
Haaiii ποΈποΈποΈ
Terimakasih banyak untuk kalian yang selalu mendukung karya kuππππ₯°.
πΊπΊπΊπΊ Happy reading πΊπΊπΊπΊ
Enam bulan kemudian.
Semenjak kecelakaan itu ,Zidan semakin waspada dirinya selalu antar jemput Ica dan Ifan , karena ia takut kejadian itu terulang lagi.
Di kampus ternama.
Ica berhasil membuat harum nama kampusnya karena nilai yang ia dapatkan paling tertinggi dari kampus-kampus yang lainnya.
"Selamat ya ca ,kamu memang the best." Sindi langsung memeluk Ica. "makasih, kamu juga sahabat terbaik ku, kamu selalu mensupport aku." Ica pun membalas pelukan Sindi .
"Maaf , selama ini aku sering merepotkan." tutur Ica . dirinya masih mengingat kecelakaan yang melibatkan sahabatnya itu."kenapa kamu jadi mellow begini ,kita sahabat selamanya , seorang sahabat tak akan pernah merasa di repotkan."terang Sindi.
"Terimakasih banyak ."Ica tersenyum manis kearah Sindi."sama-sama , oh iya kamu hampir melupakan sesuatu." ucap Sindi. Ica mengerutkan keningnya. "tentang apa?." tanya Ica .
"Kamu ini kebiasaan deh." Sindi pura-pura merajuk. Ica tertawa lepas , ia merasa lucu melihat Sindi yang merajuk. "Anisa Zahra." Sindi berteriak kemudian menggelitik tubuh Ica , karena dirinya tau Ica pura-pura lupa.
"Ampun sin , iya-iya aku nyerah." Sindi pun berhenti. "Semalam mas Rian ngajak kita ketemuan di restoran nya ,tapi aku belum sempat ngasih tau mas Zidan, dia masih sibuk." terang Ica.
"Serius ca." mata Sindi berbinar. Ica pun mengangguk. "ya ampun ca , seneng banget , sumpah." tutur Sindi.
"Cie , yang lagi kasmaran , udah nggak sabar pengen ketemu." goda Ica. "apaan sih ca." Sindi tersipu malu .
"Assalamu'alaikum." ucap Zidan. yang tiba-tiba datang."wa'alaikum salam mas." ucap Ica sambil tersenyum manis. "selamat atas keberhasilan nya." Zidan pun membalas senyuman manis ica .
"Terimakasih banyak mas ,oh ya mas ,semalam mas Rian ngajak kita ketemuan di restoran nya, nanti malam, gimana mas apa ada waktu?." tanya Ica.
"Oke akan mas usahain ,ya udah mas tinggal dulu." ucap Zidan. ia pun bergegas kembali menuju ruang dosen untuk menyelesaikan tugas nya yang belum kelar. dirinya menjadi semangat kembali setelah melihat wajah cantik kekasihnya.
Sementara itu firman mengepalkan tangannya , melihat kemesraan Zidan dan Ica. sedari tadi dirinya menyaksikan percakapan Meraka. "gue harus lebih bisa mencuri perhatian Ica." ucap firman menyeringai.
__ADS_1
"Hai , boleh aku gabung ." ucap firman yang tiba-tiba muncul. ica dan Sindi menoleh ke arah asal suara. "boleh." ucap Ica ramah.
"Selamat atas prestasi nya." ucap firman tersenyum manis , sambil menyodorkan sebuah hadiah berupa bingkisan. "terimakasih banyak ,kamu nggak perlu repot-repot fir." ucap Ica sambil menerima bingkisan tersebut.
"Tidak apa-apa, itu hanya hadiah kecil biar kamu lebih semangat." ucap firman. Ica hanya tersenyum mendengarnya . senyuman manis ica mampu membuat mood firman kembali membaik.
"Gue semakin ingin memilikimu ca." batin firman. "tatapan si firman ko lain ya, seperti masih mengagumi ,ah mana mungkin dia kan sudah mengubur dalam-dalam cintanya. " batin Sindi. sejak tadi dirinya memperhatikan firman yang sedari tadi menatap Ica.
Cukup lama mereka mengobrol , hingga tidak menyadari kehadiran Zidan. "ehem." suara Zidan mengejutkan Ica. "mas Zidan ,apa udah siap mas." ucap Ica. "ayo." ucap Zidan tanpa menjawab pertanyaan Ica.
"Sindi aku duluan ya, jangan lupa nanti malam." Ica memeluk sambil membisikkan sesuatu ke telinga Sindi. Sindi pun mengangguk sambil tersenyum bahagia.
"Firman aku duluan terimakasih atas hadiahnya." ucap Ica. "sama-sama." firman tersenyum manis kearah Ica. Zidan yang melihat itu sedikit geram."rupanya kamu masih belum bisa melupakan Ica." batin Zidan.
Zidan berjalan sambil menggenggam tangan kekasihnya. "mas lepasin malu di lihat dosen lain." ucap Ica. Zidan terus berjalan tanpa menghiraukan perkataan Ica.
Di dalam mobil, Zidan masih bungkam tidak berbicara sedikit pun. Ica tau kekasihnya itu sedang cemburu terhadap dirinya.
Sebelum Zidan menyalakan mobilnya , Ica langsung memegang tangan Zidan.
Tanpa permisi Ica mencium sekilas bibir kekasihnya."maafin aku mas ,aku tidak bermaksud menyakiti perasaan mu." ucap Ica tangannya memegang kedua pipi Zidan.
Zidan yang mendapat ciuman dari Ica seketika hatinya terasa adem , tidak seperti tadi yang panas terbakar cemburu. Zidan akhirnya tersenyum manis sambil memegang tangan Ica yang sedang memegang kedua pipinya.
Ica merasa lega melihat Zidan tersenyum kembali. Seketika itu Zidan mencium bibir ranum Ica yang tadi sempat mencium bibirnya.
Zidan memegang tengkuk Ica ,ia memperdalam ciumannya ,Ica pun menikmati ciuman tersebut, ia membalas ciuman tersebut. Zidan ******* dan menyesap setiap inci bibir kekasihnya.
Cukup lama mereka berciuman, perlahan Zidan menghentikan ciumannya ,ia melihat bibir Ica yang sedikit bengkak karena ulahnya. Zidan mengusap bibir kekasihnya ."maaf ." ucap Zidan .
Ica kemudian bersandar di dada bidang kekasihnya , tanpa menjawab ucapan Zidan.
Zidan tersenyum manis tangannya mengusap dan mencium kepala Ica yang terhalang jilbab. "maaf mas tadi hanya cemburu." tutur Zidan. Ica menatap ke arah Zidan. "apa mas tidak marah sama Ica." tanya Ica. Zidan mencubit hidung kekasihnya.
"Aw sakit mas." Ica pura-pura sakit sambil mengusap hidung nya. "mas tidak bisa marah sama kamu ,mas hanya cemburu." tutur Zidan. hati Ica langsung berbunga-bunga mendengar perkataan Zidan.
__ADS_1
Zidan pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang ," udah makan?." tanya Zidan. Ica langsung menggelengkan kepalanya. "lain kali jangan sampai telat ,mas tak mau kamu sakit." tutur Zidan. Ica mengangguk tanda mengerti.
Zidan membelokkan mobilnya ke sebuah restoran , "Ayo." ucap Zidan . Ica langsung berjalan mengikuti langkah Zidan.
Zidan memesan makanan yang spesial di restoran tersebut , mereka pun menikmati makanan tersebut di iringi canda tawa.mereka tidak menyadari seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka.
"Sial , semakin hari semakin lengket saja mereka." ucap Mira yang sedari tadi mengikuti mobil Zidan. Mira menyaksikan Zidan yang sedang menyuapi Ica. Mira kembali masuk ke dalam mobil ,lalu menancapkan gas nya, ia pergi meninggalkan restoran tersebut dengan keadaan kesal.
ππππππ
Di tempat yang berbeda
Rian berdiri didepan cermin yang ada di dalam kamar nya , " aku melihat kamu sudah sangat bahagia ,aku harus bisa membuka hati untuk wanita lain." batin Rian .ia ingin melupakan cinta pertamanya .
~Flashback on~
Rian mencoba untuk menghubungi nomor Ica dengan video call ,ia ingin memberitahu bahwa dirinya akan mencoba untuk mengenal lebih jauh tentang Sindi.
"Halo, assalamu'alaikum ca ,apa kabar ." ucap Rian . "Wa'alaikum salam mas Rian , alhamdulilah sehat ,mas Rian sendiri bagaimana kabarnya." tutur Ica. "Alhamdulillah ca , sehat." ucap Rian sambil tersenyum manis kearah Ica.
"Mas Rian ada perlu apa?." tanya Ica. "aku ingin mengenal Sindi lebih jauh lagi ,apa kamu bisa bantu." ucap Rian. "in sya Alloh bisa, mas Rian kapan atur waktunya?.jawab Ica sambil tersenyum.
"Besok malam datanglah ke restoran ku." tutur Rian sambil menatap lekat wajah Ica. "baik mas Rian ,kami akan kesana ." tutur Ica. "terimakasih banyak ca ,ya udah aku tutup dulu assalamu'alaikum." ucap Rian sambil menutup panggilan nya. "wa'alaikum salam."ucap Ica.
~Flashback Of~
"Semoga aku bisa benar-benar melupakan mu ca." batin Rian.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
MOHON DUKUNGANNYA YA π₯° DENGAN CARA LIKE VOTE KOMENTAR DAN HADIAH YA β€οΈβ€οΈβ€οΈ
JANGAN LUPA MASUKKAN KE FAFORIT KALIAN YA π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
SEE YOU ποΈποΈποΈποΈ
__ADS_1