
Arc yang baru saja datang dari perusahaan langsung masuk kedalam mansion. Arc melihat Carl yang sedang bermain dengan Z langsung menghampirinya.
"Sayangnya Daddy, apa sudah mandi." kata Arc saat sudah dekat dengan Carl dan saat akan mencium pipinya langsung ditepis oleh Carl.
"Hei mengapa anak Daddy tidak mau dicium." kata Arc saat ditolak oleh Arc
Carl tidak menanggapi perkataan Arc, dia malah pergi dari sana dengan mengajak Z.
"Ayo Z kita pelgi Dali cini." kata Carl sambil menarik tangan Z
"Carl tidak sopan seperti itu, Daddy bertanya harus dijawab." kata Arc saat Carl tidak mau menjawab pertanyaannya.
Arc langsung saja menuju ke kamarnya, karena tidak mendapat jawaban dari Carl. Didalam Arc melihat Elle yang sedang berdiri di dekat jendela melihat arah luar.
"Sweety" kata Arc sambil memeluk Elle
"Hemmm" kata Elle
"Hei mengapa hanya menjawab seperti itu." kata Arc
"Apa kau tau honey, Carl tadi menangis." kata Elle
"Sudah biasa anak kecil menangis Sweety." kata Arc
"Apa kau tau apa yang menyebabkannya menangis" kata Elle sambil membalikkan badannya dan menghadap Arc.
"Aku tidak tau Sweety, siapa yang membuatnya menangis biar aku hukum" kata Arc
"Kau yang membuatnya menangis." kata Elle sambil berjalan kearah sofa.
"Aku" kata Arc menunjuk dirinya sendiri
"Iya, kau membuatnya sangat tersiksa dengan begitu banyaknya pelajaran yang diterimanya saat umurnya masih empat tahun. Dia masih anak-anak honey. Dia perlu untuk bermain, tapi apa, dia dikelilingi berbagai macam pelajaran yang diharuskan untuknya." kata Elle
"Aku mau dia nanti siap untuk mengambil alih perusahaan ku Sweety." kata Arc
"Iya aku tau kau melakukan itu agar dirinya nanti siap mengambil alih perusahaan mu, tapi setidaknya kau juga tau apa yang diinginkannya. Dia ingin bermain honey, dia butuh kasih sayang kita. Berbicaralah dengannya dan tanyakan apa yang diinginkannya." kata elle
"Baiklah, aku akan berbicara dengannya setelah membersihkan diri." kata arc
Setelah itu Arc langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, baru nanti menemui Carl. Setelah beberapa saat Arc sudah siap membersihkan diri dan memakai pakaian yang disiapkan oleh Elle tadi, dilihatnya tidak ada, istrinya di dalam kamar Arc langsung saja keluar menuju kamar Carl.
Saat didepan kamar Carl, Arc mengetuk pintu dan mendapatkan sahutan barulah dia masuk. Di dalam Arc melihat Carl yang sedang duduk di depan meja belajarnya sedang mengerjakan sesuatu. Carl yang melihat Arc masuk hanya mengacuhkannya saja.
"Sayang" kata Arc duduk di kasur Carl
"Iya dad" kata Carl tanpa memandang Arc
"Mengapa tidak memandang Daddy saat berbicara." kata Arc
__ADS_1
"Iya ada apa." kata Carl sambil memandang Arc
"Apa Carl marah dengan Daddy, jadi tidak mau berbicara dengan Daddy." kata Arc
"Tidak" kata Carl
"Carl" kata Arc
"Iya cal malah dengan Edy, kalena melalang cal belmain. Cal bosan belajal telus. Cal mau main cal Ndak mau cama Edy." kata Carl langsung berlari menuju ranjangnya dan menyelimuti seluruh tubuhnya.
Melihat itu Arc merasa bersalah, karena ingin Carl mengambil alih perusahaannya nanti setelah besar membuat dia bersikap egois dengan mengharuskannya belajar saat umurnya baru empat tahun.
"Carl sayang anak Daddy." kata Arc sambil menghampiri Carl yang sedang menutup tubuhnya dengan selimut.
"Cal malas beltemu Edy, Edy jahat." kata Carl
"Carl maafkan Daddy, Daddy janji tidak akan menyuruh Carl belajar terus." kata Arc sambil membuka selimut yang menutup tubuh Carl.
'Hei jangan menangis, anak Daddy tidak boleh menangis." kata Arc sambil mengangkat Carl kepangkuan ya.
"Cal tidak mau beltemu Edy, lepas. Cal mau bilang cama My Cali Edy Balu." kata Carl dan berusaha turun dari pangkuan Arc
"Tidak, aku tidak mau digantikan oleh orang lain " batin Arc
"Carl sayang maafkan Daddy ya, nanti kita ketaman bermain jika Carl mau memaafkan Daddy. Please my boy." kata Arc
"Janji?" kata Carl
"Cal juga Ndak mau belajal." kata Carl
"Kalau itu tidak bisa carl harus belajar, tapi belajarnya cuma sebentar bagaimana?" kata Arc
"Oke, tapi cal tetap mau mencali Edy Balu." kata Carl
"Hei Daddy sudah menuruti semua yang Carl mau kenapa masih mau mencari Daddy baru." kata Arc
"Edy mau cal Ndak Cali Edy Balu halus mau membelikan yang cal mau." kata Carl dengan senyum menyeringai
"Ya Tuhan anak sama Mommy nya sama, sama-sama mencari keuntungan." batin Arc
"Badai mana, mau Ndak atau cal cali Edy Balu." kata Carl
"Iya, Carl mau apa?" kata Arc
Carl membisikan sesuatu ditelinga Arc, yang langsung membuat Arc terbegong atas permintaan anaknya. Melihat itu Carl langsung melepaskan diri dari Arc dan langsung membuka pintu kamarnya dan langsung menyambut Mommy nya yang berada tepat didepan pintu dengan senyumnya.
"Ayo My, kita bel main." kata Carl sambil mengandeng tangan Elle.
Arc yang melihat istrinya sudah ada didepan pintu dan tersenyum menyeringai langsung melototkan matanya.
__ADS_1
"Dasar anak sama Mommy sama saja, jika ada maunya." teriak Arc frustasi karena anaknya meminta pasangan untuk buaya nya si Boy.
******
Sedang dikamar Felicia, dia merencanakan sesuatu agar bisa mendapatkan Egon. Dia keluar dari kamar dengan angkuhnya seperti nyonya dirumah itu karena setiap pelayan yang ada di mansion itu selalu menunduk saat berpapasan dengannya. Dia belum tau saja jika pelayan yang ada di dalam markas itu semua adalah robot yang dibuat oleh Hanz dan akan sopan kepada siapapun karena semua sudah disetting seperti itu.
"Hei kau, tolong buatkan aku jus jeruk." kata Felicia sambil duduk di sofa
"Baik." kata pelayan tersebut dan langsung pergi ke dapur untuk membuatkan apa yang Felicia inginkan.
"Ah enak sekali jika aku menjadi nyonya di mansion ini, pasti aku akan merasakan surga dunia itu seperti apa." kata Felicia
Tiba-tiba Felicia melihat seorang wanita masuk dan berjalan menuju arah tangga.
"Siapa kamu?" kata Felicia
"Aku, seharusnya aku bertanya padamu mengapa kau ada di mansion ini." kata wanita itu yang tak lain adalah Bianca "Aku akan mengerjainya, sebelum dia disiksa nona." batin Bianca.
"Dia hanya orang yang menginap sementara disini Bianca." kata Kayo yang turun kebawah.
"O...aku kira dia pacarnya Abang Egon." kata Bianca "Karena Abang tidak pernah membawa pacarnya kerumah ini." kata Bianca
"Bagus jika dia tidak pernah membawa pacarnya kesini atau jangan-jangan dia tidak memiliki kekasih, malah itu lebih bagus aku bisa menggodanya agar mau menjadi kekasihku." batin Felicia
"Rambutmu bagus sekali seperti itu." kata Bianca melihat rambut Felicia yang sudah seperti potongan rambut laki-laki.
"Benarkah, aku kemarin bosan dengan rambut panjang jadi aku merubahnya menjadi seperti ini." kata Felicia "Jangan sampai mereka tau jika rambutku seperti ini karena para wanita gila itu yang membuat rambutku hancur." batin Felicia.
"Kau kira kami tidak tau apa yang menyebabkan rambutmu seperti itu." batin Bianca.
"Ini jus yang Anda minta nona." kata pelayan tersebut kepada Felicia
"Terimakasih" kata Felicia dengan lembut, padahal tadi memerintah dengan gaya pongahnya.
" Kak Kayo nanti kita akan makan bersama dengan mama di mansion, karena hari ini akan diadakan barbeque." kata Bianca kepada kayo
"Baiklah" kata Kayo dan langsung menuju arah dapur untuk mengambil minum.
"Apa aku boleh ikut" kata Felicia karena dia akan mencari perhatian kepada Egon.
"Akan aku tanyakan kepada Mama dulu, aku keatas dulu ya." kata Bianca
"Iya" kata Felicia
"Aku harus berdandan dengan baik malam ini agar menarik perhatian dia." kata Felicia dengan senyum yang merekah.
Kayo yang melihat senyuman Felicia, hanya menyeringai karena malam ini adalah malam terakhir wanita itu merasakan dunia ini.
"Wah akan ada tontonan yang menyenangkan malam ini." batin Kayo
__ADS_1
Bersambung.....