Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Pernikahan Kayo Dan Boy


__ADS_3

Saat ini para wanita sedang berada didalam kamar Kayo yang sedang didandani.


"nona aku tidak mau menikah." kata Kayo


"Tidak bisa, kau harus bertanggung jawab pada Boy, kau tidak lihat wajahnya yang sedih tadi telah menyerahkan sesuatu yang berharga pada dirinya." kata Elle mengingat perkataan Boy yang sungguh lucu, dimana yang seharusnya bertanggung jawab adalah laki-laki ini malah wanitanya yang diminta bertanggung jawab.


"Mama Amanda." kata Kayo meminta pertolongan pada Mama Amanda


"Lakukan saja Kayo, menikah itu enak." kata Mama Amanda


"Iya, betul itu." kata Mommy Jia yang juga hadir untuk melihat pernikahan Kayo dan Boy


"Tapi aku ti-" perkataan Kayo dipotong oleh Elle


"Tidak ada tapi-tapian, kalian harus menikah." kata Elle dengan suara tegasnya.


Mendengar perkataan nonanya Kayo hanya bisa pasrah menerima itu semua.


"ini salahnya, awas saja akan aku hajar dia nanti." batin Kayo


"Jangan membuat sesuatu yang aneh Kayo, apa kau mau janda setelah menikah." kata Elle saat mendengar pikiran Kayo.


"Baik nona." kata Kayo yang terkejut dengan perkataan nonanya.


Lain halnya di kamar tamu, saat ini Boy sedang di beri petuah oleh para lelaki.

__ADS_1


"Kau harus menjaganya, walaupun dia sepertinya kuat tapi dia juga wanita yang memiliki sisi lembutnya." kata kakek


"Benar itu, apa yang dibilang kakek. Kau juga jangan sampai memancing kemarahan Kayo, aku pernah sekali melihat dia sedang marah pada anggota ya yang salah melakukan sesuatu yang akan dikerjakan. Anggota itu mendapatkan luka yang sangat parah karena Kayo menghajarnya sampai pingsan." kata Jimmy menimpali.


"Apa kau pernah melakukan enak-enak sebelumnya." kata Daddy David, dan Boy langsung menggeleng ketika tau maksud dari kata enak-enak.


"APA" kata para pria yang ada didalam kamar tersebut yang tidak habis pikir dengan Boy


"Kau itu mafia apaan yang tidak pernah melakukan enak-enak sebelumnya. Atau jangan-jangan kau bukan seorang mafia kali." kata Daddy David


"Aku ini anak baik, pekerjaan aku saja yang seperti itu." kata Boy dengan santainya.


"Cih dasar mafia perjaka." kata Arc


"Sudah jangan berbicara lagi, nanti aku akan memberimu sebuah film yang harus kau dan Kayo tonton." kata Daddy


Setelah persiapan selesai, acara pun langsung diselenggarakan. saat ini Boy sedang menunggu Kayo yang masih dibawa oleh para wanita ke altar yang dibuat secara mendadak.


Sesaat kemudian Kayo datang dengan didampingi oleh kakek Alexander untuk menuju altar, Boy yang melihatnya tersenyum dengan cerah sampai-sampai dia tidak sadar jika Kayo dan kakek Alexander sudah berada didepannya.


"Sadarlah" kata Arc saat boy hanya diam memandang Kayo


"Kau cantik sayang." kata Boy, membuat Kayo merona merah pipinya.


"Semakin cantik saat pipimu memerah." kata Boy

__ADS_1


"Kau mau menggombal apa mau menikah." kata kakek ketus kepada Boy karena dia capek berdiri terlalu lama.


"Hah, i....iya ayo kita mengucapkan janji." kata Boy langsung menarik tangan Kayo dari kakek Alexander.


Setelah beberapa saat pernikahan antara Kayo dan Boy berjalan dengan lancar. Sekarang Kayo sudah menjadi istri Boy.


Boy sangat bahagia akhirnya dia menikah sehingga menampilkan senyum yang merekah, sedangkan Kayo hanya menampilkan wajah datarnya saja.


"Sayang tersenyumlah, nanti malam kita akan enak-enak." kata boy membuat Kayo langsung melototkan matanya saat Boy berkata seperti itu.


"Jangan melotot sayang, kau malah membuatku ingin melahap mu sekarang juga." kata Boy sambil memeluk pinggang Kayo.


"Lepas mafia perjaka mesum." kata Kayo berusaha melepas tangan Boy pada pinggangnya.


"Sebentar lagi aku tidak akan perjaka lagi, karena kita akan malam pertama nanti. Aku sudah tidak sabar." kata Boy sambil mengecup bibir Kayo.


"Hei kalian, disini ada Carl yang masih dibawah umur." kata Arc saat melihat Boy mencium bibir Kayo dan langsung menutup mata Carl yang ada disampingnya.


"Huh merusak suasana saja kau itu." kata Boy pada Arc


"Kau tidak tau tempat, disini masih banyak orang." kata Arc


"Bukannya kau juga seperti itu, malah menebar kemesraan setiap ada waktu." kata Jimmy


"Hai jangan sembarangan mengatai aku seperti itu, kau juga seperti itu pada Marsha." kata Arc

__ADS_1


Membuat ketiga pria tersebut tertawa atas kelakuan mereka, sedangkan para wanita hanya bisa menggelengkan kepala mendengar pembicaraan para pria tersebut.


Bersambung.....


__ADS_2