Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
54. dikediaman orang tua Vinka.


__ADS_3

Karena Vinka terlalu mengkhawatirkan keadaan Wahyu. Akhirnya Vinka membawa Wahyu ke rumah orang tua Vinka. Walau sempat ragu karena saat ini orang tua Vinka kecewa pada Wahyu. Namun Vinka yakin orang tuanya mau mengerti. Lagi pula Wahyu memang masih mengalami amnesia. Jadi ia tidak sepenuhnya bersalah.


" Vinka. Kita mau kemana?" Wahyu merasa bahwa jalan yang mereka lalui berbeda dengan arah ke rumahnya.


" Ke rumah orang tuaku," jawab Vinka singkat.


" Bukannya Mas Wahyu mau bertemu anak-anak dan kita bisa bersama seperti dulu?" lanjutnya.


" Aku ingin. Tapi-"


" Tapi kenapa Mas?. Kalau kamu tidak ingin dan akan pulang ke rumahmu. Baiklah, aku akan antar." Vinka sedikit kecewa dengan sikap Wahyu.


" Bu-bukan seperti itu sayang. Aku hanya takut bila Ibuku menuduhmu yang tidak-tidak. Aku hanya takut akan ada masalah baru." Hal itu yang sebenarnya Wahyu fikirkan dari tadi.


Vinka diam tidak menyahuti perkataan suaminya. Ia mulai memikirkan omongan Wahyu. Benar juga apa yang dikatakan suaminya. Mertuanya tidak akan tinggal diam begitu saja. Pasti akan ada masalah baru setelah ini.


" Lalu, sekarang kita harus gimana Mas?. Kita sudah hampir sampai." keluh Vinka.


" Gini saja. Malam ini aku akan menginap dirumah orang tuamu. Sekaligus mengakrabkan diri dan mencoba mengingat kebersamaan kami. Besok pagi aku akan pulang dan menemui Ibuku untuk membicarakan kelangsungan rumah tangga kita." Wahyu mencoba meyakinkan Vinka.


" Kalau Ibu tetap bersikeras untuk memisahkan kita gimana Mas?. Aku takut." Air mata yang tadi ditahan. Lolos juga membasahi pipi Vinka.


" Suutt, tenanglah. Percaya padaku, semua akan baik-baik saja." Wahyu menggenggam erat jemari tangan Vinka.


Jika sekarang mereka tidak didalam taksi. Pasti Wahyu sudah memeluk dan menciumi Vinka. Kini mereka sudah hampir tiba dikediaman orang tua Vinka. Tadi Vinka juga sudah mengirimkan pesan kepada kedua orang tuanya. Ia meminta izin untuk membawa Wahyu kerumah mereka.


Orang tua Vinka sangat tahu bagaimana keadaan rumah tangga anaknya. Hanya bisa mengiyakan jika itu yang terbaik untuk keduanya. Mereka berharap anak dan menantunya dapat bersatu kembali.


Kini taksi yang Vinka dan Wahyu tumpangi sudah sampai dikediaman orang tua Vinka. Wahyu menenangkan hatinya terlebih dahulu sebelum menyusul Vinka keluar. Kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga Vinka. Bahkan kedua putri mereka sangat antusias saat mengetahui Ayah mereka akan datang.


" IBU .... " Elsa dan juga Safa berlarian kearah Vinka.


" Sayang, kenapa lari-lari. Nanti kalau jatuh gimana?" Vinka tersenyum menatap kedua buah hatinya.


Wahyu yang sudah keluar mengikuti Vinka sangat bahagia melihat pemandangan itu. Tekatnya jadi semakin besar untuk bisa berkumpul kembali dengan anak dan istrinya. Tak peduli halangan sebesar apa. Wahyu akan hadapi semuanya.


" AYAH .... "


Kini gantian Wahyu yang dipeluk oleh kedua putrinya. Semenjak pertemuan waktu itu, Safa tidak lagi takut kepada Wahyu. Hubungan mereka pun semakin akrab. Wahyu tidak pernah absen menanyakan kabar dan aktifitas kedua buah hatinya.


Wahyu berjongkok mensejajarkan tingginya dengan sang anak. Wahyu sangat bahagia bisa lebih dekat seperti saat ini.


" Sayang, kalian anak-anak yang sangat pintar. Ayah senang bisa bertemu kalian lagi."


Mereka bertiga saling berpelukan. Vinka sangat bahagia karena keluarganya bisa berkumpul lagi seperti dulu. Ia bertekad akan menghadapi semuanya. Ia akan terima resiko apapun yang nantinya akan terjadi. Kebahagiaan kedua buah hatinya adalah segalanya untuk Vinka.


" Semoga setelah ini, kita akan terus bersama hingga menua bersama. Semoga kamu mau bersama-sama denganku membesarkan mereka. Kita hadapi bersama rintangan yang ada. Aku yakin, kamu juga menginginkan hal yang sama Mas." batin Vinka.


" Sudah- sudah, kangen-kangenannya nanti lagi. Sekarang kita masuk!. Ayah Wahyu harus istirahat."


" Iya Bu."


Wahyu menggandeng kedua buah hatinya. Vinka mengikuti dari belakang disusul keluarga yang lain. Ibu Vinka sempat tidak setuju dengan ide Vinka membawa Wahyu kerumah. Tapi beliau mengalah untuk kebahagiaan sang putri. Walau bagaimanapun, Wahyu masih sah menjadi suami Vinka dan juga ayah dari kedua cucunya.


Orang tua mana yang akan tega melihat anaknya bersedih. Tentu mereka akan mengalah untuk kebahagiaan anak mereka. Orang tua Vinka hanya bisa mendoakan kebahagiaan putri sulung mereka.


" Vinka sudah banyak melewati ujian yang penuh dengan air mata. Putriku adalah Wanita Tangguh. Tak mengeluh dengan keadaannya. Semoga kedepannya tidak ada lagi air mata kesedihan. Semoga hanya akan ada air mata kebahagiaan untukmu, Nak." batin Bu Tami.

__ADS_1


Setelah sampai diruang tengah. Bu Tami mengajak Vinka kedapur untuk mempersiapkan makan malam. Bu Tami ingin agar ingatan Wahyu segera sembuh. Maka ia meminta Vinka untuk memasakkan makanan kesukaan Wahyu. Semoga dengan begitu ingatan Wahyu akan segera pulih.


" Nak, masaklah makanan kesukaan suamimu. Ibu yakin, dengan begitu ingatan Wahyu akan segera pulih. Ibu hanya bisa mendoakan kebahagiaanmu, Nak." Bu Tami mengelus sayang tangan Vinka.


" Iya Bu. Terimakasih, selama ini Ibu selalu menguatkan Vinka. Vinka akan segera ke dapur. Vinka taruh ini dikamar dulu." menunjuk tas dan barang bawaannya.


" Iya sayang. Nanti Ibu bantu kamu mempersiapkannya. Kalau begitu, Ibu duluan."


Vinka mengangguk melihat punggung sang Ibu yang sudah menjauh. Vinka segera masuk ke kamarnya untuk menaruh tas dan barang-barangnya. Hari ini adalah hari bahagianya. Ia akan selalu ingat moment ini disepanjang hidupnya.


Ceklek


Pemandangan pertama yang Vinka lihat membuat ia begitu bahagia. Anak dan suaminya tidur dengan nyenyak. Padahal belum ada 30 menit Vinka menyusul mereka. Mereka bertiga sudah tidur dengan pulasnya. Vinka tersenyum dan segera mengabadikan momen bahagia itu.


" Uuhh lucu sekali."


Vinka segera menyimpan ponselnya. Ia akan segera memasak mempersiapkan kejutan kecil untuk sang suami tercinta. Vinka sangat bersemangat menuju dapur. Hingga Hendri yang usilnya tak karuan mulai menggodanya.


" Cie cie cie sudah baikan nie ye. Akan ada Vinka dan Wahyu junior lagi kayaknya." Hendri dengan sengaja menggoda sang Kakak.


" Idiih, anak kecil nngak perlu ikut campur. Urusin aja tu, pacar-pacarmu." seloroh Vinka.


" Ihhhh sensian banget. Aku yakin, Mas Wahyu akan ilfiel saat tahu sikap Kakak dan kebiasaan Kak Vinka yang sebenarnya. Hhhaaa...." Hendri menertawakan Vinka yang saat ini sedang memanyunkan bibirnya.


" Kamu anak kecil sotoy." Vinka menyentil dahi Hendri.


" Aauuggh. Sakit tau."


" Biarin. Sapa suruh usil."


" Iihhh. Memang dasar nenek lampir. Semoga saja Mas Wahyu tidak pingsan saat tahu kebiasaan Kakak."


" Idiihh. Nngak nyadar. Kak Vinka kan sering nglindur nngak jelas. Apalagi-"


" Apalagi apa?"


" Suka ileran. Haaa...."


Hendri tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Vinka hanya bisa menahan geram dengan keusilan adiknya.


" Hhhaaa. Sudah, perutku sakit saat membayangkannya."


" Sukuriiin. Itu artinya kamu kualat sama Kakak."


" Iiihhh. Nngak ada cerita ya, orang ganteng kualat."


" Ganteng dari mana?. Kepedean bangeet."


" Ganteng lah, kalau nngak ganteng. Mana mungkin para gadis mau antri untuk menjadi pacarku."


" Huuuekkk. Aku jadi ingin muntah." Vinka segera berlalu ke dapur. Karena kalau diladeni terus, adiknya akan semakin menyombongkan diri.


Namun walau begitu, mereka saling menyayangi. Hendri orang yang ramah dan mudah berbaur. Ia juga tampan mewarisi wajah Ayahnya saat masih muda. Ia memang terkenal bergonta ganti pacar. Namun ia tidak pernah main-main saat menjalin hubungan.


" Dasar Kakak durjana. Awas saja kalau nanti kamu nangis-nangis kaya kemarin lagi!" Hendri sedikit mengencangkan suaranya karena Vinka sudah menjauh.


" Lebih baik aku pergi ke taman kota. Sapa tau Stevi ada disana." guman hendri tersenyum kecil.

__ADS_1


Hendri yang baru putus dengan pacarnya, saat ini tengah mendekati seorang gadis pindahan dari luar kota. Gadis itu adalah adik kelasnya. Gadis yang menurut teman-temannya sangat sulit untuk didekati. Hal itulah yang membuat Hendri semakin penasaran dengan sosok gadis tersebut.


Sebenarnya Hendri sudah mengagumi Stevi saat pertama mereka bertemu. Namun Hendri yang kala itu masih mempunyai pacar tidak begitu memperhatikan anak baru tersebut. Baru setelah ia berubah status menjadi jomblo. Ia sangat ingin mengenal Stevi lebih dekat.


" Bu, aku mau pergi ke taman kota menyusul teman-temanku." pamit Hendri kepada sang Ibu yang saat ini tengah sibuk dengan Vinka di dapur.


" Iya pergilah. Pulangnya jangan malam-malam."


" Iidiih. Mau cari mangsa baru kayaknya." sindir Vinka.


" Nngak perlu ikut campur!. Urusin aja tuh masakanmu. Nanti malah bikin Mas Wahyu sakit perut."


" Iihhh enak aja. Kamu tu yang harus tobat. Jangan mempermainkan perasaan wanita."


" Siapa yang mempermainkan. Aku tidak pernah mempermainkan mereka. Cuman, kalau sudah putus ya cari lagi. Haaaa."


" Dasar adik nngak ada akhlak." Vinka dibuat geleng-geleng kepala dengan kelakuan adik bungsunya.


" Sudah-sudah, malah jadi ribut."


" Kak Vinka yang mulai duluan."


" Eeehh, nngak ada ya!. Kamu yang duluan."


" Sudah jangan diterusin. Kalau kaya gini, kapan matangnya ini masakan."


" Emang enak dimarahin. Wwllekkk." Hendri berlari dan tertawa melihat Kakaknya yang menahan emosi.


" Hendri pamit Bu. Assalamu'alaikum." Hendri sedikit mengencangkan suaranya karena ia sudah menjauh dari dapur.


" Dasar adik nngak punya perasaan. Awas kamu nanti."


" Sudah-sudah. Kamu ini masih kaya anak kecil saja. Lebih baik kita segera menyelesaikan masakan ini. Sebentar lagi sudah magrib."


" Iya Bu."


Bu Tami dibuat geleng-geleng kepala dengan tingkah kedua anaknya yang tidak pernah akur. Berbeda dengan Mira yang lebih lemah lembut. Namun dibalik itu semua Bu Tami bahagia. Anak-anaknya saling menyayangi satu sama lainnya.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸπŸπŸπŸ


Yyuuukkk aahhh


kasih dukungannya.


mohon maaf, jika karya Author blm sebagus karya Author yang lain. Author masih pemula.


Dan mohon maaf, sering telat updateπŸ€­πŸ™


Jangan lupa ya. Like komen subcribe vote dan hadiahnya Author tunggu.


Dukungan kalian sangat berarti untuk Author.


Berhubung Author bulan ini mau jualan lagi.


Author mau ngasih sedikit hadiah untuk pembaca setia Author. Pengumumannya bulan depan ya!!


Terimakasih sudah berkenan baca.

__ADS_1


I love you fuuulll😘😘😘


__ADS_2