
Saat mereka asyik mengobrol, datang tiga orang dewasa memasuki halaman belakang. Felicia sangat terkejut ketika melihat salah satu dari tiga orang yang baru saja datang ketaman belakang tersebut.
"Mengapa dia disini" kata Felicia melihat wanita yang sangat dikenalnya, dan perkataan anak kecil yang telah menghinanya jelek membuatnya semakin terkejut karena dia mengenal wanita itu.
"My cini." kata Carl sambil melambai kearah wanita itu yang siapa lagi jika bukan Elle yang datang bertepatan dengan Jimmy dan juga Marsha.
"My, canapa lama cekali." kata Carl saat Elle sudah ada didekatnya
"Mommy tadi sedang beristirahat sayang, karena ada singa yang membuat Mommy kelelahan karena berlari." kata Elle sambil memandang Arc yang hanya tersenyum mendengar perkataan istrinya.
"benarkah, mana cinganya My." kata Carl yang sangat antusias mendengar ada singa di mansion ini.
"Sudah biarkan Mommy duduk dulu Carl sayang." kata Arc kepada Carl yang sedang berbicara dengan Elle.
"Apa j...jadi dia istrinya tuan Arc." batin Felicia
"Hai sayang, kau tidak ingin memeluk kakek." kata kakek menghampiri Elle dan ingin memeluk Elle tapi langsung dihalangi oleh Arc.
"Jangan coba-coba memeluk istriku kakek, carilah nenek baru untukku. Atau kakek mau dengan wanita itu" tunjuk Arc kepada Felicia.
Melihat dirinya ditunjuk Felicia langsung melihat kakek yang sedang berbicara dengan Arc.
"B...bukan nya itu kakek yang sedang bersama dengan wanita itu saat berada di negeri J. Jadi kakek itu adalah kakeknya tuan Arc." batin Felicia yang sedang mengalami keterkejutan berlimpah.
"Dasar pelit, aku tidak mau dengan wanita jelek." kata kakek dan langsung kembali ketempat duduknya
"Kurang ajar kakek tua Bangka itu mengatai aku jelek, lihat saja dirinya yang sudah keriput dan bau tanah itu, akan aku injak kepalanya jika aku bisa menikah dengan Egon." batin Felicia, Elle yang mendengar itu hanya menyeringai saja.
"Jadi kau istri tuan Arc Christabelle, apa tuan Arc tau jika kau seorang janda sebelum menikah dengannya." kata Felicia yang ingin membuat Elle malu dengan setatus nya yang janda itu
"Apa kau mengenalnya Sweety?" kata Arc yang pura-pura tidak tau dengan masa lalu istrinya.
"pantas saja dia bisa membangun perusahaan sebesar itu, ternyata dia menikah dengan tuan Arc yang kaya raya itu. Tidak akan aku biarkan kau bahagia." batin Felicia
"Aku--" perkataan Elle langsung dipotong oleh Felicia.
"Aku sarankan kepada Anda, untuk menjauhinya karena dia itu bukan wanita yang baik. Dia itu pernah menikah dengan pacarku karena harta, saat dia mendapat yang dia mau dia rela bercerai dengan mantan suaminya yang dulu." kata Felicia dengan santainya.
Sedangkan orang yang ada disana hanya diam saja, mendengar perkataan Felicia.
Tapi satu orang yang tidak mendengarkan perkataan Felicia karena dia asyik bergelayut manja ditangan Kayo siapa lagi jika bukan mafia perjaka yaitu Boy.
"Lepas, jangan seperti ini." kata Kayo yang risih dengan kelakuan Boy
"Tidak mau, aku suka bau tubuhmu." kata Boy
"Jika kau tidak melepasnya akan aku belah dada mu itu dengan garpu ini." kata Kayo sambil menunjukkan garpu yang ada ditangannya.
"Aku rela sayang, belah saja dada aku ini." kata Boy yang ingin membuka kancing kemejanya.
"Yakkkkk kau gila." kata Kayo saat melihat apa yang akan boy lakukan.
__ADS_1
"Iya aku gila karena mu zayang." kata Boy
"Sudah diam jangan banyak omong." kata Kayo
"Baik zayang ku." kata Boy yang kembali memeluk lengan Kayo.
Saat ini semua orang memandang kearah Felicia dengan berbagai macam umpatan karena telah memfitnah Elle.
"Apa maksudmu mengatakan seperti itu pada menantuku" kata Mommy Jia
"Aku hanya tidak mau, jika tuan Arc ditipu olehnya yang memiliki wajah polos tapi berhati busuk." kata Felicia dengan santainya.
"Kurang ajar wanita ja*ang ini akan aku robek mulutnya itu." batin Arc, Elle yang mendengar pikiran suaminya langsung memegang tangan Arc agar membiarkan saja Felicia berbicara semaunya.
"Jadi kau mengatakan menantuku adalah wanita yang berhati busuk sepertimu." kata Mommy Jia dengan amarah yang tertahan karena mengatai menantunya seperti itu.
"Apa maksud Anda, saya tidak pernah melakukan hal jahat tapi dia itu yang berhati buduk." tunjuk Felicia
"Apa kau bilang" teriak Mommy Jia yang sudah marah "Z bawa Carl masuk kedalam kamarnya." kata Mommy Jia kepada Z yang ada di sana ujung ruangan.
"Baik nyonya." kata Z dan membawa carl menuju kamarnya, Carl hanya menurut saja.
"Sekarang bilang sekali lagi, yang kau katakan tadi." kata Mommy Jia
"Dia itu wanita ja*ang, dan memiliki hati busuk." kata Felicia
Plak
"Mengapa Anda menampar saya." kata Felicia
Plak
"Iya kau yang berhati busuk, mengatai anakku seperti itu. Dasar wanita murahan." kata Mama Amanda
Duk
Sebuah piring mengenai wajah Felicia yang dilempar oleh kakek membuat pelipis Felicia mengeluarkan darah.
"Akan aku robek mulutmu mengatai cucu menantuku." kata kakek dengan marah.
"Sudah biar aku saja yang akan memberikannya pelajaran tatak rama malam ini." kata Elle
"Egon bawa dia ke ruang penyiksaan." kata Elle
"Baik nona." kata Egon.
Felicia yang melihat Egon sangat hormat kepada Elle menjadi takut, dan juga karena senyuman Elle yang sangat menggerikan saat ini.
"Lepas, jangan menyentuhku." kata Felicia saat anggota Egon memegangnya.
"Hei kau wanita ja*ang akan aku bunuh kau." teriak Felicia sambil melihat Elle
__ADS_1
Plak
"Berani sekali kau mengatakan nona kami seperti itu, kau yang seharusnya sadar diri kaulah yang ja*ang." kata Kayo saat setelah menampar Felicia.
"Cepat bawa dia dari sini." kata Kayo.
"Berikan dia pelajaran yang setimpal, kakek sangat muak melihatnya lagi." kata kakek
"Baiklah kakek ku sayang." kata Elle sambil mengelus tangan kakek agar berhenti marah.
"Aku akan menemanimu Sweety." kata Arc
"Baiklah, jadi sebaiknya acara makan kita kita lanjutkan lain hari saja." kata Elle
"Iya sayang, lain kali saja kita makan bersama lagi." kata Mommy Jia
"Betul itu, gara-gara wanita jelek itu na*su makan ku hilang." kata Mama Amanda.
Terpaksa acara malam itu dibubarkan karena ada gangguan dari wanita jelmaan anaconda tersebut.
Elle dan yang lainnya menuju ruangan penyiksaan, Boy yang ikut masuk kedalam markas tersebut sangat takjub melihatnya, boy masih mengira jika ini adalah mansion Elle juga.
"Wah mansion mu yang ini bagus juga ya." kata Boy
"Hei ini bukan mansion tapi markas Elle bersama kelompoknya, kau tau mafia The Devils." kata Arc berbisik kepada Boy.
"Tau, dia adalah mafia yang banyak diincar oleh para mafia lainnya karena mereka mengincar ketua mereka yang seorang wanita cantik." kata Boy
"Awas saja jika berani mengambil istriku, akan aku basmi semua mafia-mafia itu." batin Arc
"Kau tau siapa ketuanya?" kata Arc kembali
"Tidak, aku hanya tau sebatas itu saja, karena mereka merupakan mafia yang tertutup. Tidak ada yang tau seperti apa wajah ketuanya apalagi para anggotanya." kata Boy
"Kau mau tau siapa mereka." kata Arc
"Siapa?" kata Boy
"Istriku." kata Arc
"O...istrimu." kata Boy santai dan beberapa saat kemudian langsung berteriak keras.
"APA ISTRIMU." kata Boy berteriak
"Husss diam jangan berisik kau tidak melihat istriku sedang marah." kata Arc
"Maaf aku terkejut oleh kata-kata mu, jadi Elle adalah ketua The Devils jadi Kayo adalah kaki tangan Elle." kata Boy
"Iya, kalau kau tidak percaya lihat saja nanti. Cepat jalan nya kita sudah ketinggalan." kata Arc
"Oke" kata Boy
__ADS_1
"Ya ampun, pacarku sangat keren ternyata seorang mafia aku makin cinta." batin Boy.
Bersambung.....