Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Siapa???


__ADS_3

Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya Elle mengajak Kayo pergi ke mall.


"Ayo sayang kita pergi jalan-jalannya." kata Elle menghampiri Carl yang sedang merakit robotnya.


"Oke My." kata Carl dan meletakkan mainannya kembali.


Elle langsung menggendong Carl dan keluar dari ruangannya, bertepatan dengan Daniel yang ingin keruangan ya.


"Nona" kata Daniel


"Ada apa?" kata Elle kepada Daniel


"Ada dokumen yang harus nona tandatangani sekarang." kata Daniel.


"Apa sudah kau analisa dokumen tersebut" kata Elle menurunkan Carl dan mengambil dokumen yang diserahkan Daniel.


Sudah Nona," kata Daniel


"Ini, aku akan pergi jadi kau urus masalah yang ada di perusahaan." kata Elle kepada Daniel dan pergi dari hadapan Daniel.


"Baik nona." kata Daniel


Kayo yang sudah menunggu nona ya didekat mobil, langsung membukakan pintu mobil saat nona ya sudah dekat dengannya.


"Ayo kita pelgi jalan-jalan." teriak Carl


"Iya sayang, Carl boleh beli apapun yang Carl mau." kata Elle kepada Carl sambil masuk kedalam mobil.


Setelah beberapa saat Elle beserta rombongan sudah sampai di dekat Mall.


"Carl ingin membeli apa sayang" kata Elle setelah mereka masuk kedalam mall tersebut.


"Carl ingin membeli mainan My" kata Carl sambil menunjuk sebuah toko mainan yang besar didalam mall tersebut.


"Ayo kita pergi membelinya." kata Elle sambil menggandeng Carl dan diikuti Kayo, sedangkan para bodyguard menyamar seperti orang biasa karena Elle yang memintanya.


Mereka menuju toko mainan yang sangat besar didalamnya terdapat banyak sekali mainan. Carl yang melihat itu merasa sangat senang, Carl sangat antusias memilih mainan yang dia inginkan. Pada saat memilih mainan, Carl tidak sengaja menabrak seorang anak laki-laki yang membuat mereka saling jatuh sehingga mainan yang dipegang oleh anak laki-laki tersebut terjatuh dan rusak. Carl langsung bangun dariketerjatuhannya.


"Hai kau, apa yang kau buat hah. Lihat mainan ku jadi rusak gara-gara kamu." kata anak laki-laki tersebut dan mendorong Carl sampai terjatuh kembali.

__ADS_1


Melihat Carl terjatuh Elle langsung menghampiri Carl dan membantunya untuk berdiri.


"Apa Carl terluka sayang?" kata Elle kepada Carl


"Tidak My" kata Carl sambil memeluk Elle


Seorang wanita dan pria menghampiri Elle dan juga Carl. Saat mereka sudah sampai pria tersebut langsung tercengang pada Carl.


"Mengapa anak itu disini? bukannya dia sudah aku jual bersama dengan ibunya." batin pria tersebut, Elle yang mendengar pikiran pria tersebut langsung melihat kearah pria tersebut.


"O...ternyata ini pria yang telah menjual Carl dan juga ibunya, awas saja akan aku buat kau menderita." batin Elle.


"Sayang apa yang terjadi?" kata wanita itu pada anaknya.


"Lihat Mama mainan aku rusak karena anak bodoh." kata anak laki-laki tersebut. Mendengar itu wanita itu langsung marah.


"Hai apa yang kau lakukan pada anakku hah." kata wanita itu kepada Elle dan juga Carl. "Lihat, gara-gara anakmu itu mainan anakku rusak." kata wanita itu.


"Itu hanya sebuah mainan." kata Elle dengan santai


"Kau bilang hanya, mainan itu harganya sangat mahal kau tidak akan bisa membelinya." kata pria yang datang bersama wanita tadi.


"Benarkah, apa kau kira aku miskin sehingga tidak bisa membeli mainan itu." tunjuk Elle pada mainan yang telah rusak tersebut


"Jelas, karena kau itu tidak memiliki uang." kata wanita sambil berbicara agak keras sehingga menimbulkan perhatian orang yang ada di toko mainan tersebut.


"Benar aku tidak memiliki uang, tapi aku tidak miskin. Emang berapa harga mainan itu?" kata Elle kembali.


"200 juta" kata wanita tersebut


"Hanya segitu." kata Elle kepada wanita itu, dan pada saat Elle ingin memanggil Kayo Carl langsung mencegahnya.


"My" kata Carl sambil menarik baju Elle


"Iya ada apa sayang." kata Elle


"Bial Cal saja yang Menganti mainan ya." kata Carl kepada Elle, mendengar itu Elle menggangukkan kepalanya.


"Cih dasar anak bodoh, emang anak sekecil dia mempunyai uang." kata wanita tersebut.

__ADS_1


Elle yang mendengar anaknya dikatai seperti itu hanya diam dan melihat apa yang akan terjadi jika mereka melihat apa yang akan Carl keluarkan dari dalam tasnya.


Carl langsung memanggil seorang karyawan di toko tersebut.


"Kak" kata Carl kepada seorang karyawan wanita yang ada didekat situ.


"Iya ada yang bisa saya bantu adik kecil." kata karyawan wanita itu


"Apa mainan itu ada disini" kata Carl menunjuk mainan yang telah rusak


"Ada adik kecil." kata karyawan tersebut


"Aku ingin membeli ya dua kak." kata Carl


"Tapi harga satu mainannya mencapai 200 juta." kata karyawan itu sambil memandang Elle dan juga Carl.


"Iya cal tau, Pakai ini. Kata Edy cal boleh beli apa pun dengan ini." kata Carl sambil menyerahkan kartu black card membuat karyawan tersebut tercengang bukan hanya dia tapi juga orang yang ada disitu terutama dua orang yang tadi marah padanya.


"B....baik adik kecil." kata karyawan tersebut dan mengambil kartu tersebut.


"Dari mana dia mendapat kartu itu, dan dimana ibunya." batin pria tersebut.


"Apa dia memiliki kartu black card, anak siapa dia aku belum pernah melihat mereka." batin wanita tersebut.


Elle yang mendengar perkataan pria dan wanita itu hanya tersenyum kecil. Setelah pembelian mainan selesai, wanita dan pria beserta anak laki-laki ya itu ingin pergi langsung berhenti melangkah ketika Carl mengatakan sesuatu.


"Kenapa langsung pelgi, seharusnya minta maaf sama My ya cal, karena katain My cal miskin. My cal punya banyak caltu sepelti ini." kata Carl sambil menunjukkan kartu black card ya.


"Sudah sayang, ayo kita pergi mencari apa yang Carl mau, jangan mengurus orang yang tak berguna seperti mereka. " kata Elle sambil membawa Carl pergi dari hadapan mereka.


"Aku akan mencari tau tentang anak itu, apa mungkin anak itu diadopsi wanita muda tadi." batin pria tersebut.


Setelah selesai memilih mainan yang diinginkan Carl, Elle mengajak car dan Kayo untuk makan siang.


Setelah sampai di restoran mewah mereka menuju meja yang telah ditunjukkan oleh pelayan restoran tersebut.


Pada saat mereka sedang melihat-lihat menu restoran tersebut, sebuah suara membuat kegiatan itu terhenti.


"Hay.....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2