Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Belayan Tangan Ajaib


__ADS_3

Boy yang mendapat telpon dari istrinya langsung keluar meninggalkan ruang mitting tanpa sepatah katapun, membuat Leo langsung membubarkan acara mitting tersebut. Setelah itu Leo langsung mengejar Boy yang keluar menuju parkiran mobil.


"Ada apa Tuan" kata Leo


"Cepat ke mall xxxx istriku membutuhkan belayan tangan ajaibku pada perutnya." kata Boy sambil masuk kedalam mobil.


"Baik Tuan." kata Leo dan langsung menghidupkan mobil dan menjalankannya menuju tempat yang dikatakan oleh Tuannya.


"Cepatlah Leo, mengapa kau membawa mobil sangat lambat. Aku tidak mau istriku merajuk, jika dia merajuk bisa gawat burungku nantinya." kata Boy


"Baik Tuan" kata Leo yang mempercepat laju mobil yang dibawanya.


Saat mobil hampir saja menabrak mobil yang ada didepan Boy langsung marah.


"Hei kau mau buat aku mati, dan menjadikan istriku janda hah. Kalau membawa mobil itu harus hati-hati, aku belum mau mati tau tidak. Aku belum puas bermain di sangkar milik istriku." kata Boy kepada Leo


"Maaf Tuan, mobil di depan kita tiba-tiba berhenti secara mendadak." kata Leo


"Harusnya kau memberitahu dia agar berhenti bilang-bilang dengan orang dibelakang." kata Boy


"Iya Tuan" kata Leo "Untung saja di Tuan ku, kalau tidak sudah aku lempar kelaut." batin Leo.


"Jangan mengumpati ku di dalam hati mu." kata Boy


.


"Saya tidak melakukan itu tuan" kata Leo


"Cih dasar pembohong." kata Boy


Setelah beberapa saat Boy sudah berada di mall, Boy langsung saja turun tanpa menunggu Leo membukakan pintu mobil untuknya dan langsung berjalan masuk kedalam mall.


Setelah mengetahui keberadaan istrinya berada Boy langsung menuju toko tersebut. Saat masuk dia bisa melihat istrinya, Elle dan juga Marsha dan satu orang lagi yang juga dikenalnya.


Boy langsung berjalan kedalam untuk menghampirinya, tapi langkahnya terhenti ketika wanita yang berada diantara istri memanggilnya dengan manja.


"Lihat itu calon suamiku sudah datang." kata Jessy dengan pedenya mengatakan seperti itu kepada rombongan Kayo.


"Boy" kata wanita itu yang tidak lain adalah Jessy dan berjalan menuju Boy.


Elle dan yang lainnya pergi mengikuti langkah Jessy karena mereka ingin tau apa yang akan terjadi nanti.


"Sayang, terimakasih sudah datang." kata Jessy menggandeng tangan Boy.


"Untung saja Papa berhasil menyuruh Boy datang ke sini." batin Jessy


Boy yang mendengar itu langsung memandang wajah istrinya yang sudah mengeluarkan aura mencekam.


Melihat itu Boy langsung melepaskan tangan Jessy dengan kasar dan berjalan kearah Kayo.

__ADS_1


"Mommy" kata Boy kepada Kayo, membuat Jessy menjadi bingung apa Boy mengenal wanita tersebut.


"Ada hubungan apa tuan Boy dengan wanita itu." batin Jessy


"K..kau mengenalnya." kata Jessy terbata.


"Jelas aku mengenalnya, dia istriku. Dan apa maksudmu mengatakan hal seperti tadi, saya tidak mengenal wanita sepertimu." kata Boy memandang Jessy dengan tajam.


"I...itu s-" perkataan Jessy terpotong ketika Kayo sudah mengatakan hal yang membuatnya sungguh ingin pergi dari hadapan musuh didepannya.


"Dia calon istrimu." kata Kayo


"Siapa yang bilang seperti itu, biar aku robek mulutnya." kata Boy dengan marah


"Mati aku." batin Jessy


"Dia" kata Kayo "Jika kau memilihnya, aku akan pergi." kata Kayo


"Tidak mom, hanya Mommy istri Daddy." kata Boy memeluk Kayo.


"Alah bilang saja kau mau menikah dengannya kan, sampai-sampai dia memegang tanganmu. Singkirkan tanganmu yang sudah dipegang olehnya dari tubuhku." kata Kayo


"Tidak mau" kata Boy


"Lepas" kata Kayo, Boy langsung melepas pelukannya dan membuka jas dan juga kemejanya. Membuat orang yang ada disana tidak berkedip sedikitpun melihat tubuh Boy yang aduhai. Untung saja para pengunjung sudah di usir para bodyguard Elle tadi jadi yang ada hanya mereka dan juga beberapa karyawan toko.


"Daddy sudah melepasnya mom." kata Boy


"Tidak, Daddy rela melakukan apapun untuk Mommy. Jadi jangan marah lagi ya." kata Boy sambil menangkap wajah Kayo dengan dua tangannya.


"Iya, tapi Mommy tidak mau tubuh Daddy dilihat orang lain." kata kayo


"Baiklah Mommy." kata Boy dan langsung memanggil bodyguardnya untuk membelikan pakaian baru untuk ya.


"Dan kau, apa maksudmu mengatakan jika kau calon istriku." kata Boy dengan tatapan tajamnya.


"Karena aku sangat mencintaimu, jadi lebih baik kau tinggalkan wanita itu dan menikahlah denganku. Aku anak dari orang kaya dan seorang model." kata Jessy


"Apa kau bil-" perkataan Boy terhenti ketika sebuah tamparan mendarat di pipi Jessy


Plak


"Jaga ucapan mu, aku tidak akan membiarkan seorang wanita pun merebut suamiku." kata Kayo setelah menampar Jessy.


"Dasar wanita sialan." teriak Jessy


Buk


Buk

__ADS_1


Prang


"Aku tidak akan membiarkan mu merebut suamiku. Pergi dari sini sebelum aku membunuhmu." kata Kayo kembali setelah melempar Jessy ke depan membuat pakaian yang ada di sana jatuh kelantai ketika menimpa tubuh Jessy.


Boy yang melihat itu sangat senang karena istrinya tidak mau kehilangannya. Boy langsung memeluk Kayo dan membalikkan tubuh Kayo menghadapnya dan langsung memberi kan ciuman bertubi-tubi di wajah Kayo.


Elle dan Marsha yang melihat itu hanya bisa tersenyum saja.


"Ternyata badan suami Kayo boleh juga ya." kata Marsha


"Iya sangat menggoda." kata Elle yang masih melihat kearah Kayo dan Boy


Sedang seorang yang mendengar perkataan Elle langsung naik darah.


"Apa tubuhnya sangat menggoda." kata seseorang tersebut.


"Iya" kata Elle dan juga Marsha.


Merasa ada yang janggal, Elle dan Marsha langsung melihat kearah belakang mereka, dan apa yang dilihat mereka membuat jantung mereka seketika jantungan.


"H....honey." kata Elle


"S....sayang." kata Marsha


"Kalian harus di beri hukuman." kata arc dan Jimmy bersamaan.


"Tidak." teriak Elle dan Marsha


Teriakan mereka tidak dipedulikan oleh Arc dan juga Jimmy, mereka terus membawa istri-istri mereka sambil di gendong dan pergi dari tempat tersebut.


Sebelumnya Arc dan Jimmy berada di perusahaan mereka masing-masing setelah mereka mendapat jika istri mereka terlibat pertengkaran di sebuah toko pakaian mereka langsung pergi menuju tempat tersebut untuk menjemputnya.


"Kemana nona dan Marsha." kata Kayo setelah boy selesai memberinya ciuman di seluruh wajahnya.


"Mereka sudah dijemput suami mereka." kata Boy


"Tuan ini pakaian anda " kata salah satu bodyguard


"Hemmmm, kau bereskan wanita itu lempar dia kejalangan." kata Boy menunjuk Jessy yang pingsan karena terkena amukan Kayo.


"Baik tuan." kata bodyguard tersebut membawa Jessy.


"Ayo kita pulang mom, Daddy merindukan anak-anak." kata Boy, Kayo langsung mengikuti suaminya.


Sedangkan dua orang kakek menunggu cucu dan cucu menantu mereka di sebuah cafe.


"Kemana sih mereka, apa mereka belum selesai berbelanja." kata kakek Jiazhen


"Tidak tau, kita tunggu saja sebentar lagi. Sekalian kita cuci mata di cafe ini." kata kakek Alexander.

__ADS_1


"Iya, benar itu." kata kakek Jiazhen sambil tertawa.


Bersambung.....


__ADS_2