
Sedangkan disebuah kamar seorang wanita baru saja melakukan panggilan telpon dari seseorang yang diperintahkan ya untuk menculik wanita yang sangat dibencinya.
"Lihat saja akan aku buat wajahmu itu menjadi rusak sehingga tuan Arc meninggalkanmu dan mau denganku." kata wanita itu yang tak lain adalah Olivia.
Olivia masih tidak terima dirinya dikalahkan oleh wanita seperti Elle yang dianggapnya tidaklah cantik darinya, karena pria manapun akan selalu mengejarnya karena kecantikannya.
Tiba-tiba pintunya diketuk dari luar, membuat lamunannya yang sedang melakukan hal panas bersama Arc menjadi buyar.
"Siapa sih yang mengganggu kesenanganku." batin Olivia "Masuklah" kata Olivia setelah berhasil meredam marahnya dan berdandan karena akan menemui seseorang.
"Apa yang kau lakukan Oliv?" kata Kate
"Aku mau pergi keluar membeli pakaian yang baru karena yang lama sudah tidak bagus lagi." kata Olivia dan menyelesaikan dandanannya.
"Ya sudah, hati-hati jika pergi nanti." kata Kate
Setelah mengambil tas Olivia turun bersama ibunya kate.
"Dah ibu, aku akan pergi cuma sebentar saja." kata Olivia
"Iya pergilah, hati-hati dijalan." kata Kate
Olivia langsung masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju tempat dia melakukan pertemuan dengan seseorang. Setiap gerak-gerik Olivia sudah diawasi oleh seseorang dan melaporkannya kepada bosnya.
Setelah sampai ditempat, Olivia mencari seseorang yang akan membantunya untuk melakukan rencananya.
"Hei" kata Olivia dan langsung duduk didepan pria tersebut.
"Owh...kau sudah datang, kau ingin memesan apa?" kata pria tersebut.
"Jus saja" kata Olivia
Setelah memesankan apa yang Olivia dan pria tersebut mengobrol tentang rencana yang akan mereka jalankan.
"Jadi apa rencana mu?" kata pria tersebut
"Aku ingin kau menculiknya kemudian memperk*sanya dan juga merekam adegan kalian setelah itu terserah kau mau berbuat apa padanya." kata Olivia
"Itu bisa diatur asal kau mau melakukan sesuatu untukku." kata pria tersebut sambil mengelus tangan Olivia, melihat apa yang dilakukan pria tersebut Olivia tau pasti apa yang diinginkannya.
"Baiklah, aku akan melakukan apa yang kau inginkan tapi aku tidak ingin rencana kita ini gagal." kata Olivia.
"Tenang saja, anak buah ku sudah berpengalaman dalam melakukan hal ini." kata pria tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana jika sekarang kita ke surga dunia, karena sedari tadi aku sudah menahannya." kata pria tersebut yang tiada henti melihat gunung kembar Olivia yang sudah menantangnya sejak tadi karena pakaian yang digunakan Olivia yang sangat sexy tersebut.
"Baiklah, aku juga tidak sabar untuk melakukan hal tersebut." kata Olivia sambil berdiri dari duduknya, setelah membayar mereka langsung pergi ke apartemen Olivia untuk mencapai surga dunia.
Setelah kepergian Olivia dan pria tersebut, seseorang mengirimkan rekaman video tersebut kepada bosnya dan setelah itu mengikuti kembali Olivia dan pria tersebut yang ternyata menuju hotel yang tidak jauh dari tepat pertemuan mereka.
Sedangkan saat ini Elle sudah duduk dimeja kerjanya setelah melakukan apa yang diinginkan suaminya yang terlalu posesif tersebut.
"Honey" kata Elle setelah menyelesaikan pekerjaannya
"Hemmmm" kata Arc karena dia sibuk dengan ponselnya.
"Aku lapar, aku ingin makan stik." kata Elle
"Iya tunggu sebentar ya." kata Arc
Setelah menunggu sampai sepuluh menit Arc tidak juga beranjak dari duduknya, melihat itu Elle menjadi geram dia lapar sedari tadi tapi suaminya masih saja memainkan ponselnya Elle tau jika Arc sedang membaca laporan dari Jhon tapi setidaknya tidak membuat dia menunggu seperti ini hanya untuk makan. Saking laparnya Elle langsung pergi dari sana Tampa sepengetahuan Arc yang lagi fokus pada ponselnya.
"Awas saja dia itu, emang mau diberi pelajaran saja." batin Elle dan langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi kakek.
📞Elle
Kakek hiks hiks
Ada apa sayang kenapa menangis?
📞Elle
Elle sangat lapar, tapi suamiku tidak mau membelikan aku makanan dia hanya peduli dengan pekerjaannya.
📞 Kakek
Ya Tuhan dasar cucu kurang ajar membiarkan istrinya kelaparan, nanti akan kakek beri pelajaran padanya.
📞Elle
Iya kakek, Elle boleh tinggal dengan kakek saja
📞kakek
Boleh sayang, apa perlu kakek menjemputmu.
📞Elle
__ADS_1
Tidak perlu kakek, Elle bisa Kemansion kakek bersama Kayo.
📞 Kakek
Baiklah, hati-hati dijalan
📞Elle
Iya kakek
Setelah sambungan terputus Elle langsung menghubungi Kayo agar menjemputnya di pintu keluar perusahaan karena dia tidak ingin keluar dari pintu depan yang tentunya terdapat para bodyguard suaminya yang pelit itu.
"Kita mau kemana nona" kata Kayo setelah mereka berada didalam mobil.
"Ke mansion kakek Alexander" kata Elle
"Baik nona" kata Kayo
Sedangkan Arc yang baru saja selesai dengan urusannya langsung memanggil Elle yang ternyata tidak ada ditempat duduk kebesarannya.
"Mungkin dia di kamar pribadinya." kata Arc berjalan menuju kamar pribadi Elle.
"Sweety ayo kita pergi makan, katanya tadi lapar." kata Arc sambil membuka pintu kamar tersebut tapi tidak menemukan Elle
"Apa dia dikamar mandi" kata arc sambil berjalan kekamar mandi saat dibuka Arc juga tidak menemukan Elle.
"Kemana dia pergi" batin Arc "Sweety" panggil Arc kembali tapi tidak ada yang menyahut.
"Kemana dia." kata Arc dan mengeluarkan ponselnya untuk menelpon istrinya, tapi ponsel Elle tidak aktif.
"Berengsek, pasti dia marah karena aku mengabaikannya." kata Arc dan langsung keluar dari ruangan Elle menuju lantai bawah. Untung saja Arc memakai pakaian biasa saja dan juga masker, jika tidak para karyawan yang ada di perusahaan Elle akan heboh.
Saat sudah dibawa Arc langsung menuju mobil diparkiran dan memanggil bodyguard nya.
"Apa kalian melihat istriku keluar tadi." kata Arc
"Tidak tuan, kami hanya melihat nona Kayo yang pergi menuju arah belakang gedung itu saja." kata bodyguard tersebut.
"Ya ampun pasti dia pergi." kata Arc "Cari istriku sekarang juga, dia pasti kabur." kata Arc kembali
"Baik Tuan." kata bodyguard tersebut dan pergi meninggalkan Arc untuk mencari istri tuannya.
Bersambung....
__ADS_1