
Flashback
Setelah melakukan pertemuan dengan para koleganya disebuah restoran Boy langsung pulang ke hotel tempatnya menginap. Saat dia berjalan di koridor hotel Boy berpapasan dengan dua orang pria dan salah satunya sedang mengendong seorang wanita, boy tidak dapat melihat wajah wanita tersebut karena tertutup jaket.
Melihat itu boy biasa saja, saat berpapasan disamping orang tersebut boy mencium parfum yang sangat dikenalnya tapi lupa siapa yang memakai parfum tersebut.
"Aku kenal dengan bau parfum ini, tapi siapa ya." batin Boy dan terus berjalan menuju kamarnya.
Baru saja akan membuka pintu kamar dengan kuncinya, Boy mengingat bau parfum tersebut dan siapa yang memakainya.
"Kayo" teriak Boy saat sudah mengingat siapa yang pernah memakai parfum tersebut.
Setelah mengingat itu Boy langsung berlari menuju lantai dimana kamar Kayo berada, karena sebelumnya dia pernah mengikuti Kayo sampai didepan pintu kamar Kayo menginap.
Setelah beberapa saat Boy sampai didepan pintu kamar Kayo dan menemukan ponsel Kayo yang tergeletak didepan kamar tersebut. Melihat itu Boy yakin bahwa wanita yang dibawa dua pria tersebut pasti adalah Kayo.
Boy langsung berlari menuju life untuk turun ke lantai bawah, ingin memastikan itu adalah Kayo apa bukan. Setelah sampai dibawah Boy mencari dua pria tadi tapi tak menemukannya.
"Dimana mereka." kata Boy karena lelah mencari Kayo di sana Boy langsung melihat ponsel Kayo dan membukanya untuk menelpon Elle.
*****
Arc yang saat itu mendengar ponsel Elle langsung terbangun, dia tidak melihat Elle ada disampingnya dan juga kakek mengira jika Elle sedang berada didalam kamar mandi. Mendengar ponsel Elle berbunyi kembali Arc langsung melihatnya dan tertera nama Kayo langsung mengangkatnya.
π Arc
Ada apa Kayo, kau mengganggu tidur kami
π Boy
Ini aku Boy, apa Elle ada disana
π Arc
Mengapa kau menggunakan ponsel Kayo, dan mencari istriku
π Boy
Aku hanya ingin mengatakan jika Kayo diculik oleh dua orang pria.
πArc
Apa diculik, tunggu aku ingin mengabarinya pada istriku
Arc langsung menuju kamar mandi, tapi saat dibuka tidak ada Elle didalamnya melihat tidak ada Elle, dan Arc yakin saat ini Elle pasti sedang bersama dengan kayo membuat Arc langsung berteriak karena geram dengan tingkah istrinya itu.
"ELLE" teriak Arc sehingga membuat kakek terbangun.
"Ada apa Arc" kata kakek
"Istriku kakek, pasti dia sedang bermain-main diluar sana, dia itu memang harus di beri pelajaran." kata Arc langsung berbicara kembali kepada Boy karena Arc belum mematikan sambungan telpon.
π Arc
"Kau dimana?
__ADS_1
π Boy
Aku ada di lobi
πArc
Tunggu disana, kita akan mencarinya.
Arc langsung memutuskan sambungan telpon, dan memakai jaketnya.
"Bawa istrimu Arc dia itu sedang hamil tapi masih saja suka bermain-main diluar." kata kakek
"Jelas, dan aku akan memberi hukuman yang berat untuknya nanti." kata Arc
Arc langsung pergi setelah berpamitan dengan kakek dan langsung turun kebawah karena boy sedang menunggunya.
Flashback Off
"Selangkah saja berjalan dari tempatmu akan aku habisi." kata suara tersebut
Semua yang mendengar teriakan tersebut langsung menoleh kearah pintu yang terdapat dua orang pria dan juga beberapa bodyguard yang ada dibelakangnya.
Hakaku yang melihat siapa yang datang merasa bersyukur karena mereka adalah Arcelio Alexander dan juga Boy Fernandes yang merupakan orang yang sangat berkuasa.
"T...tuan tolong kami, keluargaku disiksa oleh mereka. Dua wanita ****** itu ingin membunuh kami." kata Hakaku dengan terbata-bata.
Sedangkan Aiko dan Haruko yang melihat itu tampak lega karena sebentar lagi mereka akan bebas dari siksaan ini dan mereka akan membuat dua wanita itu merasakan apa yang mereka rasakan saat ini.
"Iya tolong kami, dua wanita itu adalah iblis, mereka telah menyakiti kami." kata Haruko
Sedangkan Elle sudah ketar ketir melihat wajah suaminya yang sudah berubah menjadi singa jantan yang siap memakannya.
"Aku bilang jangan melangkah se-inci pun." kata Arc saat melihat Elle yang melangkah mundur secara perlahan.
"Mampus kau wanita ******, sebentar lagi kau akan akau buat menderita seperti yang aku rasakan. Untung saja tuan Boy dan Arc datang kesini." batin mereka bertiga yang tersiksa tersebut.
Sedangkan Boy yang melihat apa yang terjadi didalam bangunan kosong ini hanya bisa menggelengkan kepalanya karena melihat bagaimana dua wanita ini biasa saja melihat apa yang telah mereka lakukan, apalagi melihat adegan panas antara dua wanita melawan sepuluh pria.
"Ya ampun, mereka sangat santai melihat adegan ini semua." batin Boy
"Mati aku, mengapa singa jantan ini bisa datang kesini." batin Arc
"Jangan mengumpat didalam hatimu tentang aku." kata Arc sambil mendekati Elle
"Tuan beri dia pelajaran, karena telah menyakiti keluargaku." kata Hakaku yang melihat Arc mendekati Elle dengan wajah marahnya.
"Jelas, aku akan memberinya pelajaran yang sangat berat." kata Arc
"Honey j...jangan seperti ini ya." kata Elle dengan pelan.
"Kenapa takut" kata Arc
"Tidak, t..ta-"perkataan Elle terhenti ketika Arc langsung mencium bibir Elle dan ********** dengan rakus dan juga lama sehingga membuat Elle kehabisan napas.
"Itu baru permulaan Sweety, saat sudah sampai di hotel akan aku hajar kau." kata Arc sambil duduk di kursi dan menarik Elle membuatnya duduk diatas pangkuan Arc.
__ADS_1
Sedangkan Hakaku, istri dan anaknya sampai melotot melihat adegan yang baru saja terjadi.
"Tuan mengapa kau tidak menghajarnya." kata Aiko
"Kenapa aku harus menghajar istriku, Kalian lanjutkan saja acara penyiksaan nya." kata Arc dengan santai sambil memeluk Elle.
Boy yang melihat itu tidak habis pikir dengan perbuatan suami istri tersebut.
"Ya ampun, mengapa mereka malah santai saja melihat ini." kata Boy yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Kayo aku sudah mengantuk, aku ingin cepat pulang." kata Elle
"Baik nona." kata Kayo dan langsung mengambil katana yang ada ditangan anggotanya.
"Apa yang kau lakukan hah." kata Haruko saat Kayo mendatanginya.
"Membuatmu cepat bertemu raja neraka." kata Kayo dan langsung mengayunkan katana kearah Haruko.
Duk
Kepala Haruko terpisah dari tubuhnya, membuat Aiko dan Hakaku berteriak memanggil Haruko
"Mama/Haruko" teriak mereka berdua bersamaan.
Sedangkan Boy yang melihat itu sangat terpesona kepada Kayo yang sangat memikat hatinya.
"Wah dia sangat mempesona dengan pedang yang ada ditangannya." batin Boy
"Cepat selesaikan Kayo, besok kita akan pulang dan akan aku kenalkan dengan temanku yang ingin mencari pacar." kata Elle ingin memanas-manasi Boy.
Mendengar itu Boy langsung melihat Elle dengan tajam.
"Dia kekasihku Elle, sampai kau berani mengenalkan dia dengan temanmu. Akan aku habisi temanmu itu." kata Boy
Mendengar itu Elle dan Arc tertawa karena perkataan Boy seperti orang yang tidak rela pacarnya diambil orang lain.
Kemudian Kayo mendatangi Aiko dan melakukan hal yang sama, membuat Hakaku semakin terisak karena istri dan anaknya telah dihabisi oleh Kayo.
"Sekarang giliran mu manusia serakah, karena kaulah aku kehilangan keluargaku dan juga kebahagiaanku, jadi terima akibat dari keserakahan mu." kata Kayo dan langsung menebas kepala Hakaku sampai putus.
Setelah membalaskan dendamnya, Kayo langsung terduduk sambil terisak karena sudah membalaskan dendamnya kepada orang yang telah membunuh keluarganya.
"Aku sudah membalaskan dendam kalian hiks hiks hiks semoga kalian tenang disana hiks hiks" kata Kayo dengan lirih.
Boy yang melihat itu langsung menghampiri Kayo dan memeluknya.
"Jangan menangis ada aku kekasihmu, aku akan selalu ada untukmu sayang." kata Boy
Kayo yang mendapatkan pelukan itu hanya menerimanya saja karena saat ini dia butuh sebuah pelukan untuk menenangkan dirinya.
Sedangkan seseorang yang melihat kejadian itu dari jauh langsung pergi dari sana.
"Aku tidak akan membiarkanmu bersama dengan orang lain, hanya aku yang boleh bersamamu. Hanya aku hahahahah hanya aku" kata orang tersebut dan pergi dari sana.
Bersambung.....
__ADS_1