
Pagi harinya, Elle sudah bersiap karena dia akan memeriksa kandungannya bersama dengan Marsha dan ditemani oleh suami mereka masing-masing.
"Cepatlah, jangan lambat" kata Elle kepada Arc yang masih saja berdiri di cermin untuk melihat penampilannya.
"Sabar Sweety, ini kemejaku kusut." kata Arc melihat ada sedikit kerucut di kemejanya.
"Ya ampun kau ini, nanti juga akan tertutup dengan Jas mu, tidak akan kelihatan." kata Elle yang sudah geram dengan tingkah Arc.
"Tapi Sweety, ini ti-" perkataan Arc langsung terhenti ketika Elle menutup dengan keras pintu.
Brukkk
"Ya Tuhan, kenapa dia marah." kata Arc yang masih memperhatikan penampilannya didepan cermin.
"Dasar suami menyebalkan." kata Elle dan turun kebawah dengan wajah cemberutnya.
"Elle sayang" kata sebuah suara yang membuat Elle langsung senang.
"Kakek" teriak Elle dan langsung berlari tapi langsung berhenti dan berjalan pelan karena dia baru ingat jika dia hamil.
"Jangan berlari sayang, kenapa wajahmu tadi cemberut." kata kakek yang tidak lain adalah kakek Alexander
"Itu, cucu kakek sedari tadi Elle menunggunya untuk kebawah tidak siap-siap juga. Rencananya kami akan pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa keadaan cicit kakek." kata Elle sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.
"Kalau begitu kita pergi bertiga saja dengan kakek Jiazhen, bagaimana?" kata kakek kepada Elle dan kakek Jiazhen
"Itu ide yang bagus, ayo kakek kita pergi." kata Elle mengajak kakek Jiazhen dan kakek Alexander dan meninggalkan Arc yang masih sibuk dengan kemejanya.
Sedangkan Arc yang sudah siap langsung turun kebawah untuk pergi bersama dengan Elle kerumah sakit. Saat dibawah Arc tidak menemukan istrinya langsung bertanya kepada para pelayan yang ada di mansion.
"Dimana nyonya muda kalian." kata Arc
"Nyonya muda sudah pergi bersama dengan Tuan besar Alexander dan juga Tuan besar XU." kata pelayan tersebut.
Mendengar perkataan pelayan tersebut, Arc langsung berlari keluar. Di luar Arc tidak melihat lagi istrinya dan dua kakek yang akan merecoki dirinya jika sudah berada di mansion ini.
"Gawat, aku harus pisahkan istriku dari dua tua Bangka itu jika tidak hidupku yang akan sengsara " kata Arc yang langsung masuk kedalam mobilnya untuk menuju rumah sakit tempat Elle memeriksakan kandungannya.
Elle dan juga dua kakek sudah sampai di rumah sakit bertepatan dengan Jimmy dan Marsha yang juga baru sampai.
"Kakak Elle." teriak Marsha yang keluar dari mobilnya karena mobil yang membawa Elle tepat berada didepannya.
Elle yang baru saja keluar dari mobil mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh kearah suara, ternyata Marsha yang memanggilnya dan sedang berjalan menujunya bersama dengan Jimmy.
__ADS_1
"Hai Marsha, ayo kita masuk kedalam." kata Elle kepada Marsha yang sudah berada didekatnya.
"Dimana Abang Arc" kata Marsha yang melihat disekitar Elle yang tidak melihat Arc
"Jangan pedulikan dia, lebih baik kita masuk." kata Elle menggandeng tangan kakek Jiazhen.
"Kakek disini juga " kata Marsha yang melihat kakek Alexander yang baru saja keluar dari dalam mobil.
"Iya, Marsha, kakek menemani Elle untuk melihat perkembangan cicit kakek di perutnya dan juga di perutmu." kata kakek sambil mengelus perut Marsha.
"Terimakasih kakek, ayo kita kedalam juga." kata Marsha dan meninggalkan Jimmy di parkiran rumah sakit.
"Mengapa aku ditinggal, dasar jika sudah bertemu dengan kakeknya pasti aku ditinggal." kata Jimmy dengan cemberut melihat istrinya lebih memilih menggandeng kakek Alexander.
Tin tin tin tin
"Siapa sih yang mengelakson mobil seperti itu." kata Jimmy sambil menoleh ke kebelakang.
"Arc" kata Jimmy setelah melihat siapa yang melakukan hal tersebut.
Arc langsung memarkirkan mobilnya dan keluar dengan cepat menghampiri Jimmy.
"Dimana istriku?" kata Arc
"Istriku dan juga istrimu di culik oleh para tua Bangka" kata Jimmy
"Gawat gimana." kata Jimmy yang tidak tau apa yang akan terjadi.
"Jangan banyak tanya ayo kita menyusul mereka, dan membawa mereka langsung pulang ke mansion masing-masing." kata Arc yang langsung masuk kedalam rumah sakit dan menuju ruang pemeriksaan kandungan.
Sedangkan para wanita dan kakek sudah berada di ruang kandungan untuk memeriksakan keadaan kandungan para wanita.
"Cepat periksa para cucu wanita ku." kata kakek Jiazhen kepada dokter
"Baik tuan, silahkan nona Elle untuk berbaring terlebih dahulu " kata dokter dan suster langsung mengoleskan jel di perut Elle.
Dokter memeriksa dengan seksama keadaan kandungan Elle.
"Anda bisa melihat Tuan besar, cicit anda sangat baik dan berkembang dengan baik juga." kata dokter itu sambil menggerakkan alat yang ada ditangannya.
"Sekarang gantian dengan cucu ku yang satunya." kata kakek Alexander.
Saat Marsha baru saja berbaring di banker pintu dibuka dengan paksa dari luar membuat yang ada di dalam melihat kearah pintu.
__ADS_1
"Sweety mengapa kau meninggalkanku." kata Arc saat sudah masuk kedalam ruangan.
"Malas menunggu orang yang lebih mementingkan penampilannya daripada kami." kata Elle sambil mengelus perutnya.
"Iya, kau juga sayang mengapa meninggalkanku " kata Jimmy sambil menghampiri Marsa yang ada di banker.
"Aku lupa jika pergi bersama denganmu." kata Marsha menggaruk kepalanya
Membuat semua yang disana melongo dengan perkataan Marsha yang lupa akan keberadaan sang suami di sampingnya.
Sedangkan Jimmy yang mendengar itu hanya bisa memanyunkan bibirnya karena perkataan istrinya.
Setelah pemeriksaan selesai dan hasilnya sangat bagus mereka semua keluar dari ruangan tersebut.
"Kakek bagaimana jika kita pergi ke mall" kata Elle kepada kakek Jiazhen dan kakek Alexander
"Boleh juga, sekalian cuci mata." kata kakek Jiazhen "Suntuk kalau di mansion terus." kata kakek Jiazhen kembali
"Benar itu." kata kakek Alexander
"Tapi aku tidak membolehkannya pergi dengan kalian" kata Arc
"Jadi kau melarangnya." kata Elle dengan mata melotot ya dan mengarahkan pandangannya pada tornado Arc.
"Ti...tidak Sweety, kau boleh pergi aku juga akan menemanimu." kata Arc yang tau maksud dari tatapan Elle tersebut.
"Aku akan pergi dengan kakek saja, kau pergilah bekerja" kata Elle
"Tapi Sweety" kata Arc
"Tidak ada tapi-tapian atau mau satu Minggu tidur diluar." kata Elle
"Tidak aku tidak mau." kata Arc
"Bagus kami akan pergi sekarang juga." kata Elle
"Aku ikut kak Elle " kata Marsha
"Ikutlah dan jangan mengajak suamimu." kata Marsha
"Tenang saja kak Elle, aku tidak akan mengajaknya." kata Marsha dan langsung menatap Jimmy dengan mata tajamnya.
"Iya sayang pergilah." kata Jimmy yang tau arti tatapan mata istrinya tersebut.
__ADS_1
Sedangkan dua kakek yang melihat itu hanya bisa mengulum senyumnya agar tidak keluar melihat kepatuhan para suami kepada istrinya.
Bersambung.....