
Haaiiiii~🖐️
Akhirnya kita bertemu lagi 🤭🤭
Untuk kamu yang baik hati dan setia
Tolong tinggalkan jejak nya ya 🥰
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋
Masih di kediaman Ratna ,
"Kamu mau ngomong apa Sin" tanya Ica penasaran. "apa kamu sudah lama kenal sama mas Rian?" Sindi berkata dengan hati-hati ,
Ica mengerutkan keningnya "oh ,mas Rian yang kemarin ke rumah sakit??" selidik Ica , Sindi mengangguk ."lumayan lama juga sih, waktu aku masih sekolah SMP" terang Ica ."maaf , apa kamu tidak ada sedikitpun rasa gitu?" ucap Sindi selidik.
"Aku hanya menganggapnya sebatas teman tidak lebih " Ica berucap apa adanya ."menurutmu mas Rian itu seperti apa? " ,Sindi semakin kepo .
"Mas Rian itu orang yang sangat baik, yang pernah aku temui, kamu kok dari tadi nanyain mas Rian terus ,atau jangan-jangan ,lelaki yang kamu maksud itu mas Rian ???" ucap Ica semakin menyelidik.
Sindi pun mengangguk malu-malu, "ya ampun Sindi" Ica penepuk jidatnya ,"pantesan dari tadi aku mencium bau -bau cemburu" ,Ica terus menggoda. sedangkan Sindi yang terus di goda hanya menyengir kuda 😁 ,"maaf ca" .
Selang beberapa menit kemudian ,mobil Zidan telah sampai di depan rumah Ica . "siapa ca??" tanya Sindi yang sedang asyik mengobrol, "mas Zidan ,sama nenek Zia" ucap Ica .ia sudah tau kalau kekasihnya itu menjemput neneknya , karena Ifan telah memberitahu nya.
"What, kamu kok nggak kasih tau" Sindi nampak sedikit kecewa , pasalnya ia tak bisa berbincang -bincang lagi dengan bebas pada sahabatnya itu.
"Kan kamu nggak nanya??." seloroh Ica ,Sindi menepuk jidatnya , "gini nih ,kalau punya temen yang kelewatan banget pintarnya 🙈🙈." monolog Sindi dalam hati.
"Asssalamu'alaikum" ucap nenek Zia ,"wa'alaikum salam ,nenek " Ica berhambur memeluk nenek Zia ,. "kamu tidak apa-apa kan sayang." ucap nenek Zia. "Alhamdulillah nek ,Ica sudah pulih." terang Ica . "syukurlah , nenek lega mendengarnya ." nenek Zia mengusap ke dua pipi Ica.
"Mas nggak di peluk nihh." Zidan tersenyum menggoda Ica ."apaan sih mas." Ica memukul pelan lengan Zidan. "sudah mulai nakal, ya ". nenek Zia menjewer pelan telinga Zidan ,dan sang empunya hanya bisa meringis.
Kini Mereka pun masuk ."pagi pak Zidan" sindi menyapa dosennya . Zidan pun mengangguk tanpa berucap. tak berselang lama , Ratna dan Sinta menghampiri. " apa kabarnya Bu zia?." ucap Ratna .
__ADS_1
"Alhamdulillah Bu Ratna sehat, gimana kabarnya Bu Ratna?" nenek Zia pun balik bertanya. "Alhamdulillah Bu " jawab Ratna. mereka pun saling memeluk.
"Maaf Bu Ratna ,kami mau pamit pulang "ucap Sinta ,ia tak ingin mengganggu momen tersebut. "ah ya Bu Sinta terimakasih banyak sudah mau singgah." terang Ratna. "sama -sama Bu Ratna , permisi." Sindi dan Sinta pun bergegas menuju ke arah pintu ,"hati -hati" Ica melambaikan tangannya
"Terimakasih Nek sudah repot-repot datang ke mari." Ica tersenyum manis kearah nenek Zia. "kamu itu adalah sumber kebahagiaan cucuku ,kamu bagian dari keluarga kami , sudah sepantasnya nenek khawatir sama kamu sayang." nenek Zia membelai rambut Ica yang tertutup jilbab
Ica merasa terharu mendengar penuturan nenek Zia. "Bu Ratna boleh kita mengobrol , supaya kelihatan lebih akrab gitu?" tawar nenek zia . Ratna tersenyum sambil berkat. "dengan senang hati , mari. Ratna pun mengajak nenek Zia ke ruangan dimana mereka akan bertukar cerita.
Zidan perlahan mendekat dan semakin mendekat hingga napas mereka pun saling beradu . "ma- mas mau apa?" ucap Ica Terbata .
"Mas tidak akan memaafkan diri mas sendiri , jika sesuatu terjadi pada mu" Zidan menatap intens wajah kekasihnya. "mulai sekarang kamu harus hati-hati ,mas tidak ingin kamu kenapa -napa." terang Zidan .
"Iya mas ,Ica akan lebih hati-hati." ucap Ica. Zidan melihat bibir Ica yang sedang bicara terlihat sangat menggoda , tanpa menunggu lama Zidan mencium bibir kekasihnya itu , Ica nampak kaget . tangannya mendorong dada bidang Zidan . "mas heemm" Ica terus meronta , tetapi Zidan tidak menghiraukan.
Zidan yang melihat Ica kehabisan nafas pun akhirnya berhenti. "bernapas lah " Zidan mengusap bibir Ica , kemudian ia mencium kembali bibir kekasihnya. kali ini Ica tidak meronta , ia menikmati ciuman tersebut.entah bisikan dari mana Ica kini membalas ciuman itu.
Ica perlahan mendorong dada bidang kekasihnya itu. "kenapa?" tanya Zidan. "aku takut mas" ucap Ica tertunduk. Zidan tersenyum tipis.tangannya terulur mengangkat dagu Ica . "kamu nggak perlu takut mas tau batasannya." terang Zidan.
Di kediaman Johan.
"mah sini , ayah ada berita menarik." Johan menepuk-nepuk kursi supaya Diana menghampiri nya. "berita apa sih Yah." ucap Diana penasaran.
"Tiga hari yang lalu , gadis kampung itu di sekap di gudang kampus ." ucap Johan.
"Apakah gadis kampung itu mati.?" tanya Diana. "sayang nya dia masih hidup , karena Zidan menyelamatkan nya.?" tutur Johan.
"Kirain mati . terus siapa yang sudah menyekapnya.?" tanya Diana. "Seorang dosen yang terobsesi dengan putra kita , dan sekarang dia berada di dalam penjara." seloroh Johan.
"Terus rencana Ayah apa." tukas Diana . "Ayah tau apa yang harus Ayah lakukan." Johan tersenyum licik .
💋💋💋💋💋💋💋💋
Di kediaman Ratna.
__ADS_1
Zidan kembali mencium bibir ranum Ica .ia begitu candu akan bibir kekasihnya itu. Zidan memegang tengkuk Ica guna memperdalam ciumannya. ia menggigit sedikit bibir Ica .
Ica pun membuka sedikit bibir nya, dan Zidan pun tidak membuang - waktu , ia langsung ******* dan menyesap setiap inci di bibir kekasihnya itu.
Ica menikmati ciuman tersebut lalu ia mengalungkan tangannya di leher Zidan .
Zidan hampir saja kehilangan kesadaran , ia langsung mengakhiri ciuman tersebut. " maaf." ucap Zidan sambil mengelap bibir kekasihnya.
Di ruangan lain.
Nenek Zia menceritakan semua kisah kehidupan nya ,lalu ia pun bercerita tentang cucu kesayangannya. dan terakhir ia bercerita tentang anak dan menantunya yang menolak Ica.
Sontak membuat Ratna terkejut , ia tak menyangka ayah dan ibunya Zidan membenci anak nya .
"maaf Bu Ratna , bukan maksud saya menyinggung perasaan Bu Ratna, tapi Bu Ratna nggak usah khawatir anak dan menantu ibu bisa mengatasinya percayalah."ucapb nenek Zia meyakinkan.
"Bu zia nggak usah minta maaf , dan terimakasih banyak sudah memberikan restu kepada anak saya" tutur Ratna.
"Sama -sama Bu Ratna , kita sebagai orang tua harus sering berdoa supaya mereka berjodoh dan di mudahkan semua urusan untuk kelangsungan hidup mereka." ucap nenek Zia.
"Ya Bu zia , semoga Alloh melindungi mereka ,dan di bukakan hati kedua orang tua nak Zidan untuk merestui hubungan mereka." tutur Ratna.
"Aamiin 🤲." ucap nenek Zia dan Ratna bersama.
"Ayo Bu Ratna kita samperin mereka , saya takut kalau cucu saya khilaf" celetuk nenek Zia.
"Ah iya saya hampir lupa " Ratna penepuk zidatnya . Nenek Zia geleng geleng kepala melihat kelakuan Ratna yang menurutnya sangat lucu. mereka pun bergegas pergi menuju dimana Ica dan Zidan berada .
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
MOHON DUKUNGANNYA YA 🥰❤️😘
SEE YOU 🖐️🖐️🖐️
__ADS_1