Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Parasit


__ADS_3

Selama menjalankan misi Kayo sangat risih dengan kelakuan Boy, dan saat mereka pulang pun Boy masih saja bergelayutan kepadanya seperti parasit.


"Menjauh dariku." kata Kayo saat sudah sampai di mansion


"Tidak, aku menyukai bau tubuhmu." kata Boy sambil terus bergelayutan di lengan Kayo


Sedangkan Bruno yang berada dibelakang mereka menahan tawanya karena melihat Kayo yang tidak berkutik jika bersama pria yang ada disampingnya. Hal yang membuat Bruno lebih terkejut adalah pria tersebut adalah seorang CEO dan juga ketua mafia, tapi kelakuannya tidak ada yang mencerminkan bahwa dia adalah ketua mafia.


"Jika kau seperti ini terus, lebih baik kau pergi dari sini." kata Kayo yang sudah jengah dengan kelakuan Boy yang bergelayutan di lengannya.


"Baiklah" kata Boy dan langsung menggendong Kayo.


"Yakkkkk apa yang kau lakukan." teriak Kayo


"Memper*Osamu." kata Boy langsung membawa Kayo ke dalam kamarnya dilantai dua.


"Hahahaha aduh sakit perutku." ketawa Bruno yang melihat tingkah Boy yang bertolak belakang dengan kayo


Boy langsung membawa Kayo masuk kedalam kamarnya dan melemparnya keatas ranjang dan langsung mengunci pintu tersebut.


"Apa yang kau lakukan hah." kata Kayo yang sudah berdiri saat Boy mengunci pintunya.


"Melakukan seperti yang kita tonton tadi" kata Boy sambil membuka pakaiannya


"Tidak." kata Kayo dan mendorong tubuh Boy, dan langsung menuju pintu yang telah dikunci oleh Boy.


"Mana Kun...ci pintunya." kata Kayo gugup karena saat ini Boy sudah membuka bajunya memperlihatkan perut yang seperti roti sobek yang baru matang.


"Ya ampun apa itu roti sobek, tapi mengapa bentuknya lain seperti anggota lainnya saat melaku latihan bersama ku." batin Kayo melihat Boy yang sudah bertelanjang dada di depannya.

__ADS_1


"Tubuh ku sangat menggoda bukan sayang." kata Boy sambil mengerlingkan matanya pada Kayo.


"Biasa saja." kata Kayo mengalihkan pandangannya kearah lain. "Padahal aku setiap hari melihat seperti itu saat latihan bersama anggota lainnya." batin Kayo.


"Benarkah, apa kau mau memegangnya." kata Boy berjalan mendekati Kayo.


Kayo yang melihat Boy berjalan kearahnya, perlahan-lahan berjalan mundur.


"Pegang saja sayang, aku menginginkanmu." kata Boy.


"Tidak, cepat buka pintunya." kata Kayo


"Aku tidak mau, jika kau mau buka saja sendiri." kata Boy sambil menunjukkan kunci yang ada ditangannya.


"Berikan kuncinya kepadaku." kata Kayo


"Ambillah jika kau mau membuka pintu itu." kata Boy yang langsung memasukkan kunci tersebut kedalam celananya.


"Kalau begitu ambillah." kata Boy sambil beranjak menuju ranjang dan berbaring miring menghadap Kayo.


"Kemarilah ambil kunci yang kau inginkan" kata Boy kembali sambil menepuk sisi ranjang


"Dasar mafia mesum." batin Kayo


"Aku bukan mesum sayang." kata Boy yang tau pasti Kayo menyebutnya mesum


"Jika kau tak memberikannya, aku bisa membukanya sendiri." kata Kayo


"Buka saja jika kau bisa sayang, jika tidak bisa kemarilah kita tidur bersama atau juga melakukan apa yang kita tonton tadi." kata Boy

__ADS_1


"Tidak akan." kata Kayo dan langsung menuju balkon kamar tersebut.


Boy hanya melihat apa yang akan dilakukan kekasihnya yang berwajah datar tersebut, saat Boy melihat Kayo menaiki pagar di balkon dikamar itu, Boy langsung berjalan kearah balkon.


"Apa yang kau laku.-perkataan Boy terpotong ketika tiba-tiba Kayo langsung meloncat kebawah.


"Kayo." teriak Boy sambil melihat berlari menuju arah balkon dan melihat kebawah.


"Ya Tuhan, kekasihku sangat pemberani. Tidak salah aku memilihnya." kata Boy yang melihat Kayo yang mendarat dengan sempurna di bawah.


"Sayang aku makin mencintaimu." teriak Boy dari arah balkon membuat bodyguard yang berjaga-jaga dibawa langsung melihat seseorang yang berteriak dari atas lantai dua. Membuat Kayo malu karena para bodyguard tersebut melihat kearah Kayo setelah melihat Boy yang berteriak dari lantai dua.


"Bukan haja mafia perjaka dan mesum tapi juga mafia memalukan." kata Kayo langsung pergi dari sana untuk menemui nonanya yang sedang berada di ruang kerja.


Setelah sampai didepan pintu kerja Elle, Kayo mengetuk pintunya. Setelah ada sahutan dari dalam Kayo langsung masuk kedalam ruangan tersebut.


"Apa kau mendapat apa yang aku perintahkan?" kata Elle saat Kayo memasuki ruangan tersebut.


"Sudah nona, dan ini semua rekaman yang saya dapatkan." kata Kayo


"Aku ingin kau membuka hatimu untuk orang lain Kayo, tapi pada orang yang tepat." kata Elle sambil melihat Kayo


"Baik nona." kata Kayo


"Sepertinya Boy cocok untukmu." kata Elle


"Saya permisi nona." kata Kayo saat nonanya menyebut nama Boy


"Baiklah, tapi pertimbangkan kata-kata ku." kata Elle.

__ADS_1


"Baik nona." kata Kayo


Bersambung....


__ADS_2