
Masih di dalam kampus.
Mira berjalan mendekati Ica,"kamu pikir saya nggak tau , kalau kamu punya hubungan dengan Zidan" ica sedikit terkejut, sekarang ia tau kalau Mira mempunyai perasaan terhadap Zidan.
"Buk Mira menyuruh saya untuk jauhi mas Zidan ?" Ica menunjuk dirinya ,
"Ya kamu harus jauhi Zidan" Mira tersenyum sinis,"buk Mira pikir saya akan mengikuti ucap ibuk ,buk Mira salah besar , saya tidak akan menjauhi mas Zidan , kecuali kalau mas Zidan sudah tidak mau lagi bersama saya."
"Berani nya kamu bicara seperti itu pada saya , dimana rasa hormat mu terhadap seorang dosen?" Mira menahan emosi.
"Maaf sebelumnya buk Mira ,atas kelancangan saya ,tapi di sisi lain saya juga harus mempertahankan cinta saya" ucapan Ica menambah emosi Mira .
"Kamu berani sama saya"Mira mengangkat tangannya untuk menampar Ica ,tapi tangannya hanya melayang di udara karena di tahan oleh tangan Ica,
" Maaf buk Mira, tidak baik berbuat kekerasan , permisi" Ica melepaskan tangan Mira ,lalu melangkah pergi.
Mira merasa malu atas apa yang Ica lakukan "awas aja kamu Anisa ,ini baru permulaan" ucap Mira menyeringai.
Ica membuang napas dengan kasar "ffhhuuuuh , nggak nyangka buk Mira seperti itu"Ica kembali berjalan menuju ruangannya ,
Tiba tiba "ddaar" Sindi mengagetkannya "astagfirullah ,Sindi" Ica memegang dadanya ,"maaf , habisnya kamu di tungguin dari tadi nggak nongol nongol"ucap Sindi cengengesan.
"Tadi aku ketoilet , nggak tahan kebelet"Ica terpaksa berbohong,"oh gitu ,ya udah Yo ke kelas ,nanti keburu masuk"Sindi menggandeng tangan Ica, mereka berjalan sambil ngobrol di iringi gelak tawa.
Waktu istirahat pun tiba ,"ca , gimana kabar ibumu?" tanya Sindi ,"alhamdulilah sudah agak mendingan" jawab Ica sambil tersenyum ,
"Syukurlah" Sindi merasa lega mendengarnya."ca ,ke kantin Yo"belum sempat Ica menjawab ,Sindi sudah menarik tangannya,
Ica pun pasrah mengikuti langkah Sindi , sebenarnya ia ingin menghindar untuk tidak pergi ke kantin karena di sana ia akan bertemu dengan firman.
"Ca ,kamu pesan apa?" Sindi menyodorkan sebuah buku menu kantin,"nasi goreng spesial ,sama jus alpukat"Ica tersenyum lebar,
"Oke ,Bu nasi goreng spesial 2 ,jus alpukat nya 2"ucap Sindi. Ica mengerutkan keningnya "lho kok di samain "Ica sedikit heran ,
"Aku mau nyobain apa yang kamu pesan"Sindi mencubit pipi Ica karena merasa lucu melihat Ica seperti itu,"Sindi ,sakit"mereka pun saling tertawa .
__ADS_1
"Ini neng pesanannya udah siap" ibu kantin mengantarkan makanan, "makasih buk"ucap mereka kompak, ibu kantin mengangguk sambil tersenyum.
Belum sempat ibu kantin melangkah tiba-tiba seseorang memanggilnya ,"tunggu buk, saya mau pesan apa yang mereka makan."
Ica dan Sindi menoleh ke asal suara "ya tuhan kenapa dia selalu mengikuti ku!"batin Ica , " , heemm dia lagi dia lagi", ibu kantin pun mengangguk "baik tunggu sebentar."
"Apa aku boleh gabung?"firman tersenyum ke arah Ica , Ica hanya mengangguk , ia enggan berkomentar, sedangkan Sindi terus memperhatikan firman yang sedari tadi menatap Ica.
"Seperti nya si kampret ini naksir sama Ica deh !" monolog Sindi dalam hati .
"Silahkan dinikmati" ucap ibu kantin , firman hanya mengangguk , ia melirik sekilas ke arah Ica yang sedang mengaduk aduk makanannya , firman tersenyum tipis "seperti ini rasanya di cuekin" ,ia pun mulai makan.
"Ca ,aku mau bicara empat mata, bisa?" ucap firman Sindi yang mendengar itu pun langsung pamit ,
"Ca aku duluan ya , makanan nya udah ku bayar" Sindi melangkah pergi "Sindi tunggu dulu , Sindi" usaha Ica untuk menahan Sindi pun sia sia , karena Sindi tidak menghiraukan nya.
"Mau bicara apa fir"tanya Ica sedikit menahan kesal , "aku cinta sama kamu ca" jawab firman to the point ,Ica yang mendengar penuturan firman merasa terkejut ,ia tak menyangka teman sekampus nya menaruh hati terhadap dirinya.
"Terimakasih , untuk rasa cintanya ,tapi maaf aku sudah memiliki seseorang"jawab Ica tegas , firman terkejut atas jawaban yang Ica ucapkan .
"Tunggu"firman menghentikan langkah Ica , "ada apa lagi?" tanya Ica ," apa kita masih bisa berteman?" jawab firman , Ica mengangguk "tentu" ia pun kembali berjalan.
Firman tersenyum tipis "baru kali ini ,aku ditolak,, tapi tidak apa-apa , selama kamu masih mau berteman dengan ku, aku tidak akan pernah menyerah begitu saja"monolog firman dalam hati.
Ica sudah sampai di ruangan mahasiswa, "ffffhhuuuh " Ica membuang napas nya ,lalu ia di kejutkan dengan kedatangan Sindi ,"kenapa ca," Ica terlonjat kaget ,"sindiiii ,,,," Ica mengusap dadanya ,"maaf" ucap Sindi cengengesan.
"Ca ,kamu belum jawab pertanyaan ku ," tanya Sindi "yang mana?" Ica pura pura tidak ingat, "iish kamu ini ,tadi si firman ngomong apa" Sindi terus mendesak ,
"Oh , itu ,dia bilang cinta sama aku" ucap Ica santai "terus apa jawaban mu" Sindi semakin kepo , "ya aku jawab sudah punya seseorang" ucap Ica enteng "what ,siapa "Sindi semakin penasaran.
"Kasih tau nggak ya" Ica semakin membuat Sindi penasaran ,"ayolah ca kasih tau!!" Sindi mulai merengek ,
"Pak dosen killer" Ica membisikan ke telinga Sindi ,"apa pak zi "belum sempat Sindi berkata ,Ica sudah membekap mulutnya," sssttt , jangan kencang kencang,"ucap Ica pelan .
"Maaf" Sindi nyengir kuda ,"kamu serius sama pak dosen"tanya sindi selidik ,Ica hanya mengangguk.
__ADS_1
"Ya Tuhan , selamat ya, semoga kalian berjodoh" ucap Sindi tulus."aamiin , terimakasih, semoga kamu juga mendapatkan jodoh yang baik." ucap Ica sambil tersenyum manis, "aamiin terimakasih juga" mereka pun saling memeluk.
Tiba waktunya untuk pulang ,"sin aku duluan ya ,udah di tunggu sama mas Zidan" ucap Ica sedikit terburu buru, "hati hati ",Sindi melambaikan tangannya , Ica hanya mengangguk.
Di tempat parkir
"Maaf mas ,telat" Ica nyengir kuda, "ayo masuk " Zidan sedikit ketus , ia masih terlihat cemburu, sebenarnya ia melihat ketika firman sedang mengutarakan perasaannya, Ica merasa heran melihat tingkah laku Zidan .
"Kamu kenapa mas"tanya Ica selidik. "mulai hari kamu jangan terlalu dekat dengan firman" jawab Zidan tegas "baik mas "Ica tak ingin membantah.
Ica memberanikan diri untuk memegang tangan Zidan," maaf mas ,aku tak tau kalau firman menaruh hati pada ku , sungguh " lalu Ica mengangkat kedua jarinya ✌️.
Zidan tersenyum melihat tingkah Ica ,"aku hanya cemburu ,aku takut kamu meninggalkan ku" ucap Zidan ,
"Tatap mataku mas ,apa aku hanya main main dengan mu mas?" Zidan langsung menatap mata Ica ,"gimana mas apa ada kebohongan" Zidan replek menggelengkan kepalanya .
Ica langsung mengeluarkan air mata, "kamu kenapa menangis" Zidan menghapus air mata ica.
"Ini air mata bahagia , terimakasih telah mempercayaiku "Ica tersenyum manis, "terimakasih sudah setia terhadap mas".Zidan pun tersenyum manis kearah Zidan.
"Jadi rival ku seorang dosen,menarik ," firman menyeringai.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
MAAF TELAT UPDATE 🙏 HAPUNTEN PISAN 🙏
MOHON DUKUNGANNYA YA 🥰❤️
DENGAN CARA LIKE VOTE KOMENTAR DAN HADIAH YA 🥰❤️😘
TERIMAKASIH KEPADA SEMUA PENDUKUNG SETIA KU, ❤️ SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU 🥰
JANGAN LUPA MASUKKAN KE FAFORIT KALIAN YA 🥰🥰🥰❤️😘
DUKUNGAN DARI KALIAN ADALAH PENYEMANGAT KU ❤️❤️❤️❤️🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1