Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Gundah


__ADS_3

Saat ini di sebuah ruang VIP sebuah restoran sedang terjadi pertemuan antara para pengusaha yang ada di negara L, diantaranya Mark yang juga ikut didalamnya.


Sejak masuk kedalam ruangan tersebut, Mark selalu memandang orang yang berada tepat di depannya yang tidak lain adalah Arc. Sedangkan orang yang dipandang hanya biasa saja, menanggapinya.


"Hei Arc, pria itu selalu melihatmu. Apa jangan-jangan dia menyukaimu." kata Boy yang berbicara dengan pelan ke pada Arc yang berada disampingnya.


"Sembarangan kau, apa mau aku sumpal mulutmu dengan sepatuku." kata Arc


"Tenanglah Arc, jangan emosi" kata Boy kembali dengan senyumannya.


"Hemmmm" kata salah satu pengusaha yang sedikit lebih tua di dalam ruangan itu.


"Perhatian semuanya, saya mengundang kalian adalah untuk memperkenalkan pengusaha baru yang akan membangun cabang perusahaannya di negara ini." kata pengusaha tersebut.


"Perkenalkan lah diri Anda." kata pengusaha tua itu.


"Perkenalkan Aku Mark Wriston, aku akan membangun perusahaan di bidang properti." kata Mark yang langsung duduk setelah mengenalkan dirinya.


"Wah semakin banyak pemuda yang akan menjadi pengusaha di negara kita. Setau ku Tuan Mark sudah menikah, dimana sekarang istri Anda." kata Arc dengan nada sindiran.


"Ha ha ha, aku sudah tidak memiliki istri lagi. Dan salah satu tujuan ku membangun perusahaan ini adalah untuk mengejar wanita yang aku inginkan di negara ini." kata Mark


"Wah benarkah, kau harus memperjuangkannya ." kata Boy karena dia tidak tau jika yang sedang dibicarakan oleh Mark adalah Elle. sedangkan arc yang mendengar perkataan Mark langsung mengepalkan tangannya yang ada di bawah meja karena geram dengan Mark. Tapi wajahnya tetap memancarkan ketenangan.


"Tentu saja aku akan memperjuangkannya, karena dia adalah wanita yang spesial untukku." kata Mark kembali. "Apa lagi jika wanita itu adalah perusahaan E & J company, aku sudah mengincarnya lama." kata Mark kembali yang membuat Boy langsung melototkan matanya dan memandang kearah Arc yang masih saja terlihat tenang tapi tidak dengan tangannya yang berada dibawah meja.


"Wah bisa terjadi perang dunia kedua jika tuan Mark ingin merebut Elle dari singa disamping ku." batin Boy "Apa ini karena pernikahan mereka tidak di umumkan ke publik sehingga banyak yang menginginkan Elle. Tunggu pernikahanku juga belum di umumkan, ini bisa gawat bisa saja pria lain sedang mengincar istriku aku harus mengumumkan pernikahan ku secepatnya sehingga tidak ada yang berani mendekati istriku." batin Boy dengan menggebu.


"Benar itu, dia wanita yang sangat cerdas banyak sekali yang ingin menjadikannya seorang istri di kalangan para pengusaha muda dan aku juga ingin menjadikannya menantuku." kata salah seorang pengusaha tua lainnya.


"Tapi dalam beberapa bulan ini dia tidak pernah muncul di depan umum, sepertinya dia menghindari bertatap muka dengan orang lain." kata pria yang berumur sama dengan Arc dan pengusaha muda lainnya.


"Sudah jangan membahas wanita sebaiknya kita makan sekarang." kata pengusaha lainnya.

__ADS_1


Setelah selesai pertemuan itu Arc langsung pulang karena dia malas pergi ke perusahaan lagi. Setelah sampai di mansion Arc langsung mencari istri ya yang sedang berada di taman belakang bersama dengan Carl yang sedang bermain dengan Black.


"Ada apa honey." kata Elle setelah mendapat pelukan dari belakang oleh suaminya.


"Tidak ada." kata Arc yang masih saja memeluk Elle sambil mencium aroma tubuh istrinya yang memberikan ketenangan untuk ya.


"Hei jangan berbohong, aku tau apa yang kau pikirkan." kata Elle sambil mengelus lengan Arc "Duduklah disini." kata Elle sambil menepuk ruang kosong yang ada di sampingnya.


"Tenanglah, aku tidak akan meninggalkanmu honey. Bagiku kau adalah orang yang aku sayang saat ini dan untuk selamanya." kata Elle sambil memberikan kecupan singkat di bibir Arc karena dia takut jika terlalu lama Carl bisa melihatnya melakukan hal itu.


"Terimakasih Sweety, kau adalah segalanya bagiku." kata Arc memeluk Elle dengan erat.


"My, Edy Napa cal tidak peluk juga." kata Carl saat melihat Elle dan Arc yang berpelukan.


"Kemarilah anak Daddy" kata Arc merentangkan tangannya untuk meraih Carl yang berlari kearahnya dan Elle.


"Cal cayang My dan Edy." kata Carl saat sudah berpelukan dengan Arc dan Elle.


"Aku mau secepatnya pernikahan kita di umumkan" batin Arc membuat Elle langsung memandang suaminya itu ternyata hal ini yang membuatnya sangat sedih.


"Tenanglah honey, tidak lama lagi kita akan mengumumkannya." kata Elle sambil memeluk Arc dengan erat.


"Ayo sekarang kita masuk, untuk membersihkan diri " kata Elle memecah pelukan mereka.


"Ayo." kata Arc yang mengangkat Carl dan meletakkannya di belakang kepalanya.


"Yeeee " kata Carl karena dia suka seperti itu.


Sedangkan disebuah ruangan, seorang pria menatap kearah luar jendela.


"Akan aku pastikan merebut kembali apa yang menjadi milikku. Dia hanya milikku, walau pun dia sudah menikah denganmu." sambil meminum wine


Dia langsung menghubungi wanita yang selama ini membantunya tapi sudah beberapa hari ini tidak pernah menghubunginya.

__ADS_1


Setelah mencoba beberapa kali menghubungi wanita itu tapi tidak sekali pun diangkat olehnya.


"Sial, kemana wanita itu." kata pria itu yang tidak lain adalah Mark


"Biarkan saja dia, lebih baik aku bertindak sendiri saja. Apalagi setelah melihat apa yang terjadi dengan wanita itu sangatlah menjijikkan. Ternyata dia tidur dengan banyak pria termasuk dengan ayahnya sendiri. Menjijikkan, aku memakai wanita yang tidak jauh beda dengan Felicia." kata pria itu setelah mengingat apa yang di lihatnya beberapa hari lalu sebuah video yang sedang viral tentang seorang wanita yang di cap sebagai wanita murahan di negara L.


Sedangkan wanita yang sedang dihubungi oleh Mark sedang menghias dirinya, dia tau ada yang menelponnya tapi dia membiarkannya karena sekarang dia sedang memancing seorang pria kaya untuk dijadikan sebagai ATM berjalannya.


"Aku harus bisa menggodanya hari ini, Sepertinya ini sudah sangat pas untukku." kata Olivia sambil memakai pakaian yang terbuka untuk menggoda Bruno.


Setelah memastikan penampilannya dengan sempurna, Olivia keluar dari kamarnya karena sebentar lagi waktunya untuk makan malam. Saat Olivia sudah berada di dekat ruang makan, Olivia bisa mendengar suara wanita yang sedang berbicara dengan Bruno yang belum tau suara siapa itu.


Saat sudah masuk kedalam ruang makan Olivia melihat seorang wanita yang duduk disamping Bruno sambil memperlihatkan senyumannya kepada pria itu.


"Malam Tuan." kata Olivia saat sudah berada didalam ruang makan itu


"Malam, duduklah kita makan bersama." kata Bruno mempersilahkan Olivia duduk didepannya.


"Ayo kita makan " kata Bruno.


"Kau mau makan yang mana" kata Bruno kepada wanita disampingnya.


"Aku mau yang itu saja." kata wanita itu menunjuk pada lobster yang berada di dekat Bruno.


"Baiklah, aku akan mengambilkannya." kata Bruno dan mengambilkannya untuk wanita itu dan mengupas kulit lobster tersebut.


"Makanlah." kata Bruno sambil tersenyum kearah wanita tersebut.


Olivia yang melihat interaksi tersebut hanya diam saja.


"Siapa wanita ini, aku tidak akan membiarkannya merebut pria ini dariku. Aku akan menyingkirkannya." batin Olivia sambil memakan makanannya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2