
"Jangan mendekat, selangkah saja mendekat tambah satu hari hukuman mu." kata Elle dengan sorot mata tajam melihat suaminya yang ingin mendekat.
"Tapi sweety." kata Arc berjalan satu langkah
"Tiga puluh satu hari hukuman." kata Elle
"Sweety" kata Arc kembali melangkah
"Tiga puluh dua hari hukuman." kata Elle
"Sweety, Jagan menghukum ku seperti itu." kata Arc memelas
"Tidak, ini sudah keputusan mutlak tidak bisa diganggu gugat. Benarkan sayang." kata Elle sambil mengelus kepala Carl
"Benal, keputusan mutlak." kata Carl
"Tapi-perkataan Arc langsung dipotong oleh Elle.
"Tidak ada tapi-tapian." kata Elle
"Carl anak Daddy tersayang, Carl harus mendukung Daddy ya." kata Arc dari tempatnya berdiri
"Apa Edy mau dapat dukungan cal?" kata Carl
"Iya, Carl harus mendukung Daddy" kata Arc
"Kalau begitu belikan Cal helikoptel mewah sekarang juga, kalau tidak cal tidak dukung Edy " kata Carl sambil melihat Elle dan memainkan matanya.
"Hahahaha, bagus anak Mommy kita harus memoroti uangnya." kata Elle berbisik ditelinga Carl.
"Ya ampun kalian berdua ini sangat matre." kata Arc melihat kelakuan anak dan istrinya.
__ADS_1
"Ayo sayang kita kekamar, jika dia tidak membelikan yang kita mau kita cari Daddy baru saja." kata Elle yang sengaja mengeraskan suaranya agar Arc mendengar.
"Jangan coba-coba, kalian mencari Daddy baru." teriak Arc langsung menyuruh Jhon untuk membelikan apa yang diinginkan oleh Carl atas hasutan Elle.
"Dasar anak dan istri sama-sama mata duitan." kata Arc prustasi atas kelakuan Carl dan Elle.
Sedangkan didalam mansion Boy, Kayo dibuat risih karena Boy selalu menempel padanya.
"Jangan menempel terus, pergi sana." kata Kayo yang sudah risih dengan kelakuan Boy
Sedangkan Mama Kinan dan Papa Luis yang melihat anaknya yang menempel terus pada istrinya hanya bisa tersenyum melihatnya.
"Hei boy, jangan menempel terus kepada istrimu. Pergi sana bekerja mencari uang untuk anak dan istrimu." kata Papa Luis
"Tampa aku hadir diperusahaan aku akan tetap mendapatkan uang, Papa saja yang pergi sana ke perusahaan untuk bekerja." kata Boy sombong.
"Kurang ajar anak ini, orang tuanya disuruh bekerja." kata Papa Luis "Sayang lihat anakmu dia menindas ku." kata Papa Luis
"Sayang jangan melihat orang tua Bangka itu, lihat aku saja yang tampan ini." kata Boy menangkap wajah Kayo menghadap wajahnya.
"Lepas Boy, jangan seperti ini." kata Kayo
"Tidak mau." kata Boy
"Lepas atau tidak kau tidur diluar nanti malam." kata Kayo
"Jangan, aku tidak mau tidur diluar." kata Boy langsung melepas tangannya dari wajah Kayo.
"Hahahaha kau patuh sekali dengan istrimu." kata Mama Kinan.
"Aku harus patuh ma, dari pada aku harus tidur diluar." kata Boy
__ADS_1
Mereka mengobrol bersama di ruang tamu, membuat satu orang yang melihat dari arah yang tak jauh dari sana sangat marah.
"Awas saja akan aku buat wanita itu keluar dari mansion ini." kata wanita tersebut.
"Hei kau cepat pergi keluar untuk membeli kue yang Nyonya inginkan." kata kepala pelayan kepada wanita tersebut.
"Baik." kata wanita tersebut.
wanita itu pun pergi ke toko kue yang telah di sebutkan oleh kepala pelayan. Sepanjang jalan dia selalu menggerutu atas kedatangan Kayo di mansion tersebut.
"Dasar wanita murahan, awas saja akan buat dia diusir dari mansion itu. Apa bagusnya dia sehingga Tuan muda memilihnya." kata wanita itu
Saat akan keluar dari toko kue tersebut seseorang memanggilnya, sehingga memberhentikan langkahnya.
"Ada apa." kata wanita itu
"Apa anda punya waktu, ada yang ingin saya katakan." kata seorang pria yang memanggilnya tadi.
"Membicarakan apa ya." kata wanita itu
"Ada hal yang akan menguntungkan bagi Anda jika mau bekerja sama dengan saya." kata pria itu
"Keuntungan apa" kata wanita itu penasaran saat pria tersebut mengatakan keuntungan.
"Sebaiknya kita berbicara didalam saja sambil makan kue ditempat ini." kata pria tersebut.
"Baiklah, tapi hanya sebentar saja " kata wanita itu saat melihat jam karena masih ada waktu untuk mengobrol sebentar.
Mereka pun masuk kedalam toko kembali untuk membicarakan sesuatu.
Bersambung .....
__ADS_1