
Haaiii ποΈποΈποΈ
Untuk kamu yang setia dan baik hati π₯° tolong tinggalkan jejak nya ya π₯°π₯°.
πππππ Happy Reading πππππ
Rumah Sakit Sejahtera.
Ratna dan Ifan kini sudah berada di rumah sakit, begitupun dengan Johan.
"Nak Zidan,Ibu mau tanya apa yang sebenarnya terjadi." Ratna merasa penasaran dengan kecelakaan yang menimpa Ica.
Zidan pun akhirnya menceritakan kecelakaan yang menimpa calon istri nya itu. Tak terasa kini kedua pipi Ratna kembali basah oleh air matanya.
Diana langsung bersimpuh di kaki Ratna."Maafkan Aku Bu Ratna,ini semua salahku." Diana terisak di kaki Ratna.
"Bangun Bu Diana jangan seperti ini,Bu Diana jangan menyalahkan diri sendiri,ini semua sudah takdir." Tangan Ratna mencoba meraih tubuh Diana supaya Diana berdiri seperti Dirinya.
"Terimakasih Bu Ratna, selama ini Saya dan Suami Saya terlalu membenci Ica bahkan kami sering menghina nya,tolong maafkan lah kami Bu Ratna." sesal Diana.
"Aku sudah lama memaafkan Bu Diana dan Pak Johan, sekarang kita tidak usah mengingat lagi masa lalu.ini adalah awal untuk kita memperbaiki semuanya." penuturan Ratna membuat Diana terharu.
"Terimakasih banyak Bu Ratna." Diana langsung memeluk tubuh Ratna,kini Dirinya merasa lega karena sudah meminta maaf kepada calon besan nya itu. Diana berjanji di dalam hatinya bahwa dirinya benar-benar ingin berubah.
"Sama-sama Bu Diana." Ratna pun membalas pelukan Diana.
Ifan,Zidan,Johan dan Veri begitu terharu melihat pemandangan tersebut.selang beberapa menit ponsel Zidan pun berbunyi. Dreeeet dreeeet,,, Zidan langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Halo,apa kalian sudah cek cctv nya?." ucap Zidan, dirinya merasa sangat penasaran terhadap orang yang telah berani menabrak calon Istrinya itu.
"Ya Tuan ,kami melihat sebuah mobil dengan plat nomor yang sama dengan mobil yang sering di pake oleh Nona Bela ,mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak tubuh Nona Ica." terang salah satu orang kepercayaannya.
Zidan langsung mengepalkan tangannya."Oke terimakasih banyak atas informasinya." Zidan pun mengakhiri panggilan nya."Ternyata kamu Bela di balik semua ini, kalau sampai terjadi sesuatu pada Ica,Aku tidak akan pernah membiarkan mu hidup dengan tenang." Zidan membatin.
"Telepon dari siapa Sayang?." ucap Diana, Dirinya merasa sangat penasaran melihat raut wajah Anak nya itu.
"Dari orang-orang ku, ternyata Bela yang menabrak Ica." Zidan merasa menyesal mengapa dulu Dirinya bisa mencintai wanita seperti Bela.
__ADS_1
"Sekarang kamu tau keberadaan Bela?." tanya Johan. sebenarnya Johan dan Diana dari dulu memang kurang setuju Anak nya berhubungan dengan Bella, karena Johan sudah mengetahui bagaimana latar belakang keluarga Bella.
"Orang-orang ku masih mencari keberadaan nya." terang Zidan.
"Jangan biarkan Dia lolos begitu saja." ungkap Johan.
"Ayah tenang saja,Bella akan mendapatkan balasan yang setimpal." Zidan berkata sambil menguatkan rahangnya karena merasa sangat benci ketika menyebut nama mantan kekasih nya itu."Kali ini Kamu tidak akan bisa lolos Bella." Zidan membatin.
πππππ
Sementara itu di tempat yang berbeda,Bella mondar-mandir hatinya begitu sangat gelisah,dan tidak bisa beristirahat dengan tenang."Bagaimana Aku bisa melupakan cctv itu, sekarang mungkin polisi sudah memeriksa waktu kejadian itu,aduh bisa gawat ini, Aku harus cepat-cepat pergi ke luar negeri." Bella kemudian mengecek semua faspor nya dan memesan tiket penerbangan lalu mengemasi semua barang-barang nya .
Ketika mobil Bella hampir sampai di bandara ,tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan mobilnya."Mobil siapa itu, kenapa berhenti di situ segala!!." ucap Bella sedikit geram. Bella terus memencet klakson mobil nya,namun mobil tersebut bukannya menyingkir,malah semakin mendekat hingga sedikit menabrak mobil Bella sehingga membuat Bella terkejut.
Bella terkejut kembali ketika melihat tiga orang keluar dari dalam mobil tersebut, menghampiri mobil nya dan menggedor kaca mobil.
"Buka pintunya!!." ucap salah satu dari ketiga orang tersebut, dengan nada suara yang tidak bersahabat.
Bella pun akhirnya membuka pintu mobil nya,dan tidak membuang-buang waktu, salah satu dari ketiga orang tersebut menarik langsung tangan Bella sehingga Bella meringis karena tangan nya di tarik dengan sangat kasar.
"Beres, sekarang kita serahkan wanita ini secepatnya." ucap salah satu dari ketiga orang tersebut.
"Baik,Aku akan beritahu Tuan dulu." ucap yang satunya lagi.dan akhirnya dua orang tersebut membawa Bella , yang satunya lagi membawa mobil milik Bella untuk menjadi barang bukti.
πΉπΉπΉπΉπΉ
Di Rumah Sakit.
Sementara itu Zidan sedikit menyunggingkan senyumnya ketika membaca pesan dari orang-orangnya."Bagus ,sekarang kamu akan mendapatkan hukumannya." batin Zidan.
"Pesan dari siapa Nak?." ucap Diana, Dirinya merasa heran ketika melihat Zidan yang tersenyum sekilas.
"Dari orang -orang suruhan ku Bu, mereka berhasil menangkap Bella,Aku harus berangkat ke kantor polisi sekarang, karena sebentar lagi mereka sampai di sana." terang Zidan.
Perkataan Zidan membuat semuanya sedikit lega, meskipun belum sepenuhnya merasa lega, karena Ica belum sadarkan diri.
"Ayah dan Ibu mu akan temani kamu." timpal Johan. Johan tau Diana akan menjadi saksi dalam kasus ini,maka dari itu Johan ingin menguatkan dan mendukung Istrinya itu.
__ADS_1
"Bu,kami berangkat dulu." Zidan berpamitan dengan Ratna.
"Ya Nak, hati-hati." ucap Ratna dengan tulus. Ratna berharap pelaku yang menabrak Anaknya itu bisa mendapat hukuman yang setimpal.
"Ifan jaga Ibu, kalau ada sesuatu yang mencurigakan tolong hubungi kakak." Zidan berpesan pada adik iparnya itu. Zidan sangat takut kalau Mira berulah lagi. Zidan harus lebih berhati-hati karena dulu Mira sering melakukan hal yang membuat Ica hampir celaka.
"Baik kak, hati-hati." ucap Ifan. hati nuraninya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.
"Dan ,Gue ikut." timpal Veri. karena Veri tau Dirinya juga akan di mintai keterangan.
Kini Zidan,Diana Johan dan Veri pun berangkat menuju kantor polisi.
πππππ
Di kantor polisi.
Orang-orang suruhan Zidan baru saja sampai di depan kantor polisi, mereka pun menyerahkan kamera cctv dan mobil Bella sebagai bukti, sedangkan Bella masih belum sadar.mereka bertiga mengangkat tubuh Bella untuk di pindahkan ke ruang khusus interogasi.
"Kamu akan terkejut ketika bangun sudah ada di kantor polisi." ucap salah satu dari ketiga orang tersebut.
Setelah menunggu setengah jam, akhirnya Zidan dan yang lainnya sampai.
"Apa semuanya sudah beres?." Zidan bertanya kepada salah satu orang suruhan nya.
"Beres Tuan, sekarang tinggal menunggu pelakunya sadar." ucap orang tersebut.
"Bagus terimakasih banyak atas kerja kalian,nanti Aku akan transfer uangnya, sekarang kalian pulanglah." tutur Zidan.
"Baik Tuan terimakasih banyak." ucap Mereka kompak.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Maaf telat update π πππ,badan ku ngedrop lagiπ’.tapi Alhamdulilah sekarang udah agak membaik.
Semoga kalian suka dengan karya ku ini π₯°
See You ποΈποΈποΈ
__ADS_1