
sedangkan di sebuah mansion tepatnya di ruang kerja yang telah berubah menjadi kapal pecah setelah menerima telpon dari anak buahnya.
Prang
"Tidak bisa dibiarkan, aku sendiri yang akan melenyapkannya." kata pria tua itu siapa Langi jika bukan Shen.
Dia menjadi marah saat menerima laporan dari anak buahnya yang mengatakan salah satu mata-mata mereka yang berada di mansion kakek Jiazhen dibunuh tepat didepan semua orang yang ada di mansion itu oleh keponakannya itu.
"Ada apa Papa" kata Yong yang masuk kedalam ruang kerja Papa nya karena ada hal yang ingin dia sampaikan.
"Wanita itu membunuh salah satu mata-mata kita yang berada di mansion kakek mu. Dan memperingati pada semua orang disana agar tidak berhiyanat atau dia akan bernasib sama dengan mata-mata kita yang ditembak mati." kata Shen
"Benarkah, aku jadi ingin melihat seperti apa wajah wanita itu. Aku akan pergi kerumah kakek untuk melihatnya secara langsung." kata Yong
"Pergilah, dan berpura-pura lah kau menyukai kedatangannya." kata Shen
"Tenang saja Papa, aku yang akan membunuhnya karena harta ini milik kita bukan milik orang yang baru saja datang ke keluarga ini." kata Yong dan keluar dari ruang kerja Shen untuk pergi ke mansion kakek Jiazhen.
Sedangkan di mansion kakek Jiazhen, Elle sedang berada di taman bersama dengan Kayo sedang menikmati pemandangan taman yang menyejukkan.
"Aku ingin semua yang kita rencanakan berjalan dengan lancar." kata Elle yang sedang duduk di gazebo di taman tersebut
"Semua sudah sesuai apa yang anda rencanakan." kata Kayo
"Aku ingin sekali berjalan-jalan ke mall yang ada di negara ini." kata Elle yang sudah bangkit dari duduknya.
"Ayo kita pergi." kata Elle kembali
"Baik nona." kata Kayo
Baru saja masuk kedalam mansion, seorang pelayan mengatakan jika ada yang ingin bertemu.
"Nona muda." kata pelayan tersebut
"Apa" kata elle
"Ada tuan muda Yong ingin bertemu." kata pelayan tersebut
Deg
Mendengar perkataan pelayan tersebut membuat dada Elle terasa sesek, Elle langsung memegang dadanya.
"Ada apa nona, apa anda sakit" kata Kayo langsung memegang pundak Elle
"Tidak apa-apa, ayo kita bertemu dengannya." kata Elle yang berusaha menenangkan dirinya.
Mereka berjalan menuju ruang tamu dan Elle berusaha menghilangkan rasa kegugupannya dan juga sesak di dadanya.
"Kau harus tenang, kau harus tenang." batin Elle
__ADS_1
Saat sampai di ruang tamu Elle bisa melihat wajah orang yang sangat dibencinya, wajah yang dulu sangat di cintai yang berubah jadi benci karena penghianatan ya dan juga keserakahannya akan kekuasaan dan harta.
Yong yang melihat dua orang berjalan menghampirinya langsung merasakan kegugupan apalagi saat melihat wanita yang menatapnya dengan tatapan tajam
Deg
"Ada apa dengan jantungku" batin Yong
"Ada apa kau mencari ku" kata Elle dengan suara dinginnya.
"A...aku hanya ingin melihat sepupuku saja. Ternyata kau sudah besar sekarang dan sepertinya adikku ini sudah menikah." kata Yong saat melihat perut Elle yang besar.
"Karena aku makan, makanya aku besar." kata Elle sambil duduk di sofa yang ada di depan Yong dan Kayo di sampingnya.
"He he he, selama ini kami telah mencari mu adikku." kata Yong
"Benarkah begitu, tapi jangan memanggilku adik karena aku tidak memiliki kakak. Aku adalah cucu satu-satunya keluarga XU." kata Elle
"Kurang ajar wanita ini, awas saja akan aku bunuh kalian nanti." batin Yong yang geram akan kesombongan Elle.
"Maaf jika seperti itu." kata Yong sambil menggenggam jemarinya dengan kuat.
"Kalau nona ini siapa?" kata Yong sambil melihat Kayo yang berada disamping Elle
"Alihkan pandanganmu dari istriku" teriak Boy
Semua orang yang ada di ruang tamu tersebut terkejut saat mendengar teriakan Boy.
"Bukankah dia CEO dari Neon company, mengapa dia disini. Apa tadi dia katakan istri." batin Yong
"Mommy ayo kita naik keatas saja." kata Boy kepada Kayo
"Kami akan pergi ke mall." kata Kayo
"Baiklah, Daddy akan menemani kalian." kata Boy
Mereka bertiga langsung keluar dari mansion tanpa mempedulikan Yong yang sudah menahan geram atas kelakuan mereka.
"Awas saja akan aku singkirkan kalian semua dari muka bumi ini." batin Yong yang juga langsung pergi dari mansion kakek Jiazhen dengan marah.
Saat ini Elle dan yang lainnya sudah berada di dalam mobil yang melaju menuju mall yang diinginkan Elle.
"Siapa pria jelek tadi" kata Boy yang berada di depan kemudi bersama Egon
"Calon Daddy baru bayi yang ada di perut Kayo." kata Elle yang ingin mengerjai Boy
"Yakkkkk ap--" perkataan Boy terhenti ketika melihat istrinya sudah melototkan kearahnya dan langsung melihat kearah depan.
"Ha ha ha ha lucu sekali." kata Elle tertawa dengan senang.
__ADS_1
"Kayo kau akan menuruti perkataan ku bukan dan melakukan apapun yang aku katakan." kata Elle
"Iya nona" kata kayo
"Kalau begitu, bisakah kau menikah dengan pria tadi." kata Elle yang masih ingin mengerjai Boy
"Saya akan mematuhi semua yang anda katakan nona, ta-" perkataan Kayo terhenti ketika Boy menoleh kearah mereka berdua.
"Mommy" kata Boy dengan wajah sedihnya dan mata yang sudah berkaca-kaca "Jangan tinggalkan Daddy." kata Boy
Melihat wajah Boy membuat Kayo ingin tertawa tapi ditahannya dan langsung melanjutkan perkataannya tadi.
"Saya akan mematuhi segala perintah dan perkataan nona, tapi untuk satu itu saya tidak bisa nona. Karena anakku yang di dalam perut sudah memiliki Daddy yang sangat baik dan perhatian padanya dan juga kaya." kata Kayo, membuat hati Boy merasa senang.
"Aku tau, aku hanya ingin mengerjai Persia yang ada di depan itu saja." kata Elle dengan tertawa senang.
"Egon hentikan mobilnya." teriak Boy, membuat Egon langsung memberhentikan mobil.
"Ada apa" kata Elle yang sedang membenarkan duduknya untung saja dia memakai sabuk pengaman.
Boy langsung keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam mobil disamping istrinya.
"Jalan Egon." kata Boy saat dia sudah masuk ke dalam mobil kembali.
"Apa sih, tidak jelas kau ini." kata Elle dan Egon langsung menjalankan mobil kembali.
"Apa benar yang Mommy katakan tadi" kata Boy
"Iya" kata Kayo
Cup
Boy langsung mencium Kayo dengan lama, membuat Elle langsung melototkan matanya melihat itu.
"Yakkkkk kalian ini kurang ajar, bermesraan di depan ku." teriak Elle
"Siapa yang memulai duluan" kata Boy setelah melepas ciumannya dari Kayo.
"Awas kau, akan aku balas." kata Elle dan langsung melihat kearah jendela.
"Jangan seperti itu." kata Kayo pada Boy
"Tidak apa Mom, Mom nanti malam Daddy menjenguk anak-anak kita ya." kata Boy, membuat Egon langsung terbatuk-batuk.
Uhuk Uhuk
"Ada apa denganmu?" kata Boy
"Ti...tidak ada Tuan." kata Egon terbata.
__ADS_1
"Aneh bagaimana meneguk anak-anak mereka jika mereka masih di dalam perut Kayo." batin Egon, Elle yang mendengar pikiran Egon hampir saja tertawa dengan keras atas kepolosan Egon.
Bersambung.....