
Sedangkan Elle yang sedang berada didalam kamar sudah cemberut sedari tadi karena tidak boleh keluar dari kamar sebagai hukuman karena kabur dari suaminya.
"Honey" kata Elle
"Apa, kamu sedang dihukum karena tidak meminta ijin pergi." kata Arc
"Itu salahmu, membiarkan aku kelaparan. Lebih baik aku tidak usah saja menikah denganmu kalau ujung-ujungnya aku dicuekin." kata Elle langsung pergi dari Arc dan masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya.
Arc membiarkan saja istrinya seperti itu, dan melanjutkan pekerjaannya. Sekali-kali istrinya itu harus diberi hukuman. Arc yang menunggu Elle keluar dari kamar mandi tapi tidak juga keluar, sudah menunggu selama sepuluh menit belum juga keluar, melihat itu Arc mendekat kearah kamar mandi.
"Sweety" kata Arc tapi tidak ada sahutan dari dalam
"Sweety buka pintunya" kata Arc saat mencoba membuka pintu tapi dikunci dari dalam
"Sweety buka pintunya." kata Arc tapi tidak ada sahutan, samar-samar Arc mendengar Isak tangis dari dalam kamar mandi.
"Sweety apa yang terjadi." teriak Arc, tapi tak ada sahutan
"Sweety buka pintunya" teriak Arc tidak lama pintu terbuka dan keluarlah Elle yang matanya sudah membengkak karena menangis.
"Sweety" kata Arc tapi tidak dijawab Elle
Elle langsung berbaring di atas kasur dan memejamkan matanya serta membelakangi Arc.
__ADS_1
"Sweety maaf kan aku" kata Arc sambil duduk disisi ranjang, tapi tetap tidak ada sahutan dari Elle
"Awas saja akan aku balas." batin Elle.
"Sweety" kata Arc kembali sambil memegang tangan Elle
"Lepas, jangan menyentuhku." kata Elle dengan dingin
"Sweety maaf" kata Arc
"Jangan berbicara denganku lagi, aku benci melihatmu hiks hiks aku mau pulang saja." kata Elle.
"Sweety maafkan aku." kata Arc yang sungguh menyesal karena telah membuat istrinya menangis.
"Apa yang kau lakukan pada cucu menantuku hah." kata kakek sambil mendorong Arc dan masuk kedalam kamar. Saat sudah masuk kakek mendengar Isak tangis Elle yang membuatnya semakin marah
"Dasar suami jahat" kata kakek dan mendatangi Elle yang ada diatas ranjang sedang menangis.
"Ada apa sayang" kata kakek
"Kakek, Elle mau pulang saja hiks hiks Elle tidak mau berdekatan dengannya. Elle mau tinggal dengan kakek aja hiks hiks hiks." kata Elle sambil memeluk kakek.
"Iya, kita pulang dan kamu boleh tinggal dengan kakek." kata kakek sambil mengelus rambut Elle.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mau tinggal bersama kakek." kata Arc
"Siapa yang mengajakmu, aku mau tinggal dengan kakek saja." kata Elle dan langsung memeluk kembali kakek.
"tapi aku suamimu." kata Arc
"Suami yang menelantarkan istri dan calon anaknya hiks hiks, tadi aku meminta keluar untuk jalan-jalan saja kau tidak mau jadi hiks hiks lebih baik aku dengan kakek saja." kata Elle dengan tangisnya.
"Rasakan itu, aku akan membuatmu menderita." batin Elle saat melihat wajah suaminya yang sudah kusut.
"Tapi" perkataan Arc dipotong langsung oleh kakek
"Dengar itu, makanya jika jadi suami itu harus pengertian pada istri, biar Elle bersamaku aja sampai dia melahirkan. Kau sudah tau wanita yang sedang hamil itu sangat sensitif masih saja membuat ulah." kata kakek sambil membawa Elle keluar dari kamar tersebut.
"Kakek, Elle mau jalan-jalan." kata Elle
"Iya, kakek akan mengajakmu jalan-jalan." kata kakek sambil membimbing Elle keluar
"Sweety jangan tinggalkan aku" kata Arc berjalan mengikuti Elle dan juga kakek tapi tidak dipedulikan Elle.
Arc terus mengikuti kemana istri dan kakeknya pergi, karena dia tidak mau berjauhan dengan istrinya. Arc sangat menyesal karena tidak mempedulikan istri dan calon anaknya.
Bersambung....
__ADS_1