
Maaf Aku baru bisa update πkarena Minggu kemaren Aku sakit, Alhamdulilah sekarang Aku sudah mulai sembuh π.
Aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada kalian yang setia dan selalu mendukung karya ku iniπ₯°.
π·π·π·π·π· Happy reading π·π·π·π·π·
Sayup-sayup terdengar suara Adzan berkumandang Ica langsung terbangun dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah dan berwudhu.
Setelah selesai melaksanakan kewajibannya Ica kemudian berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi."Cuma ada telur, kalau begitu bikin nasi goreng saja,semoga Mas Zidan suka."gumam Ica.
Ica lalu memulai ritual memasaknya, tanpa disadari Zidan sedari tadi memperhatikan nya.
Zidan perlahan mendekat lalu memeluk Ica dari belakang."Mas Zidan kebiasaan deh bikin kaget saja!!." gerutu Ica. namun Zidan tetep anteng malah pelukannya semakin Ia eratkan."Mas lepas,nanti nasi gorengnya gosong."setelah Ica berbicara seperti itu baru Zidan melepaskan pelukannya.
Zidan kemudian duduk sambil tersenyum manis kearah Ica, wajah yang selalu Ia rindukan kini bisa Ia lihat kembali."Ca Kamu semakin cantik." puji Zidan."Pagi-pagi udah gombal, Mas-mas." Ica menggelengkan kepalanya.
Zidan kemudian berjalan mendekat dan semakin mendekat membuat Ica mundur beberapa langkah."Ma-Mas Zidan mau apa." ucap Ica Terbata. Zidan semakin mengikis jarak hingga tersisa beberapa centi."Mas berkata fakta."Zidan berbisik ke telinga Ica membuat tubuh Ica menegang.
"Terimakasih atas pujiannya Mas,ayo kita sarapan dulu."Ica mendorong sedikit tubuh kekasihnya itu,namun bukannya Zidan menggeser Ia malah menahan tangan Ica,Zidan mengusap bibir kekasihnya itu lalu mencium dengan sangat lembut,Ica pun membalas ciuman tersebut,Zidan menyesap setiap inci bibir kekasihnya itu.
Cukup lama mereka berciuman, perlahan Zidan menghentikan ciumannya karena Ia tidak ingin sampai melewati batas."Ayo kita sarapan."Zidan mengusap bibir Ica dengan tangannya.
Zidan menuntun tangan Ica untuk duduk. Ica pun menurut , tangannya masih di genggam oleh Zidan."Mas secepatnya ingin melamar Kamu,Mas akan memberitahu Nenek dan Kakek dulu." Zidan mencium tangan Ica.
"Mas bagaimana dengan Orang Tua mu apa mereka akan setuju?".hati Ica bercampur antara sedih dan bahagia."Meskipun Kedua Orang Tua Mas tidak setuju,Mas tetap akan melamar mu."Zidan meyakinkan Ica.
__ADS_1
Ica yang mendengar perkataan kekasihnya itu merasa terharu."Terimakasih banyak Mas,tapi ap ." belum tuntas Ica menjawab Zidan sudah menutup mulut Ica dengan tangannya."Mas tidak ingin kamu terlalu banyak berpikir tentang Kedua Orang Tua Mas, meskipun mereka ingin memisahkan kita lagi,Mas akan terus memperjuangkan mu, hingga maut memisahkan kita." Zidan mencium kembali tangan Ica.
"Terimakasih banyak Mas,kita akan berjuang bersama."Ica replek memeluk tubuh Zidan yang sangat Ia rindukan. Zidan pun membalas pelukan kekasihnya itu."Ayo sarapan dulu,nanti kita lanjutkan lagi pelukannya." Zidan sengaja menggoda Ica.
Ica langsung melepaskan pelukannya."Apaan sih Mas."Ica tersenyum kikuk.
Kini Zidan dan Ica sama-sama menikmati makanan tersebut, meskipun dengan nasi goreng tapi terasa nikmat di lidah Zidan."Masakan mu sangat enak." Zidan tersenyum manis kearah Ica."Terimakasih Mas."
Setelah selesai sarapan Zidan dan Ica kemudian pergi menuju rumah Ica. selama di perjalanan Zidan terus menggenggam tangan kekasihnya itu.
Kini Mobil yang ditumpangi mereka pun telah sampai di depan rumah Ica."Assalamu'alaikum Bu." ucap Ica. Ratna yang mendengar suara Ica begitu sangat bahagia."Nak, Alhamdulilah."Ratna memeluk Ica dengan penuh rasa syukur."Terimakasih banyak Nak Zidan." Ratna tersenyum manis kearah Zidan."Sama-sama Bu, gimana kabar Ibu."Zidan pun mencium tangan Ratna.
"Alhamdulillah Ibu sehat,apa Nak Zidan sudah selesai dengan tugas nya?." ucap Ratna.
"Alhamdulillah Bu,sudah selesai,Bu Saya akan secepatnya melamar Ica apa Ibu setuju?." ucapan Zidan mampu membuat hati Ratna bahagia."Ibu sangat-sangat setuju lebih cepat lebih baik." Zidan tersenyum manis mendapati lampu hijau dari calon mertua nya."Terimakasih banyak Bu."hati Zidan begitu sangat bahagia begitu juga dengan Ica.
"Selamat ya Kak."ucap Ifan tiba-tiba."Terimakasih banyak De ." Ica tersenyum manis kearah Ifan.
Setelah cukup lama saling bertukar cerita,Zidan pun pamit Ia ingin menemui Nenek dan Kakeknya. "Hati-hati Mas."Ica melambaikan tangannya. Zidan tersenyum manis kearah Ica sambil mengangguk.kini mobil yang dikendarai Zidan pun melesat menuju jalan raya.
πππππ
Di kediaman Johan.
"Yah ,apa Ayah tau kalau Anak kita sudah pulang?." tanya Diana."Tau Sayang, semalam anak buah Ayah memberitahu kalau Zidan sudah berada disini bahkan Zidan langsung menemui gadis kampung itu!!.!!." jawab Johan sambil menahan emosi.
__ADS_1
"Lalu rencana Kita gagal dong yah untuk memisahkan Mereka!!." Diana semakin geram karena Zidan yang sampai saat ini masih terus memperjuangkan wanita kampung yang sangat Ia benci."Kamu tenang saja,Ayah akan pikiran cara lain." Johan tersenyum licik.
π·π·π·π·π·
Zidan telah sampai di Mantion utama Kakek dan Neneknya itu.
"Seperti suara mobil."batin Nenek Zia. Ia pun berjalan menuju pintu depan , Ceklek,,,,pintu terbuka."Assalamu'alaikum Nek, gimana kabarnya,Aku kangen."Zidan langsung memeluk Neneknya itu.
"Wa'alaikum salam,Ya Tuhan ,Cucuku , Alhamdulilah Nenek sehat Cucuku ,Nenek pun sangat rindu." Nenek Zia pun membalas pelukan Cucunya itu. "Apa Kamu sudah melupakan Kakek mu ini."ucap Kakek Zean menimpali.
Zidan melepaskan pelukannya,kini Zidan beralih memeluk sang Kakek."Maafkan Aku Kek, gimana kabar Kakek?." Kakek Zean pun membalas pelukan Cucunya."Alhamdulilah Kakek sehat."
Kini Mereka pun duduk di ruang tamu."Oh ya Nek kek,Aku mau bilang kalau Cucu kalian akan melamar Ica,apa Nenek dan Kakek setuju?." tanya Zidan sedikit was-was.
"Alhamdulillah Kami senang mendengarnya,jadi kapan rencana lamarannya Cucuku?." ucap Nenek Zia sumringah."Aku ingin melamar nya malam ini Nek, gimana menurut Nenek dan Kakek."
Nenek Zia dan Kakek Zean saling pandang sambil tersenyum."Nenek dan Kakek sangat mendukung,lebih cepat lebih baik.sekarang bersiap-siap lah untuk membeli barang-barang yang akan di bawa nanti." ucap Nenek Zia.
"Nenek tenang saja ,Aku sudah mempersiapkan segala nya termasuk cincin ." Zidan tersenyum manis kearah Nenek Zia."Kamu ini memang Cucu Nenek yang sudah kebelet nikah."Nenek Zia sengaja menggoda Cucunya itu."Nenek Ini tau aja." Zidan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Zidan pun menelpon orang kepercayaan nya."Halo,gimana apa sudah siap?." tanya Zidan."Alhamdulilah sudah 90% siap Tuan tinggal menunggu pesanan katering,mereka bilang jam tiga sudah mereka antar."ucap orang tersebut."Bagus, terimakasih,pantau terus jangan sampai ada sesuatu yang mencurigakan." Zidan mempertegas ucapannya."Baik Tuan." Zidan pun mengakhiri panggilan nya.
Sementara itu di tempat yang berbeda."Aku merindukan Mu Zidan." wanita tersebut menyunggingkan senyumnya.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1
Penasaran kan ikuti terus kisahnya ya π₯°