Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Bab33~Perpisahan~


__ADS_3

Haaiii 🖐️🖐️


Terimakasih banyak kepada kalian yang sudah mendukung karya ini 🥰, semoga kalian sehat selalu 😊 salam hangat dari ku Ai Wati.


🌷🌷🌷🌷🌷 Happy reading 🌷🌷🌷🌷🌷


Malam pun tiba,Zidan mengajak Ica untuk pergi ke suatu tempat. "mas , kita mau kemana?." Ica yang baru saja selesai bekerja,merasa penasaran.


"Rahasia,ayo nanti keburu telat." Zidan menuntut Ica untuk masuk ke dalam mobil.selepas kejadian tadi pagi Ica ijin tidak masuk kuliah karena waktunya yang sudah lewat dari jam masuk.


Akan tetapi Ica bersikeras untuk pergi bekerja, meskipun ibunya melarang. Zidan pun menuruti keinginan kekasihnya yang selalu giat bekerja.


💋💋💋💋💋


"Mas ,kok Ica dan pak Zidan belum nyampe juga?." Sindi mondar-mandir,ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan sahabat nya. pasalnya sejak penculikan yang di alami oleh sahabat nya , dirinya belum sempat bertemu, karena Sindi harus menggantikan peran Ica sebagai MC .


"Kamu harus sabar, sebentar lagi mereka datang."Rian tersenyum manis melihat kekasihnya yang sedang mengkhawatirkan sahabat nya.


Selang beberapa menit,mobil Zidan sampai di depan restoran rayyan. "loh mas,ini kan restoran mas rian.ica baru menyadari karena sedari tadi ia fokus pada ponselnya. "benar, ayo turun."Zidan lalu membukakan pintu mobil untuk Ica.


"Tuh, mereka." ucap Rian. "uh ,, so sweet banget." Sindi melihat kemesraan sahabat nya."apakah kamu mau?." Rian membisikan ke telinga kekasihnya. sedangkan Sindi hanya meremang mendapat sentuhan tersebut.


"Assalamu'alaikum ,hai Sindi maaf membuat kalian menunggu." Ica langsung di peluk oleh Sindi. "wa'alaikum salam, kamu baik-baik saja kan ca?." Sindi memutar balikkan tubuh Ica. "Alhamdulillah Sindi aku tidak apa-apa." ucap Ica.


"Syukurlah ca, jantungku hampir copot di buatnya." Ica hanya tersenyum mendengarnya."oke kalau begitu, kalian mau pesan apa." Rian menyodorkan sebuah buku menu makanan.


"Aku pesan nasi goreng spesial 2,jus alpukat nya 2." Zidan menyodorkan kembali buku menu tersebut.


"Aku pesan ayam rica-rica sama jus melon." ucap Sindi. Rian memanggil sang pelayan untuk menyiapkan pesanan tersebut. 30 menit kemudian pesanan pun tersaji di atas meja. kini mereka sedang menikmati hidangan tersebut.


Setelah acara makan selesai.zidan mengucapkan banyak terimakasih kepada sahabatnya ,Rian pun memeluk Zidan ."kamu jangan pulang dulu , bawalah Ica ke belakang, di situ ada taman yang sangat indah, aku baru siap meresmikan taman tersebut." tawar Rian.


"Wah , kebetulan sekali , selamat semoga semakin bertambah sukses." Zidan menepuk pundak sahabat nya. "thanks, selamat menikmati." Rian kemudian mengajak Sindi pergi , supaya tidak menggangu.


Zidan kemudian mengajak Ica ke sebuah taman yang sangat indah. "apa kamu suka?." ucap Zidan sambil memeluk Ica dari belakang. "suka banget mas , sangat indah dan bisa menyegarkan hati." ucap Ica.


__ADS_1


"Ramai sekali ya mas." ucap Ica. "apa kamu mau di tempat yang sangat sepi." Zidan sengaja menggoda. "apaan sih mas." Ica memukul pelan lengan kekasihnya.


"Sayang, besok lusa aku akan berangkat ke luar negeri, apa kamu siap dan mau menunggu mas pulang?." Ica langsung mengangguk sambil tersenyum manis kearah Zidan. "aku akan selalu menunggu kedatangan mu mas." Ica meyakinkan.


"Terimakasih ,mas janji akan langsung kembali setelah urusan mas selesai." Zidan kemudian membalikkan tubuh Ica, kini mereka berdua saling menatap satu sama lain.


Dan tidak menunggu waktu yang lama, Zidan mencium bibir Ica ,ia menyesap dan ******* bibir kekasihnya, Ica begitu menikmati ciuman tersebut.begitu pasokan udara mulai menipis Zidan menghentikan ciumannya.


Dan setelah itu Zidan kembali mencium bibir manis kekasihnya, Zidan memegang tengkuk Ica supaya dirinya semakin leluasa untuk memperdalam ciumannya.ia menyesap kembali setiap inci bibir Ica.


Cukup lama mereka berciuman, hingga bibir Ica sedikit bengkak karena ulahnya.zidan kemudian mengusap bibir kekasihnya"maaf." Zidan mencium sekilas bibir Ica.


"Apa ini sakit?." Zidan mengusap kembali bibir kekasihnya. Ica menggelengkan kepalanya."tidak mas." Ica pun berinisiatif untuk berciuman kembali , tanpa menunggu lama bibir Ica sudah menempel di bibir kekasihnya.


Zidan pun tak membuang waktu,ia langsung membalas ciuman tersebut. setengah jam kemudian Zidan menghentikan ciumannya, ia tak ingin melakukan hal yang lebih dari itu sebelum ada ikatan pernikahan. Zidan langsung memeluk kekasihnya untuk menetralkan rasa yang sejak tadi bergemuruh di dalam tubuh nya.


"Mau pulang sekarang?." tawar Zidan. Ica menggelengkan kepalanya."sebentar lagi mas." Ica merasa tenang berada dalam dekapan kekasihnya. Zidan tersenyum manis, ia semakin mempererat pelukannya.


Di tempat yang berbeda Rian tengah duduk bersama Sindi tangan mereka saling menggenggam."sin apa kamu bahagia?." Rian menatap intens wajah kekasihnya ."aku bahagia mas Rian." Sindi menjawab sambil mengulas senyum.


Rian menghentikan ciumannya karena melihat Sindi yang hampir kehabisan nafas.


"Bernapas lah." Rian tersenyum kemudian mengusap bibir kekasihnya.mereka kemudian berciuman kembali, kini Sindi bisa mengimbangi dan menikmati ciuman tersebut.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Dua hari telah berlalu, kini adalah hari dimana Zidan akan berangkat ke luar negeri.sehari sebelum berangkat Zidan mengundurkan diri dari kampus, banyak dosen yang menyayangkan atas tindakan yang Zidan lakukan.


Bahkan rektor kampus pun menolak surat pengunduran diri dari dirinya. Zidan akhirnya menceritakan semuanya kepada rektor ,kini rektor tau alasannya, dengan berat hati, rektor pun menerima surat tersebut.


Di kediaman Johan. "ayo sayang, sebentar lagi kita harus mengantar anak kita ke bandara." Johan melirik jam tangannya. "iya ini juga sudah siap ,tapi yah ibu mau tanya sesuatu, apa Zidan tidak curiga kalau ayah tidak akan merestui hubungan nya?."


"Ibu tenang aja ,ayah selalu bersandiwara sebaik mungkin." ucap Johan dengan santai. "apa ayah sudah mengirimkan sekretaris pilihan kita?." Johan mengangguk. "bagus dengan begitu Zidan perlahan akan melupakan gadis kampung itu." Diana tersenyum licik.


"Apa sekretaris itu yang akan di jodohkan dengan Zidan?." tanya Johan. "tepat sekali ayah,dia anak dari sahabat ibu , perusahaan ayahnya sedang naik daun." jawab Diana. Johan tersenyum mendengarnya.


"Ya sudah, sekarang kita berangkat." Johan menarik tangan istrinya.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kini Zidan sudah berada di rumah Ica di temani nenek dan kakeknya."apa sudah siap?." ucap Zidan .


"Siap mas,ayo." Ica kemudian pamit pada ibunya. begitupun dengan Zidan."Bu, aku pergi dulu jaga di ibu baik-baik." semoga kamu berhasil nak." ucap Ratna tulus ."terimakasih Bu." Zidan kemudian bergegas pergi di ikuti Ica ,Ifan ,nenek dan kakek .


Mobil yang ditumpangi Zidan telah sampai di bandara ,di situ sudah terlihat Johan dan Diana.


"Ca,mas berangkat dulu jaga diri baik-baik dan juga jaga cinta kita." Zidan memeluk tubuh Ica. "iya mas aku akan setia menjaga cinta kita,mas hati-hati di sana." ucap Ica tak terasa air matanya menetes.


Zidan lalu mengusap pipi Ica, tidak usah menangis ,mas tak tega melihatnya.


"Nek, kek aku pamit jaga kesehatan kalian." Zidan memeluk nenek dan kakeknya." hati-hati cucuku jaga diri baik-baik." ucap nenek Zia sedih."semoga kamu berhasil cucuku." kakek zean menepuk pundak Zidan ."terimakasih."


"Kak Zidan cepatlah kembali." Ifan memeluk Zidan ."itu pasti , jangan lupa belajar yang rajin." Zidan mengacak-acak rambut Ifan. Ifan pun mengangguk.


Kini Zidan menghampiri orang tuanya."ayah ibu,aku pergi dulu." Zidan menyalami tangan keduanya. sebenarnya Zidan tau rencana ayahnya, ia tidak sengaja mendengar membicarakan Johan yang akan mengirim sekretaris yang ternyata adalah wanita yang akan di jodohkan dengan dirinya.


"Aku akan mengikuti permainan mu ayah , supaya aku tidak ada kendala untuk pulang kembali." batin Zidan .


Kini Zidan telah masuk ke dalam pesawat."bismillah semoga aku bisa berhasil, supaya aku bisa kembali pada cinta dan kebahagiaan ku." gumam Zidan.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


JANGAN LUPA


LIKE


KOMENTAR


VOTE


HADIAH


FOLLOW


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1443 HIJRIAH.

__ADS_1


__ADS_2