
Haaiii ποΈποΈποΈ
Untuk kamu yang setia dan baik hati π₯° tolong tinggalkan jejak nya ya π₯°π₯°π₯°.
π·π·π·π· Happy reading π·π·π·π·
Masih di dalam hotel.
Bbrrraaak,,,,, pintu terbuka dengan paksa. "Kurang ajar!!." Zidan berteriak sambil memberikan bogem. Zidan memukuli Firman tanpa ampun.beruntung Polisi langsung mengamankan nya,kalau tidak Firman pasti akan lenyap di tangan Zidan.
~Flashback on~
Setelah Ica memberi kabar akan pergi bersama Firman, hati Zidan mulai tak tenang.kemudian Ia menghubungi Orang kepercayaan nya untuk terus memantau Kekasihnya itu.
"Halo Rudi,tolong Kamu pesankan tiket penerbangan untuk Ku saat ini juga,dan satu lagi rahasiakan kepulangan Ku dari Siapapun termasuk Orang Tua Ku."Zidan menegaskan perkataan nya."Maaf Tuan, kenapa mendadak seperti ini,apa ada masalah?." tanya Rudi kepercayaan Zidan selama Ia di luar negeri.
"Nanti akan Aku ceritakan semuanya ,tolong Aku Rudi, Kamu adalah Orang satu-satunya kepercayaan Ku." Zidan memelas. "Baiklah Tuan,akan Saya usahakan, Anda berangkat hari ini juga." Ucap Rudi meyakinkan."Terimakasih banyak Rudi,Aku janji akan memberikan bonus 2kali lipat." ucap Zidan."Terimakasih banyak Tuan." Zidan pun menutup panggilan nya.
Setelah sampai di tanah air, Zidan kemudian menghubungi Ica,namun panggilan nya tidak kunjung di angkat. Zidan tak putus asa, Dirinya lalu melacak keberadaan Ica melalui GPS yang langsung terhubung pada ponselnya.
Hati Zidan mulai tak karuan ketika Dirinya melihat lokasi yang tertera di layar ponsel nya."Hotel." Zidan langsung mengepalkan tangannya. Zidan langsung tancap gas menuju lokasi tersebut.tidak lupa Zidan melaporkan ke polisi, Ia takut terjadi sesuatu pada Kekasihnya itu.
~Flashback off~
"Mas." Zidan langsung melihat ke arah Ica, hatinya begitu sakit melihat keadaan Kekasihnya yang berantakan."Sayang maaf,Mas sedikit telat." Zidan memeluk erat tubuh Ica yang selama ini Ia rindukan. "Mas tolong,tubuh Ica terasa sangat panas yang sangat menyiksa, Firman telah mencampurkan sesuatu ke dalam jus yang Ica minum."seketika rahang Zidan mengeras mendengar penuturan kekasihnya itu.
__ADS_1
Zidan langsung menggendong tubuh Ica, keluar dari tempat tersebut.setelah Keduanya sampai di dalam mobil, entah pengaruh dari serbuk tersebut, Ica kemudian mencium bibir Zidan dengan sangat rakus. Zidan pun sampai terkejut, melihat Ica yang sedang mencium bibir nya. Zidan akhirnya membalas ciuman tersebut, Mereka meluapkan rasa rindu.
Zidan mengakhiri ciuman nya, Dirinya takut melakukan hal yang lebih dari itu."Bertahanlah Sayang." Zidan kemudian mengemudikan kendaraan nya menuju apartemennya. Zidan tadinya ingin mengantar Ica ke rumah Ratna,namun akan memakan waktu yang lama, sedangkan Ica sudah kesakitan menahan gejolak panas yang luar biasa akibat obat perangsang.
ππππ
Setelah sampai di depan apartemen nya,Zidan langsung menggendong tubuh Ica. Zidan langsung membawa Kekasihnya itu kedalam kamar mandi, untuk menghilangkan rasa panas yang menjalar di tubuh Ica.
Setelah setengah jam di guyur di bawah shower,kini rasa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya perlahan berkurang dan semakin berkurang hingga Ica benar-benar sudah tidak merasakan panas lagi.
"Mas, dingin." Zidan langsung mengambil handuk kimono nya."Ini Sayang,Kamu harus cepat mengganti pakaian Mu."ucap Zidan. Ia sedikit lega, melihat Kekasihnya sudah kembali membaik.
Ica kemudian mengambil handuk kimono tersebut. Ia lalu mengganti pakaian yang sudah basah kuyup.setelah selesai mengganti ,Ica yang hendak membuka pintu kamar mandi tersebut, tiba-tiba Ia urungkan karena melihat rambutnya yang tidak tertutup jilbab. "Aduh gimana ini." Ica pun keluar dengan mengendap-endap, berharap Zidan tidak ada di ruang tersebut.
"Ehem." Zidan berdehem mendapati Kekasihnya yang berjalan mengendap-endap. Ica langsung berbalik arah,namun tangannya sudah ditahan oleh Zidan. "Tidak usah malu." Zidan terpana melihat rambut Ica yang terurai panjang.
"Mas sangat merindukan Mu." Zidan membisikan kata-kata ketelinga Ica. tubuh Ica menegang seketika. "Mas ,Ica harus pulang." ucap Ica tertunduk. "Mas sudah mengabari Ibu dan Ifan." tutur Zidan. Ica dan Zidan saling menatap dengan pikirannya masing-masing.
Zidan tidak membuang-buang waktu, Ia langsung mencium bibir ranum Ica. Zidan ******* dan menyesap setiap inci bibir kekasihnya itu.kali ini Zidan bersemangat untuk mencium Kekasihnya itu, karena Ica dalam keadaan sadar. Ica yang juga sangat merindukan Zidan, langsung membalas ciuman tersebut, Ia mengalungkan tangannya di leher Zidan.
Zidan dengan sangat rakus mencium bibir ranum Kekasihnya itu.serasa telah cukup,Zidan menghentikan ciumannya, Ia lalu memeluk Ica dengan penuh kasih sayang."Sekarang pakailah bajunya,Mas sudah siapkan di kamar Mas."Zidan pun berjalan menuju ruang tengah. tanpa menunggu lama,Ica lalu menutup pintu nya,Ia segera memakai pakaian nya yang sudah lengkap dengan jilbabnya.
Ica melihat bandrol harga yang tertera di baju yang Ia kenakan."Ini kan bandrol luar negeri." Ica tau karena tulisan harganya dollar. Ica pun tersenyum manis, Kekasihnya itu telah membawakan hadiah untuk nya.
Setelah selesai mengganti pakaian,Ica keluar dari kamar, Ia celengak celinguk mencari sosok Zidan. tiba-tiba seseorang memeluk nya dari belakang."Cari siapa." Zidan membisikan ke telinga Ica."Mas Zidan,bikin kaget saja!!." Ica mengusap dadanya."Ayo makan dulu,Mas sudah pesan makanan."Zidan menuntun Ica ke dapur.
__ADS_1
Di atas meja makan sudah tertata dengan rapi makanan yang Zidan pesan."Mas banyak sekali makanan nya." Zidan hanya tersenyum tanpa berbicara."Duduk disini."Ica pun menurut. Ia duduk berhadapan dengan Zidan. kemudian Zidan mengambil makanan tersebut."Buka mulutnya Sayang." Mau tidak mau Ica hanya menurut. Ia disuapi Zidan sampai suapan terakhir.
"Terimakasih banyak Mas,Kamu selalu ada untuk Ku,dan terimakasih atas hadiah dan perhatian nya." Ica berkata sambil meneteskan air mata. Dirinya begitu beruntung mendapatkan Kekasih sebaik Zidan. Zidan lalu mengusap air mata yang mengalir di pipi Kekasihnya itu."Sama-sama Sayang,sudah sepantasnya Mas melakukan itu, untuk melindungi Orang yang paling spesial di hati Mas." Ica pun terharu mendengar nya.
"Apa Kamu mau pulang atau tidur disini."Ucap Zidan. Ica melihat jam di tangannya menunjukan pukul 12 malam."Ica nginep disini saja,apa Mas tau ponsel Ica di mana,Ica mau menghubungi Ibu." Zidan tersenyum manis kearah Ica,Ia langsung menyodorkan ponsel milik Ica yang sempat tertinggal di dalam mobil Firman. mengingat nama Firman Zidan seketika mengepalkan tangannya.
Ica kemudian menghubungi Ibu dan Adiknya, bahwa Dirinya akan menginap di Apartemen Zidan. Ratna sedikit berat hati, karena Ica hanya berdua dengan Zidan, Ia takut Mereka khilaf. Ratna pun memberikan pesan pada Anak Gadis nya itu, untuk bisa menjaga diri.
Zidan tersenyum tipis mendengar pembicaraan Calon Mertua nya."Tenang Bu, Ibu tidak usah khawatir, Aku hanya akan menyentuh Ica ketika Kami sudah sah." Batin Zidan.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Sementara itu di tempat yang berbeda."Gue akan balas perlakuan Mu Pak Zidan ." Firman menyeringai. Ia sudah mendekap di penjara karena perbuatannya.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Jangan lupa untuk
Like
Komentar
Vote
Hadiah
__ADS_1
Follow juga Akun nya ya π₯°π₯°π₯°β€οΈ
See You ποΈποΈποΈ