Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Hal Berharga


__ADS_3

Sedangkan di negara lain seorang pria mengamuk membuat pelayan yang melewati kamarnya merasa terkejut.


Prang


Sebuah pas bunga dilempar oleh pria tersebut membuat seisi mansion terkejut karena suara tersebut.


"Beren*sek, aku tidak akan membiarkanmu bersama orang lain kau hanya milikku." kata pria tersebut, sambil melempar yang ada di sekitarnya.


"Apa yang terjadi Raiden, mengapa kau menghancurkan kamarmu." kata ayah Hio saat sudah masuk kedalam kamar anaknya Raiden.


"Keluar" teriak Raiden kepada ayah nya Hio


"Bilang padaku Raiden apa yang terjadi, beberapa Minggu ini kau seperti orang gila mengamuk tanpa sebab." kata Hio yang masih berada didalam kamar Raiden.


"Aku bilang keluar." kata Raiden


"Tapi-" perkataan Hio terpotong saat Raiden melempar sesuatu kearahnya dan membuat barang tersebut langsung hancur.


Prang


Melihat itu Hio langsung keluar dari kamar anaknya dan menutup pintunya, dia akan bertanya lagi dengan anaknya setelah agak tenang.


"Dia hanya milikku hiks hiks hanya milikku akan akan aku lenyapkan siapapun yang mengambilnya dariku. Hahahaha dia hanya milikku hiks hiks hanya milikku." kata Raiden yang tiba-tiba menangis kemudian tertawa seperti orang gila di sudut ruangannya sambil minum wine yang selalu ada di dalam kamarnya.


"Dia hanya milikku" kata Raiden masuk kedalam kamar mandi, dan beberapa saat kemudian dia keluar dengan keadaan yang lebih baik. Setelah berpakaian Raiden langsung keluar dari kamarnya.


"Kau mau kemana Raiden" kata hio yang berbarengan dengan Raiden menuju lantai bawah.


"Aku akan pergi sebentar." kata Raiden.


"Lebih baik dirumah saja, karena kita akan makan bersama dengan teman lama ayah. Dia akan membawa anak gadisnya juga." kata Hio


"Aku tidak mau." kata Raiden dan langsung pergi dari depan hio.


"Ada apa dengan anak itu akhir-akhir ini." kata Hio sambil melihat Raiden yang sudah terlihat.


*****

__ADS_1


Pagi harinya di sebuah kamar, Kayo yang masih memejamkan mata merasa jika perutnya terasa berat perlahan-lahan membuka matanya. Kayo langsung melototkan matanya ketika melihat sebuah tangan kekar sedang memeluknya, Kayo langsung melihat kearah belakang ternyata seorang pria sedang tidur bersamanya dan memeluknya.


"Apa yang kau lakukan hah." teriak Kayo dan. langsung mendorong pria tersebut yang tidak lain adalah Boy


"Apa sih ribut sekali, aku masih ngantuk." kata Boy yang terbangun karena didorong oleh kayo


"Kau telah lancang tidur di ranjang ku, sekarang pergi kau dari kamarku." kata Kayo dan langsung menyeret Boy untuk mengeluarkannya.


"Sayang kenapa kau marah, kau juga kan menikmati pelukan yang aku berikan." kata Boy


"Seharusnya kau bertanggung jawab karena mengambil pelukan pertamaku." kata Boy


"Kau gila ya, sana pergi." kata Kayo


"Tidak mau" kata Boy


"Aku bilang pergi sekarang." kata Kayo dengan melototkan matanya.


"Tidak mau." kata Boy duduk dilantai


"Ada apa ini." kata Elle yang sudah berdiri di ambang pintu bersama yang lainnya.


"Kalian berdua cepat keluar dan pergi keruang pertemuan, kau pakai bajumu." kata Elle menunjuk Boy kemudian pergi keruang pertemuan.


"Ini semua salahmu, gara-gara kau nona Elle jadi marah denganku." kata Kayo


"Mengapa aku yang salah." kata Boy sambil memakai kaos yang malam tadi dipakainya saat barbeque.


Mereka berdua langsung menuju ruang pertemuan, setelah sampai didalam sudah ada Elle dan juga yang lainnya yang sedang memandang Kayo dan Boy dengan tajam.


"Ada apa ini, mengapa mereka menatap kami dengan tatapan mata yang tajam." batin Boy


"Katakan apa maksud dari ini?" kata Elle menunjukkan sebuah photo kepada Boy dan Kayo


Kayo yang melihat itu membulatkan matanya, dan langsung memandang Boy yang menundukkan wajahnya.


"Nona ini tidak seperti yang nona lihat." kata Kayo

__ADS_1


"Jadi kau kira aku buta hah, kau mau mati ditangan ku Kayo." kata Elle meninggikan suaranya.


"Ini salah ku, aku yang tidak tahan dengan godaan saat Kayo memintanya. Seharusnya aku tidak menuruti keinginannya, aku merasa sangat kotor jadinya." kata Boy memperlihatkan wajah sedihnya.


"Dasar mafia perjaka mesum ini, akan aku hajar nanti kau sampai mati." batin Kayo saat mendengar perkataan Boy


"Apa maksudmu." kata Kayo


"Tidak apa sayang, aku rela memberikan hal berhargaku padamu ." kata Boy sambil menunduk bukan karena sedih tapi berusaha menahan tertawanya saat melihat wajah Kayo yang sangat menggemaskan saat ini.


"Ya ampun, aku ingin tertawa karena perkataan Boy." batin Elle tapi sekuat tenaga menahannya karena dia harus memuluskan rencana mereka yang sudah dibuat sebelumnya.


"Aduh aku makin tak sanggup melihat wajahnya yang menggemaskan itu, ingin cepat-cepat aku lahap saja." batin Boy


"Nona ini bukan seperti yang dikatakannya, dia berbohong. Dialah yang naik keatas ranjang ku." kata Kayo.


"Sudah, aku putuskan kalian akan menikah hari ini juga." kata Elle sambil pergi meninggalkan tempat tersebut diikuti oleh yang lainnya.


"Yes akhirnya aku menikah juga." batin Boy yang masih saja menunduk untuk menunjukkan rasa bersalahnya.


"Nona jangan menikahkan saya dengannya." kata Kayo kepada Elle, tapi tidak didengar Elle yang terus keluar dari ruang pertemuan tersebut.


"Ini semua gara-gara kau, aku akan membunuhmu" kata Kayo dan ingin mencekik leher Boy, tapi Boy langsung menghindar dan berlari keluar.


"Akkkkkkkkk Boy mafia perjaka gila." teriak Kayo


******


"Apa akting ku tadi sangat bagus" kata Elle kepada yang lainnya


"Bagus nona, biar mereka cepat menikah dan tidak berbuat macam-macam." kata Bianca


"iya, untung kau menunjukkan photo itu, sebelum terjadi hal yang lebih." kata Elle kepada Bianca, sedangkan Egon, Bruno, Hiro dan Eiji hanya diam saja mendengarkan pembicaraan nonanya dengan Bianca.


"Katakan pada pelayan untuk menyiapkan tempat pernikahan Kayo dan Boy." kata Elle kepada Egon


"Baik nona." kata Egon

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2