
Sekitar satu jam perjalanan, mobil yang membawa Olivia masuk kedalam sebuah mansion yang sangat megah membuat Olivia langsung memikirkan hal licik agar dia bisa tinggal di mansion tersebut.
"Sepertinya dia anak orang kaya." batin Olivia sambil melihat keluar jendela.
"Lihatlah mansion ya sangat mewah." batin Olivia "Apa itu mengapa di mansion ini ada mansion lainnya, seberapa kaya pria ini." batin Olivia
"Maaf tuan, apa saya tidak merepotkan Anda jika membawa saya ketempat ini." kata Olivia dengan suara lembutnya.
"Tidak apa, tidak akan ada yang melarang ku membawa siapapun ke mansion ini." kata pria tersebut.
"M...maaf Tuan apa istrimu tidak akan marah." kata Olivia kembali
"Ha ha ha ha aku belum menikah, aku masih lajang." kata pria itu kembali, dan langsung memberhentikan mobilnya karena sudah sampai di depan mansion yang berada di belakang mansion utama.
"Wah kebetulan yang sangat menguntungkan, dia tidak kalah kaya dari Tuan Arc." batin Olivia sambil tersenyum.
Pria itu langsung keluar di ikuti oleh Olivia yang juga keluar dari mobil, di depan mansion mereka telah disambut oleh para pelayan.
"Siapkan kamarnya di lantai bawah, aku akan ke mansion utama." kata pria tersebut dan diangguki oleh para pelayan.
"Tinggallah disini, dan anggap seperti rumah sendiri." kata pria tersebut.
"Terimakasih Tuan." kata Olivia sambil memperlihatkan senyumnya.
Pria itu langsung pergi kemansion utama, untuk bertemu dengan seseorang. Tidak berapa lama pria tersebut telah sampai di depan sebuah ruangan dan masuk kedalamnya setelah mendapat izin dari seseorang yang berada didalamnya.
"Apa kau membawa buruan kita, Bruno." kata Elle
"Sudah nona." kata pria itu yang tidak lain adalah Bruno.
"Bagus, kau harus memantaunya terus." kata Elle
"Baiklah nona." kata Bruno "Aku malas sekali bertemu dengan wanita itu, wajahnya membuat aku ingin muntah." batin Bruno
"Tenang saja Bruno, aku akan memberimu hari libur untuk mencari kekasih jika hal ini sudah selesai." kata Elle setelah mendengar pikiran Bruno.
"Siap nona." kata Bruno dengan semangat
"Sekarang pergilah" kata Elle dan diangguki oleh Bruno.
Sedangkan Olivia yang sudah diantar di kamar yang telah di persiapkan untuknya sebagai calon percobaan nona mereka.
__ADS_1
"Silahkan nona, ini kamar Anda. Jika membutuhkan sesuatu anda bisa menekan tombol ini nona, karena tombol ini sudah terhubung di telpon yang ada di dapur." kata seorang pelayan dengan wajah datarnya.
"Wah kamar ini sangat besar dan sangat bagus." batin Olivia
"Baiklah, keluarlah aku ingin membersihkan diri.Dan jangan lupa bawakan aku makanan " kata Olivia dengan angkuhnya dan langsung menuju kamar mandi.
Setelah mengantar Olivia kedalam kamar, pelayan tersebut langsung menuju dapur untuk membuat apa yang di inginkan oleh Olivia. Karena itu sudah pesan dari nona mereka agar memberikan kebahagian kepada calon percobaan nona mereka sebelum calon percobaan itu masuk kedalam tempat yang semestinya.
Setelah selesai membuat apa yang di inginkan oleh Olivia pelayan tersebut langsung mengantarkannya ke kamar Olivia. Setelah mengetuk dan mendapat sahutan oleh Olivia, pelayan tersebut langsung masuk dan meletakkan makanan yang di inginkan Olivia.
"Silahkan nona." kata pelayan tersebut
"Hemmm pergilah." kata Olivia tanpa mengucapkan terima kasih.
"Ternyata enak juga tinggal di sini, semua pakaian yang ada di ruang ganti sangat pas di badannya dan juga pakaian itu semuanya bermerek. Jika aku bisa memilikinya aku tidak akan kesusahan setelah diusir dari wanita tua itu." kata Olivia sambil memakan makanannya.
"Aku harus menggodanya, agar mau denganku." kata Olivia kembali.
Sedangkan Bruno yang sedang melihat apa yang terjadi di dalam kamar yang ditempati oleh Olivia dan melihat apa yang sedang wanita itu kerjakan melalui cctv langsung merinding mendengar perkataan Olivia.
"Dasar wanita gila." kata Bruno.
"Ada apa?" kata Bianca yang baru masuk ke dalam ruang kontrol.
"Mana aku tau apa yang dikatakannya, memang apa yang dikatakannya?" kata Bianca
"Dia ingin menggodaku dengan tubuhnya yang sudah di obral ya murah itu." kata Bruno
"Ha ha ha coba saja, mana tau kau ketagihan." kata Bianca
Plak
"Dari pada aku dengannya lebih baik aku jomblo seumur hidup." kata Bruno yang menyentil kening Bianca.
"Aduh sakit, aku hanya bercanda saja. Aku juga tidak mau jika dia menjadi kakak iparku." kata Bianca sambil mengusap keningnya yang sakit karena sentilan Bruno.
Sedangkan di mansion Fernandes, Kayo membuat Boy pusing tujuh keliling karena permintaan istrinya yang sungguh sangat aneh. Kayo meminta dirinya memakai pakaian yang bercorak harimau dan pergi ke mall untuk jalan-jalan.
"Cepatlah pakai pakaiannya." kata Kayo sambil menyodorkan pakaian yang membuat Boy sangat malu untuk memakainya.
"Tapi Mom, pakaian itu sangat-" perkataan Boy langsung terhenti ketika Kayo langsung keluar dari kamar mereka dan pergi menemui Mama Kinan yang akan membuat Maslah kecil menjadi besar.
__ADS_1
"Mommy" teriak Boy sambil berlari mengejar Kayo yang telah pergi terlebih dahulu.
"Mati aku jika Kayo sudah mengadu pada nyonya besar dirumah ini." batin Boy
Kayo yang sudah sampai di taman dimana Mama Kinan sedang bersantai langsung menghampiri wanita tua itu.
"Mama" kata Kayo dan langsung memeluk Mama Kinan
"Ada apa." kata Mama Kinan sambil mengurai pelukannya.
"Kayo mau menginap di mansion Elle saja." kata Kayo
"Mengapa tiba-tiba ingin menginap disana." kata Mama Kinan
"Itu ka-" perkataan Kayo terhenti ketika Boy langsung menyahutinya.
"Mommy, jangan marah Daddy minta maaf ya." kata Boy
"Ayo Mama, antar Kayo ke mansion Elle." kata Kayo yang menganggap Boy tidak ada di sana.
Mama Kinan yang melihat apa yang terjadi baru paham ternyata anaknya telah membuat menantunya itu marah.
"Ayo sayang, Mama antar Kemansion Elle. Mama sudah lama tidak ke sana juga, Mama sudah merindukan pria kecil itu." kata Mama Kinan yang mengingat Carl yang memiliki mulut yang sangat manis.
"Iya Ma, Kayo juga merindukannya. Malam ini Kayo ingin tidur bersamanya, karena suamiku sudah tidak mau menuruti ke inginku lagi." kata Kayo yang berjalan mengikuti Mama Kinan tanpa mempedulikan Boy
"Mommy" kata Boy, tapi tetap tidak dipedulikan Kayo
"Mommy, Daddy akan memakainya." kata Boy kembali
Kayo yang mendengar itu tersenyum, tapi tidak membalikkan tubuhnya dan tetap berjalan beriringan dengan Mama Kinan.
"Aku akan membuatnya menderita karena menolak keinginanku tadi." batin Kayo.
"Mommy." kata Boy yang mengikuti istrinya dan Mama Kinan.
"Apa Mama mendengar suara-suara" kata Kayo
"Tidak ada, apa di mansion ini ada hantunya." kata Mama kinan.
"MAMA" teriak Boy ketakutan saat Mama Kinan menyebut kata hantu dan langsung memeluk Kayo.
__ADS_1
Membuat dua wanita itu tertawa dengan bahagia karena berhasil mengerjai Boy yang sangat takut akan keberadaan hantu.
Bersambung.....