
Di negara C
Annchi duduk didepan jendela sambil memandang keluar, pikirannya melayang kemana-mana. Memikirkan bagaimana keadaan anaknya selama ini, apa dia bahagia dan lain halnya.
Tanpa Annchi sadari seorang pria memandangnya sedari tadi, melihat Annchi tidak juga bergeming didepan jendela pria itu menghampirinya.
"Ann" panggil pria itu, mendengar ada yang memanggilnya Annchi langsung menoleh kearah suara.
"Hio, ada apa?" kata Annchi
"Mengapa kau disini?" kata Hio dan duduk di kursi yang ada didekat jendela itu.
"Tidak ada." kata Annchi sambil memandang keluar jendela. "Aku hanya merindukan anakku." kata Annchi dengan wajah sedihnya.
"Ann aku akan berusaha mencari anakmu, jadi kau jangan bersedih. Apa kau mau jalan-jalan, aku akan mengantarmu kemanapun." kata Hio sambil mengeringkan matanya menggoda Annchi.
"Dasar Playboy cap buaya." kata Annchi kepada Hio, karena setiap mereka pergi mata Hio selalu jelalatan saat melihat wanita-wanita sexy.
"Tapi aku kan menjadi kucing anggora jika di dekatmu." kata Hio
"Alah bohong, ayah itu kan emang buaya ibu." kata Raiden yang sudah pulang dari negara L.
"Aiss kau ini ayah sedang menarik hati wanita cantik ini untuk menjadi ibumu." kata Tuan Hio sambil mengerucutkan bibirnya.
"Apa kau baru sampai Iden" kata Annchi
"Iya ibu." kata Raiden dan langsung memeluk Annchi, melihat anaknya memeluk Annchi tuan Hio juga langsung mendekat ingin memeluk tapi dihalangi oleh Raiden.
__ADS_1
"No no no, tidak boleh peluk, ibu Ann hanya milik Raiden, iyakan ibu." kata Raiden
"Iya Iden sayang." kata Annchi kepada Raiden sambil mengelus rambutnya. Annchi sudah menganggap Raiden seperti anaknya.
Melihat Annchi yang menyayangi anaknya, Hio sangat senang karena sudah lama Raiden tidak merasakan kasih sayang seorang ibu setelah istrinya meninggal saat umur Raiden lima tahun. Sudah banyak wanita yang dikenalnya sangat baik pada dirinya tapi ketika bersama dengan anaknya, wanita itu selalu memarahi Raiden hanya karena kenakalan anak-anak. Oleh karena itu Hio tidak menikah sampai sekarang.
"Aku juga mau dielus" kata Tuan Hio
"sudah tua jangan manja." kata Raiden kepada ayahnya. "Ibu aku ketemu dengan wanita yang mirip dengan wajah ibu." kata Raiden kepada Annchi.
"B..benarkah." kata Annchi
"Kau jangan mengada-ada Raiden." kata tuan Hio
"Iya Ayah, wajah wanita itu banyak kesamaan dengan wajah ibu." kata Raiden kembali.
"Aku ingin bertemu dengannya, ajak ibu bertemu dengannya Iden." kata Annchi dengan semangat
"Jangan dulu Ann, kita harus menyelidikinya dulu, jangan langsung mengatakan bahwa wanita itu anakmu." kata tuan Hio
"Iya Ayah, aku sudah memerintahkan anak buah kita untuk mencari informasinya." kata Raiden.
"Baiklah." kata Annchi
******
Hari ini Elle sangat ingin pergi ke perusahaan Arc, sudah beberapa hari ini Elle tidak mau jauh dari Arc, Elle selalu saja mengikuti kemana Arc pergi. Hal itu membuat Arc sangat senang karena dia menyukai Elle yang selalu bergelayutan di sampingnya.
__ADS_1
"Honey aku boleh ikut pergi denganmu ke perusahaan." kata Elle sambil bergelayutan di lengan kekar Arc.
"Terus bagaimana dengan pekerjaan di perusahaan mu Sweety." kata Arc sambil mengelus wajah Elle yang semakin cantik saja setiap harinya.
"Sudah ada Jimmy, dia sudah mulai bekerja lagi. Boleh ya aku ikut?" kata Elle sambil memperlihatkan mata meong ya.
"Iya, kamu boleh ikut Sweety." kata Arc sambil mencium bibir Elle.
"Asyik aku ganti baju dulu ya." kata Elle dan langsung masuk kedalam kamar ganti, Arc yang melihat itu menjadi sedikit heran karena beberapa hari ini sifat Elle berubah dari biasanya.
Setelah beberapa lama, Elle keluar dari ruang ganti.
"Ayo honey, kita berangkat." kata Elle sambil menghampiri Arc yang sedang memainkan ponselnya.
"Sweety, kenapa memakai pakaian itu. Lihat bahu mu, kenapa sangat terbuka. Cepat ganti yang lain saja." kata Arc saat sudah melihat pakaian yang Elle gunakan.
"Aku tidak mau, Aku mau pakai baju ini titik." kata Elle.
"Tap-"perkataan Arc terpotong ketika melihat raut wajah Elle yang sangat menggemaskan.
"Kamu membuatku tidak bisa berkutik jika sudah mengeluarkan wajah seperti itu." kata Arc dan langsung mencium bibir Elle.
"Hehehe ayo kita pergi." kata Elle sambil menggandeng tangan Arc untuk pergi ke perusahaan.
"Bersambung.....
__ADS_1