Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Kebahagian Bella dan Kesengsaraan Olivia


__ADS_3

Bella yang masuk kedalam rumah dengan senyum cerahnya membuat sang Mama Sofie menjadi heran dengan tingkah anak perempuannya. Apa yang membuat anaknya itu begitu bahagia dan tersenyum dengan cerah.


"Ada apa denganmu Bella." kata Mama Sofie


"Mama tau, apa yang membuat aku bahagia." kata Bella


"Mama tidak tau." kata Mama Sofie


"Iiihh Mama, denger dulu yang aku katakan." kata Bella


"Iya, cepatlah katakan apa yang kamu alami sehingga membuatmu sangat bahagia." kata Mama Sofie mengajak Bella duduk di sofa yang ada di ruang tamu


"Mama tau, aku tadi baru saja bertemu dengan pria kaya yang sangat aku idolakan." kata Bella


"Kau jangan sembarangan berkenalan dengan pria Bella, ingat apa yang terjadi di negara kita sebelumnya. Mama tidak mau kau mendapat masalah dan membuat reputasi keluarga kita hancur." kata Mama Sofie


"Tenanglah Mama, dia adalah pria yang luar biasa aku jamin mama akan suka padanya." kata Bella


"Memang siapa pria itu?" kata Mama Sofie


"Arcelio Alexander" kata Bella dengan senyum bahagianya


"Arcelio Alexander pewaris dari keluarga Alexander" kata Mama Sofie


"Iya ma, tadi kan aku ikut bersama dengan Abang Mark untuk bertemu dengannya. Tapi saat itu tidak terjadi apa-apa karena mereka sedang membahas pekerjaan. Tapi waktu aku berada di mall aku bertemu lagi dengannya dan dia mengajakku dan menemaninya mencarikan barang untuk adiknya." kata Bella dengan bahagia


"Benarkah?" kata Mama Sofie


"Benar Mama, bahkan dia bertukar nomer ponsel padaku. Aku akan mendapatkannya Mama. Jika aku menjadi istrinya aku akan menjadi nyonya Alexander berikutnya " kata Bella


"Ini harus kita rayakan, apa Abang mu sudah tau apa yang kau alami." kata Mama Sofie


"Belum, aku akan memberitahunya nanti saat dia sudah pulang." kata Bella


"Iya, kau harus mengatakannya pada abang mu agar dia juga membantumu untuk semakin dekat dengan Tuan Arc." kata Mama Sofie


"Iya mama, aku akan membuat dia menjadi milikku." kata Bella dengan menampilkan senyumannya.


Sedangkan Elle dan rombongannya langsung pulang setelah berbelanja keperluan mereka, Elle yang sudah merasa lelah setelah sampai mansion langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuhnya.


Saat masuk kedalam kamar Elle tiba-tiba merasa merinding membuatnya bergidik ngeri.


"Kenapa tiba-tiba aku merasa merinding, apa di kamarku ada hantunya." kata Elle sambil menutup pintu kamarnya dan meletakkan belanjaannya di dekat ranjangnya.

__ADS_1


Baru saja Elle akan melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi sebuah suara mengagetkannya.


"Apa kau Bersenang-senang Sweety?" kata suara tersebut yang tidak lain adalah Arc


"Hai honey, kau sudah pulang." kata Elle sambil memperlihatkan senyumannya.


"Apa suami kedua mu membelikan apa yang kau mau." kata Arc sambil melihat Elle dengan tatapan tajamnya.


"I...itu-" perkataan Elle langsung terhenti ketika Arc bangun dari sofa dan berjalan menghampirinya.


"Aku tidak suka, bibir mu ini mencium pria lain " kata Arc sambil mengelus bibir Elle Dangan jempol tangannya.


"Sialan aku lupa jika suamiku ini pencemburu, aku harus menjinakkannya agar aku aman sentosa." batin Elle


"Kenapa diam, jangan kau kira aku tidak tau apa yang ada didalam pikiranmu itu. Kau harus mendapat hukuman karena membuat singa jantan ini terbangun dari tidurnya." kata Arc yang langsung membawa Elle kedalam kamar mandi dan membuat Elle akan menyesali perbuatannya tadi saat di mall.


Pagi harinya, Elle menampakkan wajah cemberut ya saat menuju meja makan yang di sampingnya ada Arc yang wajahnya berbanding terbalik dengan Elle karena Arc memancarkan kebahagiaan.


"Ada apa dengan wajahmu Elle" kata Mama Amanda


"Tanyakan saja pada menantu Mama." kata Elle sambil mencibirkan bibirnya saat melihat Arc yang tersenyum bahagia.


"Kenapa dengan istrimu Arc" kata Mama Amanda


"Dasar, awas saja dia." kata Elle saat melihat Arc yang masih memperlihatkan senyumannya.


"Sedangkan yang lain hanya diam melihat dan mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh Mama Amanda dan juga Arc.


"Dimana Carl dan Hanz" kata Elle saat tidak melihat Carl dan juga Hanz


"Mereka berdua sudah sarapan duluan kemudian mereka pergi kebelakang untuk melatih Carl menembak." kata Mama Amanda


Mendengar perkataan Mama Amanda, Elle hanya menganggukkan kepalanya dan langsung mengambil sarapannya tanpa mempedulikan Arc karena dia masih Marah dengan suaminya itu karena menerkamnya tanpa ampun.


Setelah selesai saran, Arc langsung berpamitan pada istrinya dan juga Mama Amanda.


"Sweety, aku pergi dulu. Jangan kemana-mana karena kau masih dihukum." kata Arc sambil memberikan ciuman di bibir Elle.


"Baiklah." kata Elle masih dengan cemberut.


"Jangan seperti ini wajahmu Sweety, apa kau sedih aku tinggal bekerja. Apa perlu aku tidak bekerja dan menemanimu dikamar." kata Arc sambil memainkan alisnya.


"Tidak, pergilah dan cari banyak uang untuk kami habiskan nanti." kata Elle sambil mendorong Arc ke depan mobil yang sudah dibukakan oleh Jhon.

__ADS_1


"Baiklah, jangan pergi kemanapun tanpa ijin dariku." kata Arc sambil masuk kedalam mobil.


Setelah kepergian Arc, Elle langsung berjalan ketaman belakang untuk melihat hasil dari maha karyanya kepada Olivia.


"My" teriak Carl yang sedang berada di kandang Diego saat melihat Elle


Mendengar jika Carl memanggilnya, Elle langsung berjalan menghampiri Carl yang sedang memandikan Diego bersama dengan Hanz.


"Hei sayang, apa yang kalian lakukan " kata Elle setelah didekat kandang Diego.


"Memandikan Diego My." kata Carl yang sedang memberi sabun pada tubuh gendut Diego.


"Wah rajin sekali anak Mommy." kata Elle sambil mengelus kepala Carl


"Nona." kata Hiro yang menghampiri Elle


"Ada apa?" kata Elle


"Hasilnya sudah bisa kita lihat nona " kata Hiro


"Benarkah, ayo kita ke sana aku tidak sabar ingin melihat seperti apa hasil dari serum yang aku buat." kata Elle


"Carl bermainlah bersama uncle Hanz." kata Elle


"Oce My." kata Carl


Elle dan Hiro langsung pergi ke ruang tempat Olivia dikurung. Elle dapat mendengar suara teriakan Olivia yang kesakitan karena serum yang disuntikkan didalam tubuhnya.


"Lebih baik bunuh saja aku Aakkkkkk s....sakit" teriak Olivia sambil menarik rambutnya saking sakitnya.


"Bunuh aku, bunuh saja aku." teriak Olivia


"Wah sepertinya kau bahagia." kata Elle setelah sampai didalam ruangan Olivia


"Bunuh aku" teriak Olivia sambil menarik rantai yang membelenggunya.


"Jangan terburu-buru, nikmati saja setiap rasa sakit yang timbul dari serum yang aku suntikkan kedalam tubuhmu." kata Elle dengan senyum sinisnya.


"Ban*at kau wanita sialan, aku akan mengejar mu sampai ke neraka." teriak Olivia


"Ha ha ha, aku akan menunggumu." kata Elle sambil tertawa. "Tenang saja sebentar lagi aku akan membawakan teman untukmu saling membagi rasa sakit." kata Elle sambil pergi meninggalkan Olivia yang berteriak memaki dirinya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2