Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Kedatangan Kakek Alexander


__ADS_3

Di sebuah rumah yang mewah, seorang pria baru saja keluar dari kamarnya dan langsung duduk di kursi di dekat meja makan.


"Abang, bolehkah aku ikut ke perusahaan barumu." kata seorang wanita muda.


"Mau apa kau ke perusahaan ku, jangan membuat masalah Bella." kata pria itu yang tidak lain adalah Mark.


"Aku hanya ingin melihat-lihat saja Abang." kata Bella


"Biarkan saja adikmu ikut, siapa tau ada pria kaya yang tertarik dengan adikmu. Kau taukan jika di negara kita dulu namanya sudah tercoreng." kata Mama Sofie


"Karena itulah aku tidak mau dia ikut, aku tidak mau dia membuat keributan nantinya." kata Mark kembali sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Aku janji tidak akan membuatmu malu lagi Abang." kata Bella


"Iya bawa saja adikmu." kata Mama Sofie


"Baiklah, tapi kau jangan membuat aku malu nanti ya." kata Mark


"Asyik, aku janji tidak akan membuat malu Abang." kata Bella


Setelah menyelesaikan sarapan mereka, Mark dan Bella langsung menuju halaman depan karena sang asisten telah menunggunya.


Sepanjang jalan, Mark memikirkan bagaimana cara memisahkan Elle dan juga Arc.


"Apa yang harus aku lakukan, agar mereka berpisah." batin Mark sambil melihat kearah jendela.


"Abang" kata Bella memanggil Mark tapi tidak disahuti oleh Mark


"Abang" kata Bella sekali lagi sambil menyentuh lengan Mark, membuatnya langsung menoleh kearah adiknya.


"Ada apa?" kata Mark setelah sadar dari lamunannya.


"Aku bertanya apa perusahaan Arc company akan bekerja sama dengan perusahaan Abang." kata Bella


"Memang ada apa" kata Mark


"Apa Abang bisa membawaku jika bertemu dengan Tuan Arc. Aku sangat mengaguminya " kata Bella


"Jangan membuat hal yang bisa membuat aku malu nantinya." kata Mark, tapi tiba-tiba sebuah ide muncul di pikirannya.


"Lebih baik aku memanfaatkan Bella saja, dari pada menunggu Olivia yang sudah beberapa hari ini tidak pernah bisa di hubungi. Aku akan membuat Elle dan Arc berpisah dengan bantuan adikku. Terlebih lagi aku akan mendapatkan untung jika Bella bisa mendapatkan Arc." batin Mark dan tersenyum senang, membuat Bella merasa heran.


"Ada apa denganmu." kata Bella sambil menyenggol lengan Mark sehingga membuat Mark tersadar.


"Apa." kata Mark


"Seharusnya aku yang bertanya ada apa, aku heran mengapa Abang senyum-senyum tidak jelas seperti orang tidak waras saja." kata Bella.


"Apa kau menyukai Tuan arc" kata Mark kepada Bella

__ADS_1


"Tentu saja, dia adalah pria yang sangat menawan apalagi dengan statusnya seorang pewaris dari kekayaan Alexander siapa yang tidak kesemsem dengannya." kata Bella panjang lebar.


"Apa kau mau bertemu dengannya?" kata Mark


"Tentu, aku akan mencoba mendapatkannya dan menjadikannya milikku." kata Bella


"Aku akan membantumu, tapi kau harus serius untuk mengejarnya sampai menjadi milikmu." kata Mark kembali.


"Baiklah, Abang akan membantumu." kata Mark sambil tersenyum senang.


"Aku akan mendapatkan mu kembali Elle, tidak ada yang pantas bersanding denganmu selain aku." batin Mark.


"Benarkah, Abang akan membantuku bertemu dengannya." kata Bella


"Hemmmm" kata Mark


"Yes akhirnya, aku harus bisa mendapatkan Tuan Arc yang kaya raya itu sehingga aku bisa hidup tenang dan akan aku pamerkan kepada orang-orang yang telah menghinaku." batin Bella.


Sedangkan orang yang sedang dibicarakan oleh Mark dan Bella asyik makan sambil di suapi sang istri. Entah mengapa akhir-akhir ini Arc selalu ingin di manja oleh sang istri.


"Sweety, mengapa telingaku berdenging." kata Arc kepada Elle


"Benarkah, sepertinya ada yang sedang membicarakan mu." kata Elle sambil menyuapi Arc pada suapan terakhir.


"Kenyang." kata Arc


"Jelas kenyang, kau makan dua piring" kata Elle sambil mengelap mulut Arc. "Sekarang pergilah bekerja." kata Elle


"Ya ampun honey, aku tidak mengusirku. Aku hanya bilang saatnya untuk bekerja mencari uang untuk anak-anak kita." kata Elle sambil mengelus wajah Arc.


"Tapi aku tidak mau." kata Arc


"Cih dasar pria cengeng." sebuah suara mengejek Arc


Mendengar ada yang mengejeknya, Arc langsung menoleh kearah suara, tiba-tiba saja mood Arc langsung buruk setelah mengetahui siapa yang mengejeknya.


"Apa yang kau lakukan disini, suami kedua." kata Arc kepada seseorang tersebut.


"Cih tentu saja menemui kesayangan ku ini." kata seseorang tersebut yang langsung memeluk Elle


"Lepaskan istriku, kakek." kata Arc dan melepas secara paksa pelukan kakek Alexander


"Honey, jangan seperti itu dengan kakek." kata Elle


"Aku tidak suka dia memelukmu." kata Arc


"Dasar pelit." kata kakek Alexander "mengapa jam segini kau belum bekerja." kata kakek Alexander kembali.


"Terserah aku, aku bosnya mau datang apa tidak." kata Arc sambil memeluk Elle agar kakeknya tidak bisa mengambil istrinya.

__ADS_1


"Ya ya ya terserah kau saja, mana yang lainnya Elle." kata kakek Alexander


"Yang lainnya sudah pada pergi, kalau Mama sedang berada di taman belakang." kata Elle


"Dan cicit kakek Carl ada di mana?" kata kakek Alexander


"Dia sedang belajar kakek." kata Elle kembali


"Hei dia masih kecil untuk belajar." kata kakek Alexander


"Tanyakan saja pada cucu kakek itu, dia yang memaksa Carl agar belajar pada umur yang masih kecil." kata Elle


"Kau orang tua yang sungguh kejam Arc, anakmu itu masih kecil." kata kakek Alexander


"Tenang saja kakek dia itu anak yang pintar, dia tidak sama seperti anak-anak yang seumuran dengannya." kata Arc


"Terserah padamu saja, tapi jangan membuat dia belajar terus karena saat ini adalah masa Carl untuk bermain-main." kata kakek


"Iya aku tau." kata Arc "Apa tujuan kakek datang kesini, jangan bilang kakek mau mengajak istriku pergi jalan-jalan." kata Arc kembali


"Ha ha ha tebakan mu benar sekali." kata kakek Alexander


"Aku tidak mengizinkannya, jika kakek ingin pergi jalan-jalan pergi saja sendiri." kata Arc


"Elle apa kau tidak kasian dengan kakek, sudah lama kita tidak pergi jalan-jalan dan kakek baru bisa bertemu sekarang ini." kata kakek Alexander sambil memperlihatkan wajah sedihnya


"Iya kakek, Elle akan menemani kakek pergi jalan-jalan." kata Elle mengelus punggung tangan kakek Alexander


"Tapi Sweety, kau harus-" perkataan Arc langsung dipotong Elle


"honey, aku mau jalan-jalan dengan kakek. Aku akan mengajak yang lainnya juga." kata Elle memperlihatkannya kah berbinar ya.


Setelah Elle membujuk cukup lama akhirnya Arc mengijinkan Elle dan kakek untuk pergi jalan-jalan.


"Baiklah, aku akan mengijinkan. Tapi kau harus mengajak yang lainnya dan juga membawa bodyguard." kata Arc


"Tapi aku tidak mau kalau ada bodyguard nya." kata Elle


"Kalau begitu tidak akan aku ijinkan." kata Arc


"Baiklah, aku mau." kata Elle dengan wajah cemberut ya.


Cup


"Jangan memperlihatkan bibir seperti itu Sweety." kata Arc setelah mencium bibir Elle sekilas


"Cih dasar cucu durhaka memperlihatkan kemesraan di depan kakeknya yang jomblo ini." kata kakek Alexander.


"Ha ha ha terima saja nasib kakek yang jomblo itu." kata Arc sambil tertawa melihat wajah kakek Alexander yang cemberut.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2