Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Ikutlah Bersamaku


__ADS_3

Sebuah mobil sudah berhenti tepat di depan sebuah hutan yang terkenal di negara tersebut. Keluarlah seorang wanita berwajah datar dan juga seorang pria yang dari tadi terus mengikutinya.


"Hei wanita berwajah datar, untuk apa kita kehutan ini." kata pria tersebut yang tidak lain adalah Boy


Mendengar Boy selalu menyebutnya wanita berwajah datar, Kayo langsung berbalik kebelakang dan menampilkan senyumannya yang membuat Boy tiba-tiba merinding.


"Hei k....kenapa kau tersenyum." kata Boy gagap karena pertama kali melihat senyum Kayo.


"Apa sih pria ini tadi bilang aku berwajah datar ketika aku tersenyum dia malah ketakutan." batin Kayo dan langsung masuk kedalam hutan.


Melihat Kayo yang tidak mempedulikannya, terpaksa Boy mengikutinya masuk kedalam hutan.


Didalam hutan begitu banyak suara-suara yang membuat bulu kuduk boy berdiri.


"Aku lebih baik berkelahi dari pada bertemu hantu. Semoga tidak ada hantu disini." lirih Boy yang masih dapat didengar Kayo.


"Apa Anda tau, jika disini para jiwa-jiwa manusia yang bunuh diri di hutan ini masih berkeliaran." kata Kayo menakuti Boy, sedang yang mendengar itu langsung merapatkan tubuhnya kearah Kayo.


"K...kau jangan bercanda." kata Boy terbata-bata.


srekkkk


"S...siapa disana?" kata Boy sambil melirik kanan kiri tapi yang dilihat hanya pepohonan.

__ADS_1


Bak


"Ampun aku belum menikah, jangan mengambil jiwaku yang masih suci dan polos ini."kata Boy ketika Kayo menakutinya, tingkah boy seperti itu membuat Kayo tertawa.


"Hahahaha." ketawa kayo, Boy yang mendengar itu langsung memandang Kayo


"Kau mengerjaiku." kata Boy "Tapi tunggu kau bisa tertawa juga ternyata." kata boy kembali membuat Kayo menghentikan tawanya dan langsung berjalan kembali tanpa mempedulikan Boy yang memanggilnya.


"Hei tunggu." kata Boy mengejar Kayo


"Sebenarnya kita mau kemana?" kata Boy


"Hei wanita berwajah datar." teriak Boy


"Kau juga berteriak" kata Boy sambil memegang tangan Kayo karena takut akan hantu yang ada di hutan ini.


"Menyusahkan." kata Kayo dan kembali berjalan melihat itu Boy terpaksa mengikuti Kayo.


Setelah berjalan cukup lama mereka sampai di dekat jurang yang dibawahnya terdapat danau.


"Kita mau apa disini." kata Boy


"Mau menemui raja neraka." kata Kayo

__ADS_1


"Apa, aku tidak mau. Aku belum menikah dengan Elle." kata Boy


"Saya sudah katakan bahwa nona Elle sudah memilikki suami, jadi carilah wanita lain." kata Kayo sambil melepas jaket yang digunakannya dan hanya menggunakan teng top dan celana panjangnya.


"K...kau mau apa, jangan bilang kau akan memper*osaku." kata boy merapatkan jas yang digunakannya.


"Ya Tuhan kenapa aku bisa bertemu dengan orang sepertinya, bukannya dia itu seorang CEO yang kejam dan juga mafia tapi sikapnya membuat aku malu saja." batin Kayo dan langsung berlari menuju tepi jurang dan meloncat.


Boy yang melihat itu melototkan matanya, kemudian langsung berlari ke ujung jurang tersebut untuk melihat keadaan Kayo. Saat sudah ditepi jurang Boy tidak melihat Kayo yang dia lihat hanya air yang bergelombang dibawah sana.


"Ya ampun kemana wanita itu, apa dia bodoh terjun dari atas sini." kata Boy


"Kayo" teriak Boy "Ya ampun mengapa aku berteriak bagaimana jika ada hantu yang terbangun karena teriakan ku." batin Boy dan langsung membekap mulutnya.


"Jika aku disini terus aku akan mati ketakutan, kan tidak elit seorang CEO dan juga ketua mafia mati ketakutan, mau di letak dimana wajahku." kata Boy sambil terduduk di tepi jurang tersebut. "Aku harus pergi dari sini." kata Boy setelah berpikir cukup lama.


Saat Boy akan berjalan terdengar suara yang membuatnya langsung terduduk dan menyembunyikan wajahnya di antara lututnya.


"Jangan ambil jiwaku, aku masih mau hidup. Ambil aja jiwa orang lain." kata Boy masih dengan posisi terduduk dan menyembunyikan wajahnya di antara lututnya.


"Ikutlah bersamaku."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2