapatkan uang sebanyak itu butuh 1tahun untuk mengumpulkan nya.
"Kamu kok tumben kepo dengan gaun pengantin, kebelet nikah ya." Vina sengaja menggoda Ica. "apaan sih kak." wajah Ica seperti kepiting rebus.
"Cieee, yang kebelet nikah."Yuli juga ikutan menggoda.wajah Ica udah seperti tomat.dirinya sangat malu digoda terus oleh kedua temannya. jemputan Yuli akhirnya datang,Yuli pun pamit kedua rekannya.kini tinggal Ica dan Vina .
Dua jam kemudian ponsel Ica berdering,Ica begitu bahagia karena Zidan menghubungi nya lewat Video call .tangan Ica kemudian menggeser warna hijau untuk memulai panggilan.
"Halo , assalamu'alaikum mas." ica tersenyum manis kearah Zidan."wa'alaikum salam, bidadari surga ku." Zidan pun membalas senyuman manis yang Ica berikan. "mas sampai di sana jam berapa?."
"Setengah jam yang lalu,ini mas baru selesai mandi." ucap Zidan masih dengan senyum manisnya. "cukup melelahkan juga ya mas." Zidan pun mengangguk. "apa kamu sudah makan?." Ica langsung mengangguk."sudah mas, kalau mas sendiri?."
Ica reflek menggeleng."kak Vina hanya bercanda." wajah Ica sudah seperti kepiting rebus. "aku serius pak Zidan dia sudah menanyakan harga gaun pengantin yang aku gambar." Vina semakin menggoda Ica .
Hati Zidan menghangat kala mendengar penuturan rekan kerja kekasihnya itu."bersabarlah, untuk menunggu bidadari surga ku." Zidan berkata dengan sangat lembut.zidan menyadari wajah kekasihnya yang agak kemerahan karena menahan malu .
"Iya, calon imam ku,aku akan setia menanti kedatangan mu." kini wajah Ica sudah tidak merah seperti tadi."permisi." ucap seseorang."maaf mas, aku tutup dulu telponnya,sudah ada pelanggan." Ica langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu Jawaban dari kekasihnya .
"Iya nona ada yang bisa saya bantu." ucap Ica seramah mungkin."saya mau gaun pesta untuk acara peresmian kantor." ucap nona tersebut.
"Mari silahkan nona,biar saya tunjukkan." Ica kemudian berjalan menuju ruang dimana semua gaun di simpan,di ikuti nona tersebut."ini nona,kami mempunyai 5 gaun unlimited dan 8 gaun terbaru kami." Ica memperlihatkan gaun tersebut.
"Oke, aku pilih 2 gaun unlimited." nona tersebut menyodorkan pilihan nya."baik nona." Ica kemudian membungkus gaun tersebut dengan sangat rapi dan sangat hati-hati.nona tersebut memberikan kartu gold nya untuk membayar gaun yang ia pilih.
__ADS_1
"Ini nona, terimakasih banyak sudah berkunjung." Ica menyodorkan paper bag dan kartu gold.
"Sama-sama, permisi." ucap nona tersebut sambil berlalu pergi .ica kemudian mengatupkan kedua tangannya untuk menghormati pelanggan nya.
"Orang kaya mah bebas, beli gaun juga seperti beli roti." gumam Ica. ia menggelengkan kepalanya karena ia tau harga gaun yang nona tadi beli , dirinya tidak mungkin sanggup untuk membelinya.
🌷🌷🌷🌷🌷
Di tempat yang berbeda Zidan merasa belum puas melakukan panggilan dengan kekasihnya.ia masih ingin menatap wajah cantik kekasihnya itu, tapi dirinya tidak ingin egois karena Ica sedang bekerja, ia takut akan menggangu aktifitas kekasihnya.
"Aku akan lanjutkan nanti sepulang dia kerja,sebelum aku sibuk dengan pekerjaan disini.aku ingin terus menatap wajah cantik nya agar aku lebih semangat lagi." gumam Zidan. ia tersenyum ketika membayangkan waktu pertama ia mencium kekasihnya.
Tiba-tiba suara ketukan membuyarkan lamunannya."iissh, mengganggu saja." Zidan menggerutu.kemudian ia berjalan menuju pintu.ceklek, pintu pun terbuka.
"Excuse me sir,this is your order."ucap kurir tersebut."okay thanks."ucap Zidan. ia menutup kembali pintu nya.zidan langsung menikmati makanan yang ia pesan karena perutnya sudah sangat lapar.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
JANGAN LUPA
LIKE
KOMENTAR
VOTE
HADIAH
FOLLOW
__ADS_1
SEE YOU 🖐️🖐️🖐️