
Malam harinya, Shen dan keluarganya sudah datang ke mansion kakek Jiazhen.
"Selamat datang Tuan Shen, nyonya Nuan dan Tuan Muda Yong." kata para pelayan yang menyambut kedatangan keluarga Shen.
"Hemmmm, dimana Papa ku." kata Shen sambil berjalan masuk kedalam mansion.
"Tuang besar sudah menunggu di meja makan Tuan Shen." kata kepala pelayan.
Mereka langsung menuju ruang makan, disana mereka hanya melihat kakek Jiazhen saja dan tidak melihat Elle.
"Selamat malam Papa" kata Shen sambil memeluk kakek Jiazhen
"selamat malam Papa" kata Nuan kepada kakek Jiazhen
"Selamat malam kakek, maaf baru bisa datang sekarang karena kesibukanku. Dan maaf sudah membuatmu malu saat pesta ulang tahun perusahaan." kata Yong sambil memeluk kakek Jiazhen.
"Iya, duduklah sebentar lagi kita akan makan malam bersama." kata kakek Jiazhen.
Mereka langsung duduk di kursi yang sudah di dorong oleh para pelayan untuk mereka.
"Dimana adikku, kakek." kata Yong
"Sebentar lagi dia akan turun kebawah." kata kakek Jiazhen kepada Yong dengan menampilkan senyumnya tapi didalam hatinya sudah merasa dongkol dengan mereka yang ada didepannya.
"O...., apa suaminya tidak ikut kesini kakek." kata Yong
"Tidak, suaminya sangat sibuk mengurus perusahaannya." kata kakek kepada Yong.
Mereka bertiga belum mengetahui jika Elle adalah istri dari Arcelio Alexander yang sangat terkenal dengan kekayaannya dan juga kekejamannya jika menyangkut keluarganya.
Tidak berapa lama dua wanita memasuki ruang makan. Shen dan juga Nuan sangat terkejut saat melihat seorang wanita yang sangat dikenalnya.
"Annchi" batin Shen dan juga Nuan.
Sedangkan Yong hanya biasa saja, karena dia tidak ingat lagi dengan wanita yang ada disamping Elle.
"Hai apa kabar adik ipar" kata Annchi saat sudah sampai dimeja makan.
"B...bukannya kau sudah mati" kata Nuan
"Ha ha ha ha malaikat mau memberiku kesempatan hidup untuk membalas dendam atas kematian suamiku." kata Annchi kepada Nuan sambil duduk diikuti oleh Elle.
"Kurang ajar wanita ini, kenapa dia tidak mati saja waktu itu." batin Nuan
"Apa kau tau siapa yang membunuh Chen?" kata Shen
"Tidak, aku akan mulai menyelidikinya." kata Annchi
"Kau tidak akan tau, karena malam ini adalah malam terakhir kalian membuka mata." batin Shen.
Tidak berapa lama Huanran dan Kayo datang ke ruang makan membuat Yong dan keluarganya sangat terkejut atas kehadiran Huanran.
"M...mengapa kau disini." kata Yong
"Karena suamiku juga disini" kata Huanran sambil duduk.
"S....suami." kata Yong terbata
"Tadi pagi Huanran menikah dengan asisten Elle." kata kakek Jiazhen
"Bagaimana bisa, bukannya kalian baru saja bertemu." kata Nuan
"Itu karena ada seseorang yang ingin meperk*saku tapi ditolong oleh suami, tapi malah dinikahkan dengannya." kata Huanran sambil menatap Yong dengan tatapan mata tajamnya.
__ADS_1
"Berengsek, aku gagal mendapatkannya. Tapi tenang saja malam ini semua yang ada disini akan lenyap dan aku akan mendapatkannya kembali." batin Yong.
"Dimana suamimu Ran." kata kakek Jiazhen
"Sebentar lagi akan turun kakek, tadi dia sedang menelpon." kata Huanran.
tidak berapa lama Egon datang, dan langsung duduk didekat istri ya. Didalam hati Egon sangat gugup karena berdekatan dengan istrinya setelah apa yang terjadi di dalam kamar tadi sore. Huanran juga merasakan apa yang dialami Egon.
Saat Egon melihat ke arah nonanya, dia langsung menenangkan diri agar bisa berkonsentrasi dengan apa yang akan dilakukan nanti agar tidak terjadi kesalahan.
"Ayo semuanya kita makan." kata kakek Jiazhen
"Iya ayo silahkan makan, semua hidangan ini aku yang membuatnya." kata Mama Annchi
Mereka makan dengan tenang, Yong sesekali melirik Huanran yang sedang makan disamping pria yang sudah menjadi suaminya.
"Awas saja kau yang pertama akan aku bunuh, karena Huanran hanya milikku, karena dia adalah ATM ku." batin Yong.
"Apa kau sudah berhasil masuk ke kandang" kata Elle yang tiba-tiba
Semua orang memandang kearah Elle yang berbicara tiba-tiba.
"Kenapa memandang ke arahku, aku bertanya kepada Egon apa dia sudah berhasil masuk ke kandang istrinya." kata Elle
Membuat huanran terbatuk-batuk, mendengar itu Egon langsung membantu Huanran.
"Ya ampun Elle kau membuat aku malu saja." batin Huanran
"Nona ini tidak tau situasi saja." batin Egon.
"Ha ha ha kau ini Elle bertanya seperti itu membuat mereka tersedak saja. Kita makan saja dulu nanti mengontrolnya." kata kakek Jiazhen
"Baiklah kakek, aku kan hanya bertanya saja." kata Elle yang langsung melanjutkan makannya.
Dor
Dor
"Kakek a....apa itu?" kata Elle seperti orang ketakutan.
"Tenanglah Elle, kakek akan melihatnya kau disini saja bersama yang lainnya." kata kakek
"Saya juga akan melihatnya nona, sebaiknya anda disini saja dengan yang lainnya." kata Egon
"Papa aku ikut" kata Shen yang seakan ingin membantu kakek Jiazhen
"Tidak usah kau disini saja." kata kakek Jiazhen
"Tapi a-" perkataan Shen dipotong oleh kakek Jiazhen
"Disini saja bersama dengan yang lainnya." kata kakek
"Baiklah." kata Shen sambil memperlihatkan wajah sedihnya. "Itu yang aku mau, siapa juga yang akan ikut denganmu yang sedang menuju kematian." batin Shen
Elle yang mendengar itu ingi sekali membedah otak Shen yang sangat serakah itu.
"Kakek jangan, aku takut." kata Elle dengan tangisnya
"Iya Papa aku juga takut, lebih baik kita disini saja biar para penjaga yang melawan mereka." kata Annchi dengan suara tangisnya saat mendengar suara tembakan yang terus terdengar di ruang tamu.
Huanran dan Kayo berada dipojokan seperti orang ketakutan saat mendengar suara tembakan tersebut.
Shen dan keluarganya yang melihat itu merasa senang didalam hatinya. Karena melihat wajah semua wanita ketakutan.
__ADS_1
"Iya Papa lebih baik disini saja, aku takut Papa kenapa-kenapa." kata Nuan dengan wajah ketakutan yang dibuat-buat.
"Ya kakek disini saja." kata Yong
"Sudah diam lah, ayo Egon kita lihat apa yang terjadi diluar." kata kakek sambil berjalan diikuti dengan Egon.
Tembakan terus saja terjadi di ruang tamu, membuat orang yang ada di ruang makan sangat ketakutan.
"Mama bagaimana keadaan kakek." kata Elle kepada Mama Annchi
"Tenanglah Elle kakek pasti baik-baik saja." kata Mama Annchi
Sudah beberapa saat masih saja terdengar suara tembakan tapi tidak terlalu banyak lagi, tiba-tiba terdengar teriakan kakek Jiazhen membuat yang ada disana terkejut mendengarnya.
"Kakek" teriak Elle sambil berjalan keluar dari ruang makan tersebut diikuti dengan yang lainnya.
"Sebentar lagi kita bisa memusnahkan mereka" batin Shen
"Aku akan menjadi lebih kaya." batin Nuan
Saat mereka tiba diruang tamu mereka melihat banyak sekali mayat yang tergeletak di sana, dan juga tubuh kakek dan Egon yang sudah berlumuran darah. Dan beberapa orang yang berdiri di dekat pintu mansion sambil memegang senjata api.
"Kakek" teriak Elle dan menghampiri kakek yang sudah hampir pingsan karena berlumuran darah.
Sedangkan Huanran yang melihat Egon yang sudah tergeletak bersimbah darah langsung menghampirinya.
"Hei bangun, mengapa kau diam saja. Aku tidak mau menjadi janda yang belum genap sehari ditinggal mati suaminya." kata Huanran menggoyangkan tubuh Egon.
Kayo dan Mama Annchi menghampiri Elle untuk menenangkannya.
"Apa yang kau lakukan hah, mengapa menyakiti kakek ku." teriak Elle kepada para pembunuh.
"Ha ha ha tanyakan saja pada orang itu, kami hanya menjalankan perintahnya." kata salah seorang pria bertopeng.
"Apa maksudnya ini." kata Elle melihat kearah Shen dan keluarganya.
"Apa kau maksud, yang jelas aku ingin memiliki harta tua Bangka itu karena itu malam ini kami akan menyingkirkan kalian." kata Shen dengan tertawa bahagianya karena sudah berhasil menjalankan rencananya yang sebentar lagi akan berhasil.
"Kurang ajar kau, aku akan membunuhmu." kata Elle yang sudah berdiri.
"Ha ha ha kau tidak akan bisa menyakitiku sama dengan Papa mu yang sudah mati terlebih dahulu. Aku akan mengantarkan kalian untuk bertemu dia di alam baka." kata Shen
"Kurang ajar, jadi kau yang membunuh suamiku, aku akan membunuhmu." kata Mama Annchi yang akan memukul Shen tapi tidak jadi saat mendengar suara tembakan
"Kau tidak akan bisa membunuh kami, karena kau yang akan mereka bunuh " kata Nuan
"Benar apa yang orang tua ku katakan, hari ini adalah malam terakhir kalian. Kalian semua bunuh mereka kecuali wanita ini." kata Yong sambil menarik Huanran kedalam pelukannya.
"Kita akan bersenang-senang sayang, karena suamimu telah mati." kata Yong sambil memeluk Huanran.
"Lepaskan aku bajingan." teriak Huanran
"Hahaha tidak akan." kata Yong.
"Cepat tembak mereka semua dan musnahkan semua orang yang ada di mansion ini termasuk para pelayan." kata Shen
"Baiklah" kata salah satu pria bertopeng.
Dor
Dor
Bersambung ...
__ADS_1