
Haaiii ποΈποΈποΈ
Untuk kalian yang setia dan baik hati tolong tinggalkan jejak nya ya π₯°π₯°π₯°.
Aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada kalian yang selalu memberi dukungan untuk karya iniππππ.
πππππππ
Di kediaman Ratna.
Pagi-pagi sekali Ica sudah rapi dengan stelan muslimah nya, ia tidak ingin terlambat pergi ke kampus, karena ada kegiatan bakti sosial.
"Loh nak ,kok udah mau berangkat?." tanya Ratna selidik, karena tidak biasanya sepagi ini. "iya Bu , kebetulan orang suruhan mas Zidan akan jemput." ucap Ica meyakinkan.
Ratna mengerutkan keningnya."apa ,nak Zidan menyuruh seseorang untuk menjemput mu nak?. Ratna semakin heran , pasalnya dari pertama mereka berhubungan Zidan selalu menjemput anaknya dan tidak pernah menyuruh orang lain.
"Ada apa ini, kenapa perasaan ku tidak tenang."Ratna membatin .
"Ya Bu, semalam mas Zidan nge chat ica, untuk bersiap lebih awal." terang Ica. "nak apa kamu tidak merasa janggal?."tanya Ratna semakin penasaran.
"Tidak bu ,ibu nggak usah khawatir." Ica lalu memeluk Ratna yang sedang terlihat khawatir.tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan rumah nya. tok tok tok,"permisi." ucap seseorang dari luar. "iya tunggu sebentar." ucap Ica.
Ratna dan Ica pun berjalan menuju pintu,ceklek pintu di buka oleh Ica. "selamat pagi nona , maaf saya di suruh tuan Zidan untuk menjemput." ucap orang tersebut. " oh ,iya tunggu sebentar ya pak ,de ayo berangkat."ucap Ica.
"Maaf nona , saya di suruh untuk menjemput nona dulu , nanti setelah saya selesai mengantar nona baru saya mengantar adik nona." ucap orang tersebut. Ica mengerutkan keningnya mendengar perkataan orang tersebut."aneh biasanya mas Zidan tidak seperti itu." batin Ica.
Ratna semakin bertanya-tanya ."sepertinya ada yang tidak beres." batin Ratna. "maaf pak biasanya nak Zidan tidak menyuruh seperti itu." Ratna memberanikan diri untuk bertanya.
Dengan tenang orang itu menjawab."maaf Bu , saya hanya menjalankan tugas , kalau ibu masih kurang yakin ibu bisa tanyakan langsung pada tuan Zidan." ucap orang tersebut menyakinkan Ratna.
__ADS_1
"Bu ,Ica pamit Assalamu'alaikum." Ica mencium tangan Ratna. "wa'alaikum salam, hati-hati nak." Ratna langsung memeluk Ica. Ica tersenyum lalu mengusap punggung Ratna. "ibu nggak usah khawatir, ya udah Ica berangkat dulu. Ica melambaikan tangannya.
"Ya tuhan lindungi anak-anak hamba." batin Ratna . sementara itu Ifan juga merasakan hal yang sama,ia merasa heran karena baru kali ini tidak berangkat bareng kakaknya.
Ica sudah masuk ke dalam mobil , ia merasa asing dengan apa yang ada di dalam mobil tersebut. "kenapa terasa sangat asing." batin Ica .
Kemudian mobil melesat menuju jalan raya. ditengah perjalanan mobil yang ditumpangi Ica malah berbelok,Ica tidak menyadari akan hal itu karena sedang sibuk mengirim pesan pada Sindi tentang kegiatan mereka nanti.
"Loh pak ini kan bukan jalan menuju kampus."ucap Ica merasa heran.orang yang sedang mengemudi mobil tersebut pun hanya diam,dia tidak menjawab pertanyaan Ica. "pak kita mau kemana, jangan macam-macam ya pak." Ica semakin cemas karena jalan yang mereka lalui begitu sepi.
Ica mencoba untuk menghubungi Zidan ,namun tak bisa tersambung karena tidak ada jaringan."ya tuhan lindungi hamba." batin Ica.
πππππ
Di tempat yang berbeda,Zidan sudah sampai di depan rumah Ica. "assalamu'alaikum." ucap Zidan sambil mengetuk pintu. "wa'alaikum salam." ucap Ifan kemudian membuka pintu rumahnya.
"Loh tadi kan kak Ica sudah berangkat bersama orang suruhan kak Zidan. ucapan Ifan mengejutkan Zidan. "apa!!." Zidan meninggikan suaranya.
"Jadi ,orang itu bukan suruhan kak zidan?." tanya Ifan selidik. "aku tidak menyuruh orang ku untuk menjemput Ica." Zidan langsung panik ,ia segera menghubungi nomor Ica."kenapa tidak bisa di hubungi." Zidan berkali-kali menghubungi Ica namun hasilnya nihil.
Zidan kemudian menghubungi orang kepercayaan nya."halo ,segera kamu lacak keberadaan Ica, dia pasti berada di tempat yang susah di jangkau karena aku mencoba berkali-kali menghubungi tapi tidak ada sinyal." terang Zidan.
"Baik tuan saya akan segera melacaknya." ucap orang tersebut.kemudian zidan mematikan panggilan nya. Ratna tiba-tiba ambruk mendengar perkataan Zidan. "Bu." ucap Ifan dan Zidan bersamaan.mereka langsung berlari. Zidan menggendong Ratna dengan sangat hati-hati, ia meletakkan Ratna diatas kursi.
"Ifan tolong ambilkan minyak kayu putih."ucap Zidan. Ifan lalu bergegas mengambil minyak tersebut. Zidan perlahan mengusap kepala Ratna kemudian mendekatkan minyak tersebut ke arah hidung Ratna.
Tak lama kemudian Ratna tersadar dari pingsan nya."nak Zidan apa Ica sudah di temukan?." ucap Ratna ."belum Bu , orang-orang ku sedang melacaknya."Zidan merasa bersalah atas kejadian ini."kak Zidan bisa pinjam ponselnya sebentar." Zidan langsung menyodorkan ponselnya.
Ifan kemudian menghubungi pihak sekolah untuk meminta ijin hari ini ,ia akan ikut mencari kakaknya. Ifan mengembalikan kembali ponsel Zidan. "Ifan kamu jaga ibu ,aku akan mencari Ica." ucap Zidan .
__ADS_1
Belum sempat Zidan melangkah, Ifan sudah duluan menghentikan langkahnya."tunggu kak Zidan aku ikut." ucap Ifan .Zidan berusaha untuk menahan Ifan namun Ifan yang keras kepala tidak bisa di halangi begitu saja.zidan akhirnya mengizinkan Ifan ikut bersamanya.
"Bu ,apa tidak apa-apa kami tinggal?." Zidan bertanya kepada Ratna. "tidak apa-apa nak pergilah, semoga tuhan melindungi kalian."jawab Ratna sedih.zidan kemudian menghubungi orang kepercayaan nya kembali ,ia meminta mengirim 2 orang untuk menjaga Ratna.
πππππ
Mobil yang ditumpangi oleh Ica, berhenti di sebuah gedung tua."ayo turun nona." ucap orang yang membawa Ica.
Ica pun menurut tanpa bertanya karena orang tersebut menengadahkan pistol nya tepat di kepalanya."ayo jalan." ucap orang tersebut.dengan langkah yang sedikit gemetar Ica pun berjalan menuju gedung tersebut.
Ica tampak terkejut,melihat siapa yang tengah duduk sambil tersenyum tipis ke arahnya.
πππππ
Zidan dan Ifan pun bergegas pergi untuk mencari keberadaan Ica. selang beberapa menit , orang kepercayaan Zidan pun memberikan informasi bahwa Ica berada di sebuah gedung tua yang lama sudah tidak terpakai.
Orang kepercayaan Zidan mempunyai alat yang sangat canggih untuk melacak yang sulit di jangkau, sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk menemukan nya.
Tanpa menunggu lama Zidan dan Ifan langsung melesat ke arah lokasi tersebut.
Cukup memakan waktu untuk sampai ke lokasi tersebut. Zidan dan Ifan kini sudah sampai di depan gedung tua,di situ sudah terparkir 3mobil ,dan yang satu Zidan merasa tidak asing.
"Ini kan mobil ayah." Zidan langsung mengepalkan tangannya. ternyata dugaannya benar ,ayah dalang di balik semua ini."rencana apa lagi ini ayah ." Zidan membatin .ia merasa sangat geram dengan tindakan yang ayahnya lakukan.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
PENASARAN KAN π€, IKUTI TERUS KISAH NYA YA π₯°β€οΈ.
SEE YOU ποΈποΈποΈ
__ADS_1