
Saat ini Kayo dan Boy berada di luar ruangan yang agak jauh dari ruangan nonanya berada, karena Kayo yang menarik Boy ketika pria itu mengatakan bahwa mereka berpacaran.
"Apa maksudmu mengatakan itu?" kata Kayo sambil menatap Boy dengan tajam
"Yang mana sayang" kata Boy menjawab dengan mengedipkan matanya.
"Jangan memanggilku sayang, aku bukan pacarmu." kata Kayo
"Tapi sekarang, kamu pacarku." kata Boy
"Dasar pria gila." kata Kayo langsung pergi dari Boy dengan cepat-
"Hihihihi awas sayang, pelan-pelan saja berjalannya nanti kamu bisa jatuh kan sakit, tapi jika jatuh di pelukan kekasihmu ini pasti rasanya sangat nyaman." teriak Boy, mendengar perkataan Boy, Kayo langsung membalikkan badannya dan mengarahkan jari telunjuknya.
"Wah sangat menyenangkan melihat wajahnya yang marah seperti itu, kekasihku yang berwajah datar dan bar-bar." kata boy sambil berjalan mengikuti Kayo dari belakang.
Setelah makan malam itu mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap. Elle yang sedang melihat sebuah video yang baru saja dikirim oleh anggotanya karena dia yang meminta. Ada guratan kemarahan yang terpancar diwajahnya ketika melihat video tersebut.
"Ternyata mereka yang membuat Kayo sampai berwajah sedih tadi pagi, mereka ingin mengusik Kayo kesayanganku jangan harap aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. Akan aku buat mereka merasakan apa itu yang namanya penderitaan." batin Elle.
Arc yang melihat istrinya seperti orang yang sedang marah sambil melihat ponselnya langsung menghampirinya.
"Ada apa Sweety?" kata Arc sambil duduk di sisi Elle.
__ADS_1
"Apa kita bisa menunda untuk pulang ke negara L." kata Kayo sambil bersandar di dada bidang Arc
"Apa yang membuatmu ingin menunda kepulangan kita." kata Arc sambil mengelus rambut Elle
"Ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan disini honey." kata elle sambil mengelus paha Arc
"Sweety, jangan menggodaku." kata Arc
"Siapa yang menggoda mu, jadi kita tunda saja ya kepulangan kita." kata Elle tapi tangannya terus saja berada diatas paha Arc.
"Eemmmm baiklah, tapi ada syaratnya." kata Arc yang merasakan elusan tangan Elle
"Apa syaratnya." kata Elle
"Kau harus memberiku hadiah yang spesial saat ini juga." kata Arc sambil tersenyum mesum kepada elle.
"Oke" kata Elle, mendengar itu Arc langsung beraksi karena sudah mendapat lampu hijau dari sang singa betina.
*****
Sedangkan disebuah kamar, seorang pria sedang mengamuk karena wanita yang menjadi incarannya diambil oleh pria lain.
"Berengsek, tidak akan aku biarkan kau bersamanya. Dasar wanita murahan." kata pria tersebut dan membanting semua benda yang ada di mejanya membuat semua barang berhamburan dan pecah.
__ADS_1
Prang
Kaca yang ada didepannya hancur seketika karena lemparan dari pas bunga.
"Berengsek kau, aku tidak akan membiarkanmu bahagia dengan orang lain." kata pria tersebut
Setelah beberapa saat kemudian pria itu tertawa dengan menggerikan.
"Hahahahah lihat saja akan aku buat kau bertekuk lutut dibawah kakiku seperti wanita lainnya." kata pria tersebut dan langsung keluar dari kamarnya.
"Bersihkan kamarku" perintahnya pada pelayan yang berpapasan dengannya saat akan turun kelantai bawah.
"Mau kemana lagi, ini sudah malam" kata sebuah suara
"Seperti biasa." kata pria itu
"Raiden hilangkan kebiasaan mu itu, apa kau tidak mau mencari istri dan memiliki anak." kata pria tersebut yang tak lain adalah Hio ayah Raiden.
"Ayah saja seperti itu waktu muda." kata Raiden langsung pergi dari hadapan Tuan Hio.
"Kapan anak itu bisa sadar." kata Tuan Hio sambil masuk kedalam kamarnya.
Bersambung.....
__ADS_1