
"Ikutlah bersamaku" suara tersebut terdengar lirih ditelinga Boy
Mendengar itu boy semakin ketakutan.
"Jangan, aku ingin menikah aku belum pernah *** *** dengan wanita manapun jadi ampuni aku." kata Boy
"Hahahaha aduh perutku sakit." kata suara itu, mendengar perkataan itu boy langsung mengangkat kepalanya dari lututnya dan melihat Kayo yang sudah basah sambil tertawa.
"Dasar wanita berwajah datar" kata Boy langsung bangun danenghampiri Kayo, naas belum sampai didekat Kayo boy tersandung batu dan membuatnya menabrak Kayo sampai-sampai mereka terjatuh ketanah dengan posisi Boy diatas Kayo.
Buk
Deg
"Ternyata wajahnya manis juga dan bibirnya mengapa sangat menggodaku." batin Boy
"Matanya sangat indah" batin Kayo
Saat wajah Boy semakin dekat ke arah wajah Kayo, ponsel Kayo yang berada di jaketnya berbunyi membuat mereka tersadar dari lamunan.
"Tuan Boy, tolong Menyingkirlah dari atas tubuh saya." kata Kayo saat tersadar jika Boy berada diatas tubuhnya.
"Maaf" kata Boy saat sudah sadar dari lamunannya.
Kayo langsung bangun dan mengambil ponselnya yang berada didalam jaketnya yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada.
📞Kayo
Ada apa nona
📞Elle
Kau ada dimana Kayo
📞Kayo
__ADS_1
Saya sedang berada diluar nona, apa ada yang Anda butuhkan
📞Elle
Cepat kemari, kita akan makan bersama malam ini karena besok kita harus sudah pulang
📞Kayo
Baik nona
Setelah itu sambungan diputus oleh Elle, Kayo langsung berjalan meninggalkan tempat tersebut dan diikuti dengan Boy.
"Apa tadi Elle" kata Boy
"Hemmmm" kata Kayo
"Apa yang dikatakannya." kata Boy
"Nona mengatakan kami akan bilang besok, karena suaminya menjemputnya." kata Kayo
"Iya, dan sekarang nona sedang hamil sekitar dua bulan." kata Kayo
"Jangan berbohong wanita berwajah datar" kata Boy
"Sekali lagi Anda mengatakan saya wanita berwajah datar, saya akan memanggil hantu yang ada di hutan ini." kata Kayo sambil melototkan matanya.
"Jangan" teriak Boy dan langsung memegang tangan Kayo
"Lepaskan tangan Anda." kata Kayo
"T...tidak mau, kau membuat aku takut jadi kau harus bertanggung jawab." kata Boy
"Dasar lemah" kata Kayo, mendengar Kayo mengatainya lemah Boy langsung melepas tangan Kayo dan berjalan dengan angkuhnya mendahului Kayo.
"Tuan Boy kenapa Anda berjalan kearah sana, apa Anda ingin bermain dengan para jiwa-jiwa yang ada disana." kata Kayo sambil memandang Boy yang berjalan dengan angkuhnya kearah yang berlawanan dengannya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Kayo, Boy langsung memberhentikan langkahnya dan berbalik menghadap Kayo yang sedang memandangnya dan langsung lari ngacir menghampiri Kayo dan memeluk tangan wanita tersebut.
"Cepat kita pergi dari hutan ini." kata Boy kepada Kayo
"Iya, dasar mafia penakut." kata Kayo dan berjalan menuju jalan yang tadi mereka lalui.
Setelah sampai di mobil Kayo langsung menuju arah belakang mobil untuk membuka pintu bagasi mobil mengambil pakaian baru. Kayo langsung membuka pakaian basahnya dan menggantinya dengan yang baru. Boy yang melihat itu langsung berteriak.
"Yakkk kau itu tidak malu memakai pakaian didepan seorang pria tampan sepertiku." kata Boy tapi matanya terus memandang Kayo yang sedang memakai pakaiannya.
"Biasa saja melihat tubuh saya tuan Boy, jangan mata Anda mafia perjaka." kata Kayo dan langsung masuk kedalam mobil setelah memakai pakaiannya.
"Hei apa katamu tadi, aku ini sudah sering ber*inta dengan wanita di luaran sana." kata Boy.
"Jangan, aku ingin menikah aku belum pernah *** *** dengan wanita manapun jadi ampuni aku." kata Kayo menuruti perkataan Boy yang ketakutan pada saat dia menakutinya.
"Awas saja jika kau menyebarkannya kepada orang lain." kata Boy sambil mengarahkan tangan kearah leher seperti seseorang sedang menggorok leher.
"Aku tidak takut mati" kata Kayo santai dan masuk kedalam mobil dan diikuti Boy
"Dasar wanita berwajah datar dan juga bar-bar." batin Boy.
Kayo langsung menjalankan mobilnya dan menuju hotel tempat mereka menginap dan Boy juga.
Boy hanya memandang Kayo yang terus saja mengendarai mobil Tampa berbicara sepatah katapun padanya.
"Wan-" perkataan Boy dipotong Kayo langsung
"Kayo" kata Kayo mengingatkan namanya
"Iya Kayo." kata Boy "Apa aku boleh bertanya" kata Boy kembali
"Tidak" kata Kayo
"Dasar wanita berwajah datar bar-bar." kata Boy dengan pelan karena takut didengar Kayo.
__ADS_1
Bersambung......