Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Hotel


__ADS_3

Malam harinya disebuah restoran, Huanran sedang duduk bersama dengan Yong yang meminta bertemu karena ada hal yang ingin dia sampaikan.


Sebenarnya Huanran sudah menolak bertemu dengan Yong tapi pria itu selalu menghubunginya membuat Huanran menjadi jengah dan terpaksa bertemu dengan Yong.


"Apa yang ingin kau katakan." kata Huanran setelah meminum jus.


"Sayang ak-" perkataan Yong langsung dipotong oleh Huanran


"Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu, karena kita tidak memiliki hubungan lagi." kata Huanran


"Maaf, aku mengajakmu bertemu karena aku ingin meminta maaf atas apa yang telah terjadi. Aku mau kau berteman lagi dengan Kiew Xin." kata Yong


"Cih...berteman lagi dengan wanita seperti dia, aku tidak membutuhkan orang sepertinya untuk menjadi teman atau sahabatku." kata Huanran.


"Tapi itu semua salahku, akulah yang telah menggodanya sehingga menghianati mu." kata Yong


"Jika dia sahabat yang baik, walaupun digoda olehmu dia tidak akan mau berhubungan dengan tunangan sahabatnya sendiri. Itu menandakan jika dia tidaklah baik untuk aku jadikan sahabat lagi." kata Huanran "Aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri tapi apa yang aku dapatkan darinya, hanya sebuah penghianatan." kata Huanran dengan emosi.


"Jadi jangan pernah lagi menemui ku, aku sudah muak melihat wajahmu dan juga wajahnya." kata Huanran


"Tapi-" perkataan Yong langsung di potong oleh Huanran


"Semoga kau bahagia dengannya." kata Huanran dan Bagun dari duduknya


"Mengapa badanku terasa panas." batin Huanran yang terus berjalan keluar dari restoran.


Yong melihat kepergian Huanran terus melihatnya, saat melihat tingkah Huanran yang aneh Yong langsung menyeringai.


"Sebentar lagi kau tidak akan bisa pergi dariku, akan aku buat kau menikah denganku dan akan ku rampas harta keluargamu." batin Yong sambil tersenyum.


Yong mengikuti Huanran yang pergi ke parkiran menuju mobilnya, saat Huanran berada didepan mobilnya dia berhenti untuk menormalkan napasnya yang semakin memburu.


"Apa yang terjadi denganku, mengapa panas sekali." batin Huanran


Dan saat ingin masuk kedalam mobil seseorang telah menariknya ke arah mobil lainnya.


"Aarkkk lepas." kata Huanran


"Diam, ikut denganku." kata pria itu yang tidak lain adalah Yong.


"Lepas jangan menyentuhku." kata Huanran


"Ikutlah denganku, aku tau pasti kau menginginkannya." kata Yong yang melihat tingkah Huanran yang gelisah.


"Apa maksudmu, lepaskan aku dasar pria gila." kata Huanran


"Jangan mengelak, tubuhmu saja menginginkanku." kata Yong


"Lepas, tolong." teriak Huanran

__ADS_1


Melihat Huanran yang berteriak Yong langsung mendorong Huanran masuk kedalam mobil bagian belakang.


"Diam" kata Yong dan langsung memeluk Huanran


Yong langsung mencium leher Huanran, mendapat hal seperti itu Huanran ingin memberontak tapi tubuhnya tidak sejalan dengan pemikirannya. Tubuhnya menginginkan hal lebih tapi pikirannya menolak.


"Tolong" teriak Huanran


Plak


"Diam, terima saja apa yang aku lakukan." kata Yong setelah menampar Huanran dan kembali mencium leher Huanran


"hiks hiks hiks tolong, siapapun tolong" batin Huanran


Saat Yong ingin membuka jaket yang digunakan Yong seseorang sudah lebih dulu membuka pintu mobil dengan kasar dan menarik Yong dengan kuat dan mendorongnya.


"Hai ap--" perkataan Yong terhenti ketika wajahnya mendapatkan Bogeman mentah


Buk


Buk


Buk


Yong mendapatkan pukulan di wajah dan juga perutnya, membuatnya merintih kesakitan.


Setelah menghajar Yong, pria tersebut langsung membantu Huanran keluar dari mobil Yong.


"T...tolong a...ku." kata Huanran terbata.


Pria itu langsung membawa Huanran dari sana, dan dengan cepat.


"Nona dimana tempat tinggal mu." kata pria tersebut


"T...tolong tubuhku terasa panas sekali." kata Huanran


"Iya tapi dimana rumahmu." kata pria tersebut


"Di....jalan xxxx, t...tolong aku panas sekali." kata Huanran yang langsung memeluk pria tersebut.


"N....nona tolong lepaskan pelukan Anda." kata pria tersebut


"Maaf" kata Huanran, tapi semakin lama tubuhnya semakin panas.


Huanran langsung melepas jaketnya sehingga memperlihatkan tubuhnya yang hanya menggunakan teng top dan juga celana jins membuat pria itu langsung menoleh kearah lain.


"Bagaimana ini, jika aku mengantar ke rumahnya pasti aku akan disalahkan. Kemana aku harus membawanya." batin pria tersebut.


Saat melihat kearah Huanran, pria itu langsung syok karena Huanran sudah membuka teng topnya dan memperlihatkan gunung kembarnya yang masih terbungkus.

__ADS_1


"N...nona to...olong pakai lagi pakaian Anda." kata pria tersebut.


"Tapi ini sangat panas." kata Huanran


"Sialan, ini gara-gara Yong pasti dia telah memberi nona ini obat perang*ang. Lebih baik aku membawanya ke hotel yang ada di depan sana dan merendamnya sampai efek obat tersebut menghilang, baru mengantarnya pulang." batin pria tersebut dan langsung mengarahkan mobilnya ke hotel yang tidak jauh dari tempat dia sedang berada sekarang.


Setelah sampai di depan hotel dia langsung membawa Huanran masuk kedalam hotel sambil menggendongnya. Saat menuju resepsionis dirinya langsung memesan kamar, saat di depan resepsionis ada seorang wanita yang tidak sengaja melihat Huanran berada di gendongan seorang pria. Saat ingin menghampirinya temannya memanggilnya sehingga diurungkannya.


Setelah mendapat kunci, pria itu langsung menuju kamar yang telah dipesannya.


"Menyusahkan saja, mana aku banyak kerjaan." katanya sambil menggerutu membawa Huanran yang terus saja meraba-raba dadanya.


"N...nona mohon kondisikan tangan Anda." kata pria dengan ketus, bukannya diam Huanran malah semakin berani membuka kancing baju pria tersebut.


"Yakkkkk dasar wanita ini, awas kau akan aku tenggelamkan di kamar mandi." saat mereka sudah sampai didepan pintu kamar dan membukanya.


Setelah menutup pintu, pria tersebut langsung membawa Huanran masuk kedalam kamar mandi, dan memasukkannya kedalam bathtub dan menyalakan air dingin, Huanran langsung menjerit saat merasakan air dingin tersebut.


"Rasakan itu" kata pria itu


Huanran yang mendengar itu langsung melototkan matanya kepada pria yang menolongnya.


Buk


"Apa kau lakukan hah, lihat bajuku jadi basah." kata pria tersebut karena ditarik oleh Huanran masuk kedalam bathtub sehingga dia ikut basah dan tepat berada diatas Huanran.


"K...kau yang memulai ya." kata Huanran yang masih merasakan efek dari obat yang diminumnya.


Saat tangan pria itu tidak sengaja menyentuh kulit Huanran, hal itu membuat Huanran mengeluarkan suara laknat yang membuat pria yang ada di atas Huanran merinding.


"Aku harus kabur dari sini." kata pria itu bangun dari tubuh Huanran tapi naas tubuhnya telah di peluk oleh Huanran dengan cepat.


"T...tolong aku, tubuhku masih terasa panas." kata Huanran sambil meraba perut pria itu.


"Tolong ko...kondisikan tangan Anda nona." kata pria itu


Cup


Huanran tidak mempedulikan ocehan pria yang ada didepannya, huanran malah menciumnya untuk membungkam ocehan pria yang tak jelas. Mendapat hal tersebut membuatnya tidak bisa berkutik karena baru sekali ini dia mendapat ciuman dari seorang wanita.


Tidak mendapat perlawanan, tangan Huanran menuju kancing baju sang pria untuk dibukanya. Karena hasrat yang menggebu membuatnya tidak sadar telah melakukan hal salah. Sedangkan sang pria hanya terdiam karena syok mendapatkan hal seperti itu. Karena tidak mendapat perlawanan dari pria itu, Huanran lebih berani lagi dia berpindah ke leher pria tersebut dan mencium serta mengendus leher pria itu dan menggigitnya.


"Yakkkkk apa yang kau lakukan." teriak pria itu bertepatan dengan pintu kamar mandi yang di buka secara kasar.


Brakkkk


"HUANRAN......


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2