Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Gelora Ruang VVIP


__ADS_3

Elle dan yang lainnya sudah selesai makan siang, mereka sedang bercengkrama di dalam ruang VVIP yang telah di pesan oleh Boy.


Huanran yang baru saja masuk kedalam ruangan VVIP dengan wajah yang sangat sedih membuat orang yang ada di dalam ruangan tersebut merasa sangat heran.


"Ada apa Ran" kata Elle


"Tidak ada apa-apa Elle." kata Huanran sambil duduk di dekat Elle


"Bagaimana ini, mengapa mereka di restoran ini bersama-sama dan sangat dekat." batin Huanran


Elle yang mendengar pikiran Huanran langsung memberi isyarat kepada Egon untuk mendekat padanya.


"Retas cctv restoran ini." kata Elle sambil berbisik "Dan saat menemukan dimana keberadaan dua curut tersebut dan kirim kumbang kamera didekat mereka aku ingin melihat apa yang mereka lakukan." kata Elle sambil berbisik kembali serta menyerahkan kotak kecil kepada Egon.


"Baik nona." kata Egon yang langsung mengerjakan apa yang di perintahkan nonanya, setelah mendapat dimana target mereka Egon langsung permisi keluar dari ruangan tersebut.


"Mommy, buka mulutmu" kata Boy sambil mengarahkan potongan buah kearah mulut Kayo.


Kayo langsung membuka mulutnya dan memakan apa yang disuapi oleh suaminya.


"Enakkan Mommy, apa mau lagi." kata Boy


"Tidak, aku sudah kenyang." kata Kayo


"Baiklah Mommy ku tersayang." kata Boy


Cup


"Imbalan karena telah menyuapi mu." kata Boy setelah mencium bibir Kayo didepan Elle dan Huanran


"Yakkkkk dasar bule gila, sembarangan bermesraan didepan orang yang ada disini." teriak Elle sambil melempar sendok kearah Boy tapi tidak kena karena Boy yang reflek langsung menghindar.


"Apa sih, kau juga seperti itu dengan suamimu." kata Boy


"Mana ada." kata Elle yang langsung mengelak


"Cih mengeles saja kau itu sama seperti suamimu." kata Boy


Sedangkan Huanran yang melihat itu hanya tersenyum saja tapi di dalam pikirannya masih memikirkan ada hubungan apa tunangannya dengan sahabatnya.


Tidak berapa lama Egon datang kembali dan langsung berbisik kepada Elle.


"Nona, saya sudah mendapat dimana ruangan mereka dan juga telah mengirim kumbang kamera." kata Egon dan langsung menyerahkan ponsel yang sudah terhubung dengan kumbang kamera.


Elle langsung melihat apa yang sedang terjadi di dalam ruangan VVIP yang berada dua curut tersebut yang sedang makan dengan mesra. Elle langsung melihat Huanran yang masih menunduk dan masih memikirkan apa yang baru dilihatnya.


"Ran" kata Elle tapi tidak mendapat respon dari Huanran


"Ran" kata Elle dengan suara yang agak keras.


"Ya Yong" kata Huanran reflek memanggil nama Yong


"Maaf Elle aku tadi sal-" perkataan Huanran langsung Elle potong


"Tidak apa, apa kau mau melihat sebuah tontonan yang sangat menarik." kata Elle


"Tontonan apa" kata Huanran


"Tontonan yang menarik, mendekat lah jika kau ingin menontonnya." kata Elle

__ADS_1


Huanran langsung mendekat kepada Elle, Kayo dan Boy juga mendekat karena penasaran tontonan apa yang dikatakan oleh Elle. Mereka langsung melihat kearah layar ponsel yang sedang Elle pegang. Di dalam mereka melihat adegan sepasang wanita dan pria yang sedang bercumbu tapi wajah mereka tidak kelihatan karena saling berciuman.


Boy yang melihat itu langsung menarik istrinya, dan menenggelamkan wajah Kayo ke dada bidangnya.


"Yakkkkk Elle apa yang kau lakukan, mengapa kau menonton hal seperti itu. Kau bisa membuat istriku yang polos ini tercemar dengan tontonan yang kau perlihatkan." kata Boy


"Daddy" kata Kayo


"Jangan melihatnya Mom, itu tontonan tidak baik bagi matamu dan anak-anak kita." kata Boy


"Iya tau, tapi aku tidak bisa bernapas " kata Kayo


"Ya ampun Mom, maafkan Daddy." kata Boy langsung melepas pelukannya dan melihat wajah istrinya.


Cup


Cup


Cup


"Maaf ya Mom." kata Boy setelah mencium Kayo bertubi-tubi.


"Ya ampun, mengapa mereka selalu melakukan adegan seperti itu didepan mataku ini." batin Egon.


Sedangkan Huanran masih melihat adegan yang ada di ponsel Elle, setelah beberapa saat wajahnya berubah menjadi terkejut saat melihat wajah kedua orang yang sedang bercumbu itu.


"M....mereka-" Huanran tidak melanjutkan lagi perkataannya karena syok melihat itu


"D...darimana kau mendapatkan video itu." kata Huanran kepada Elle


"Kenapa? apa kau mengenal mereka." kata Elle


"Wah pria seperti itu lebih baik di tenggelamkan saja di dasar laut." kata Boy saat mendengar perkataan Huanran.


"Apa kau tau, pria itu adalah anak dari paman angkat ku. Aku adalah cucu dari Tuan Jiazhen XU." kata Elle


"A...apa, setahuku cucu tuan Jiazhen hanya Yong." kata Huanran dengan terkejut.


"Itu karena aku menghilang sedari bayi, tapi aku sekarang kembali." kata Elle.


"Sudah jangan terkejut terus aku takut jantungku putus karena terkejut. Apa kau tidak tau jika tunangan mu dan sahabatmu bermain dibelakang mu." kata Elle, dan mendapat gelengan dari Huanran.


"Jangan menjadi wanita yang bodoh, kau harus tau Yong menerimamu sebagai tunangannya hanya karena menginginkan harta orang tua mu." kata Elle


"Itu tidak mungkin, dia mengatakan kepadaku jika dia sangat mencintaiku." kata Huanran


"Jangan bodoh Ran, apa video ini masih kurang." kata Elle


"Ini pasti hanya rekayasa, pasti kalian sedang mengerjaiku." kata Huanran


"Apa untungnya bagiku mengerjai mu, asal kau tau wanita yang kau katakan sahabat itu bukanlah wanita yang baik." kata Elle


"Kau salah Elle, dia adalah sahabat terbaikku." kata Huanran


"Iya sahabat yang baik, yang mau memuaskan tunangan sahabatnya, begitu yang kau maksud." kata Elle yang sudah geram dengan Huanran yang masih membela wanita yang sudah di anggapnya lebih dari sahabat.


"Tapi-" perkataan Huanran langsung dipotong Elle


"Terserah padamu saja, mau percaya apa tidak dengan apa yang sudah kau lihat di luar tadi." kata Elle, membuat Huanran langsung heran darimana Elle tau jika dia melihat sahabat dan tunangannya ada di restoran tersebut.

__ADS_1


"Sudahlah, aku ingin pulang. Ayo kita pulang" kata Elle kepada yang lainnya.


"Tunggu, apa ini semua betul mereka bermain di belakangku." kata Huanran


"Kalau kau tidak percaya telponlah tunangan mu, dan tanyakan dia sedang dimana." kata elle


"Baiklah." kata Huanran sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan menelpon tunangannya.


Tidak begitu lama sambungan itu terhubung tapi belum diangkat, Elle meletakkan ponselnya didekat Huanran agar melihat apa yang terjadi didalam ruangan VVIP yang berada dua curut.


Di dalam ruangan VVIP yang didalamnya terdapat Yong dan Kiew Xin, sedang terjadi adegan percumbuan yang semakin panas, tapi terhenti karena ponsel Yong yang berbunyi.


"S...sayang ah angkat dulu." kata Kiew Xin dengan suara seraknya menahan gejolak hasratnya.


"Nanti saja." kata Yong tidak peduli dan melanjutkan aksinya.


Sekali lagi ponsel itu berbunyi kembali.


"Sayang angkatlah." kata Kiew Xin


"Sialan, siapa sih yang mengganggu." kata Yong dan langsung melihat siapa yang menelpon, saat melihat nama yang tertera di layar Yong memberi isyarat kepada Kiew untuk diam sebentar.


"Ya sayang ada apa meneleponku." kata Yong dengan suara manisnya saat menerima telpon dari Huanran


"Kau lagi dimana sayang" kata Huanran yang ada di seberang telpon


"Aku lagi di perusahaan, banyak pekerjaan yang harus aku lakukan karena sebentar lagi akan ada acara ulang tahun perusahaan. Jadi aku matikan ya sayang telponnya, aku masih banyak pekerjaan." kata Yong


"Baiklah." kata Huanran


Yong langsung mematikan sambungan telpon dan langsung melanjutkan kegiatan mereka, sedangkan di ruangan yang di dalamnya berada Elle dan yang lainnya terdengar suara tangis yang sangat menyayat hati.


Elle langsung memeluk Huanran dan menenangkannya.


"Sudahlah jangan menangis, nanti orang mengira jika kau sudah menjadi janda karena mendengar tangis mu yang memekakkan telinga." kata Elle


"Hiks hiks m...mereka menghianatiku. Apa salah Hiks hiks hiks ku sehingga mereka seperti itu di belakangku." kata Huanran dengan tangisnya


"Kau salah karena bodoh, percaya seperti itu saja dengan mereka, sudah jangan menangis. Wajahmu itu sudah jelek jika menangis tambah jelek." kata Elle


"Sudahlah, pria seperti itu mending kau potong saja burungnya dan lempar pada buaya." kata Kayo yang juga geram dengan kelakuan Yong


""Mommy, itu sangat sadis." kata Boy yang langsung memegang burungnya.


"Biar, aku juga akan melakukan itu jika memiliki pasangan yang kelakuannya seperti itu." kata Kayo


"Aduh Mommy sayang, semakin hari semakin sadis dan juga cerewet berbicara tidak seperti dulu yang datar dan cuek. Daddy makin cinta sama Mommy" kata Boy


Plak


"Aduh kenapa di pukul si Mom, kan sakit mulut Daddy." kata Boy mengusap mulutnya yang telah di tepuk oleh Kayo karena ingin mencium bibir Kayo.


"Karena mulut Daddy itu semakin tidak bisa dikondisikan." kata Kayo.


"Sudah jangan ribut, kita pulang saja. Apa kau mau ikut bersama kami atau pulang sendiri saja." kata Elle


"Apa boleh ikut dengan kalian, aku sedang galau." kata Elle


"Boleh, ikut saja aku jamin pasti ada yang senang." kata Elle yang memperhatikan Egon di pojok ruangan yang hanya diam saja.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2