
Marsha yang mendengar perkataan wanita tersebut , matanya sudah memerah karena menahan air mata yang akan turun jika di senggol. Elle yang melihat itu menggenggam tangan Marsha untuk menguatkan hati dan bersikap biasa saja.
"Terus ada apa kau datang kesini." kata Elle
"Tentunya menemui tunangan ku, aku sudah lama tidak bertemu dengannya." kata Margaret.
"Perusahaan ini sangat besar, aku harus mendapatkan Jimmy kembali, aku tidak akan melepaskannya." batin Margaret.
Elle yang mendengar pikiran Margaret langsung mengetahui maksud sebenarnya wanita ini datang menemui Jimmy.
"Sebaiknya kau pergi saja dari sini, sebelum aku bertindak." kata Elle yang tidak suka gaya wanita yang ada didepannya dan juga bau parfum yang digunakan margaret.
"Mengapa kau mengusirku, ini perusahaan milik tunangan ku." kata Margaret.
"Bau mu membuat aku mual dan juga wajahmu itu membuat aku merasa jijik melihatnya." kata Elle dengan tangan melambai seperti mengusir Margaret membuat yang diusir merasa geram.
"Ap...-perkataan Margaret terpotong saat Jimmy masuk kedalam ruangannya.
"Margaret" kata Jimmy, mendengar ada yang memanggilnya Margaret langsung menoleh dan melihat Jimmy.
"Sayang" kata Margaret dan berjalan menuju Jimmy dan memeluknya, Jimmy langsung melihat mata Marsha yang sudah melotot wajah yang sudah merah padam atas perbuatan margaret.
Jimmy langsung mendorong Margaret, mengakibatkan margaret terjatuh dengan tidak elegan dimana dirinya terjatuh tengkurap dengan pakaian yang terangkat sehingga memperlihatkan pakaian dalamnya membuat Elle tertawa seketika.
"Hahahaha lucu sekali." kata Elle sambil menghapus air mata yang ada didekat ujung matanya.
"Sialan, mengapa dia mendorongku. Dulu dia sangat memujaku dan tak ingin jauh dariku." batin Margaret.
"Sayang" kata Jimmy pada Marsha dan duduk didekat Marsha.
"Selesaikan urusanmu dengannya, aku tak ingin bertemu dan berbicara denganmu jika masalahmu belum selesai dengannya." kata Marsha dan pergi dari ruangan Jimmy. Sedangkan Elle memakan makanan yang sudah Jimmy belikan untuknya.
"Mengapa kau datang kesini." kata Jimmy dengan ketus
"Aku merindukanmu sayang, aku sudah lama mencari mu." kata Margaret ingin mendekati Jimmy tapi langsung dicegah oleh Jimmy dengan tangannya.
"Stop jangan mendekat, aku tidak ingin melihatmu lagi. Hubungan kita sudah berakhir saat kau tidak mau lagi membantuku dan juga mamaku malah kau menghinaku karena tidak memiliki apa-apa lagi. Jadi keluar dari ruangan ku dan jangan menunjukkan batang hidungmu dihadapan ku lagi." kata Jimmy dengan tegas dan mengusir Margaret.
"Awas saja akan aku buat kau bertekuk lutut dibawah kakiku nanti." batin Margaret dan langsung pergi dari ruangan Jimmy karena penolakan yang telah didapatkannya.
"Jangan seperti itu dengan wanita, sebaiknya kau nikah juga dengan dia." kata Elle
__ADS_1
"Yakkkkk kau gila hah, aku sudah memiliki istri yang sangat cantik seperti Marsha. Lagian untuk apa aku bersama dia yang hanya memandang harta yang aku miliki saat aku jatuh miskin dia meninggalkan aku dan menghinaku dan mama." kata Jimmy marah kepada Elle yang menyarankan dia untuk menikah dengan wanita picik seperti Margaret.
"Tapi kan dulu kau sangat mencintainya setengah mati." kata Elle sambil berjalan meninggalkan ruangan Jimmy yang sudah berteriak seperti orang gila karena ucapan Elle yang benar adanya.
"Dasar adik durhaka, pulanglah jangan merepotkan aku terus." teriak Jimmy membuat asistennya yang berada diluar ruangan sampai terkejut mendengarnya.
"Ya ampun, Tuan Jimmy membuat jantungku hampir mau copot." kata asisten Jimmy.
Sore harinya saat Jimmy pulang, Jimmy tidak bertemu dengan istrinya di dalam kamar, sehingga dia mencari istrinya di taman belakang.
Ditanam jimmy hanya melihat Mommy Jia yang sedang minum teh.
"Mom" kata Jimmy
"O...kau sudah pulang Jimmy, mana Marsha?" kata Mommy
"Apa Marsha belum pulang Mom?" kata Jimmy kepada Mommy Jia.
"Bukannya dia kekantor mu tadi siang" kata Mommy Jia
"Iya, tapi Marsha pulang lebih dulu." kata Jimmy
"Coba kamu telpon Jimmy." kata Mommy
"Apa diangkat Marsha?" kata Mommy Jia
"Marsha tidak mau mengangkatnya mom." kata Jimmy dengan wajah sedih
"Sebenarnya apa yang terjadi Jimmy, mengapa Marsha tidak mau mengangkat telpon mu." kata Mommy Jia kepada Jimmy yang kelihatan sangat sedih.
Jimmy langsung menceritakan apa yang menyebabkan Marsha marah dengannya.
"Jadi karena itu dia marah, biarkan saja dulu dia, nanti juga akan pulang." kata Mommy yang tau sifat Marsha.
"Tapi Mom, aku tidak bisa jauh darinya." kata Jimmy tanpa rasa malu pada Mommy Jia.
"Dasar bucin, terima saja hukuman mu karena membiarkan wanita lain memelukmu didepan matanya." kata Mommy Jia dan langsung pergi dari sana.
"Sayang aku merindukanmu." kata Jimmy
Sedangkan orang yang sedang dirindukan tengah asyik bermain bersama keponakannya yang sangat mengenaskan.
__ADS_1
"Marsha mengapa tidak pulang?" kata Mama Amanda
"Aku menginap disini ma." kata Marsha
"Mengapa, apa ada masalah?" kata Mama Amanda
"Tidak ada ma." kata Marsha
"Jujur saja sama mama Marsha, jika dalam rumah tangga memiliki masalah ada baiknya diomongkan dengan baik-baik jangan menghindar." kata Mama Amanda.
"Baiklah ma, tapi Marsha boleh menginap disini kan malam ini." kata Marsha
"Boleh sayang, tidurlah dikamar milik Jimmy." kata Mama Amanda.
"Iya ma, Marsha kekamar dulu ya." kata Marsha dan diangguki oleh Mama Amanda.
Setelah masuk kedalam kamar Jimmy, Marsha langsung membersihkan diri setelah selesai Marsha langsung berbaring di ranjang milik Jimmy.
"Aku merindukanmu." kata Marsha sambil memeluk bantal yang terdapat aroma Jimmy, karena merasa nyaman dengan aroma bantal itu membuat Marsha tertidur.
Sedangkan Elle yang berada didalam markasnya sedang melakukan eksperimen yang Elle beri judul memusnahkan pelakor yang membuat Hiro dan Eiji menahan tawa mereka saat melihat ekspresi Elle yang sedang memasukkan bahan-bahan yang akan dia campurkan.
"Jangan berani tertawa, atau kalian akan sekalian aku buatkan serum memusnahkan anggota yang menertawakan bosnya." kata Elle yang masih saja fokus pada pembuatan serum tersebut.
"Baik nona." kata mereka serempak
"Sudah selesai, kita akan mencobanya nanti saat aku sudah menangkap target." kata Elle lalu menyimpan serum itu ditempat khusus dan pergi dari ruangan itu.
Elle menuju ruangan Bianca dan Bruno, didalam mereka sedang melakukan pekerjaan mereka Elle hanya melihat saja. Setelah selesai Elle memanggil Bianca karena ada hal yang harus dia katakan.
"Hemmmm apa kalian masih sibuk." kata Elle sambil duduk di sofa
"Tidak nona." kata mereka berdua kompak.
"Aku ingin kalian mencari tentang seorang wanita bernama Margaret dan cari sekecil apapun tentang ya. Kalian bisa melihat cctv yang ada didalam ruangan Jimmy." kata Elle dan pergi dari ruangan Bianca dan Bruno.
Saat keluar dari ruangan Bianca dan Bruno, Elle bertemu dengan Egon melihat itu Elle langsung memberikan tugas kepadanya.
"Egon kau kirim anggota kita untuk mengawasi wanita bernama Margaret, dan ikuti kemanapun dia pergi." kata Elle
"Baik nona, akan saya perintahkan beberapa orang untuk mengikutinya." kata Egon.
__ADS_1
Bersambung.....