
Saat ini Elle dan yang lainnya sudah berada di mall ditemani dua orang kakek dan juga para bodyguard yang diperintahkan oleh Arc dan juga Jimmy untuk menjaga istri-istri mereka, apa lagi nanti ditambah jika Kayo datang bergabung dengan mereka pasti akan bertambah banyak bodyguard yang menjaga mereka.
"Ya ampun kenapa banyak sekali sih bodyguard yang menjaga kita." kata Marsha saat melihat bodyguard yang berada dibelakang mereka dan didepan mereka.
"Kalau seperti ini bagaimana mau shopping dengan nyaman." kata Marsha kembali.
"Abaikan saja mereka, kita anggap mereka tidak ada." kata Elle sambil menggandeng kakek Jiazhen
"Iya benar juga, ayo kakek kita shopping." kata Marsa menggandeng kakek Alexander.
"Ayo, biar kakek yang membayar semua apa yang kalian beli hari ini." kata kakek Jiazhen
"Aku saja yang bayar." kata kakek Alexander
"Aku" kata kakek Jiazhen
"Sudah jangan ribut, kakek berdua saja yang membayar semua yang kami beli nanti." kata Elle
"Baiklah" kata kakek Jiazhen/Alexander dan langsung menyerahkan kartu milik mereka kepada Elle.
"Terimakasih kakek" kata Elle dan Kayo.
"Nona" kata Kayo yang sudah datang menghampiri Elle dan yang lainnya.
"Makin banyak saja bodyguard yang mengikuti kita." kata Marsha setelah melihat kearah Kayo yang dibelakangnya sudah ada lima bodyguard yang di perintahkan suaminya.
"Ayo Kayo kita shopping sepuasnya karena ada yang membayar belanjaan kita." kata Elle sambil memperlihatkan dua kartu hitam yang di berikan masing-masing oleh para kakek.
Mereka bertiga masuk kesebuah toko pakaian, sedangkan kakek Jiazhen dan kakek Alexander memilih duduk di sebuah cafe karena malas menunggu para wanita yang sedang berbelanja. Saat sedang asyik memilih pakaian Kayo tidak sengaja menabrak seorang wanita. Wanita yang ditabrak Kayo terjatuh kelantai.
__ADS_1
"Hei kau, dasar wanita sialan. Apa kau tidak punya mata hah." teriak wanita tersebut kepada Kayo.
Elle dan Marsha yang mendengar itu langsung memandang kearah keributan.
"Dasar wanita sialan, coba kau lihat pakaianku menjadi rusak gara-gara kau." teriak wanita itu sambil menunjuk kearah Kayo.
"Jaga mulut Anda nona, aku bisa membeli pakaian yang Anda gunakan dengan berkali-kali lipat." kata Kayo
"Cih, ****** sepertimu tidak akan bisa membelinya jika tidak menjual tubuhmu kepada pria hidung belang." kata wanita tersebut.
"Ada apa Kayo." kata Elle yang sudah berada disamping kayo.
"Jadi kau mengenal wanita ini, pantas kau bisa merayu Tuan Arc karena kau berteman dengan wanita ****** ini." kata wanita tersebut.
"Jaga ucapan Anda, sebelum aku merobek mulut mu yang bau itu." kata Kayo kepada wanita itu.
"Kurang ajar, dasar wanit-" perkataan wanita itu terhenti ketika sebuah tamparan mendarat di pipinya yang mulus.
"Jaga ucapan mu nona, apa maksudmu mengatakan kakak ku seperti itu hah." kata Marsha
"Dasar wanita sialan, mengapa kau menamparku hah." teriak wanita tersebut dan mengangkat tangannya berniat menampar Marsha tapi langsung ditangkap oleh Elle.
"Jangan coba-coba menyakiti adikku nona Jessy, apa kau mau aku singkirkan dari dunia ini." kata Elle
"Cih kau tidak akan bisa, jangan kau kira karena kau adalah wanita Tuan Arc bisa seenaknya menyakitiku. Asal kau tau aku adalah calon istrinya Boy Fernandes calon menantu keluarga Fernandes yang juga keluarga yang kaya raya." kata Jessy
Mendengar itu Elle dan Marsha langsung melihat kearah Kayo, mendapat tatapan dari Elle dan Marsha Kayo hanya mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.
"Benarkah" kata Elle
__ADS_1
"Benar, aku adalah calon istrinya. Kami akan segera menikah." kata Jessy dengan percaya diri karena melihat tiga wajah wanita yang ada didepannya yang sangat terkejut.
"Jadi jangan kau kira aku takut denganmu karena kau wanitanya Tuan Arc." kata Jessy dengan senyum sinisnya.
"Rasakan itu, aku harus bisa mendapatkan Boy Fernandes secepatnya." batin Jessy.
"Tapi setahuku, Boy tidak pernah bercerita jika dia mempunyai calon istri sepertimu."Kata Elle
"Kayo telpon suamimu dan katakan padanya untuk datang menjemputmu." kata Elle
Mendengar itu Kayo langsung menelpon suaminya untuk menjemputnya.
"Dan kau telpon calon suamimu itu aku ingin melihat apa dia berani melawan suami teman ku ini." kata Elle kepada Jessy
"S...siapa takut." kata Jessy sambil mengeluarkan ponselnya
"Bagaimana ini, aku tidak tau berapa nomer Tuan Boy. Apa aku meminta tolong pada papa saja untuk menolongku." batin Jessy dan langsung menelpon Papa nya untuk membantunya.
Elle yang mendengar pikiran Jessy tersenyum kecil.
"Apa benar dia calon istri suamimu Kayo. Apa suamimu berencana memiliki istri dua." bisik Marsha pada Kayo.
"Jika sampai dia berniat seperti itu, akan aku potong burung Pipit ya itu." kata Kayo berbisik pada Marsha.
Tidak begitu lama, orang yang ditunggu datang kedalam toko tersebut. Membuat wanita yang ada di sana tersenyum dengan arti yang berbeda-beda.
Jessy yang melihat Boy ada di toko tersebut merasa senang, dia mengira jika Papanya berhasil menyuruh tuan Boy untuk menemuinya di toko pakaian ini.
"Boy" kata Jessy dengan suara manjanya dan menghampiri Boy.
__ADS_1
Bersambung....