
Hari ini adalah hari dimana Elle dan anggotanya akan pergi ke negara C. Arc akan menyusul saat akan diadakannya acara, karena dia juga sedang mempersiapkan acara untuk peresmian saat dirinya diangkat menjadi CEO menggantikan Daddy David nantinya. Saat ini mereka berada di halaman mansion Elle.
"Ingat Sweety, jangan melakukan hal gila tanpa dampingan dariku." kata Arc
"Iya honey, tenang saja disana tidak ada satupun yang bisa menyakitiku. Kau lihat banyak kan rombongan yang aku bawa." kata Elle menunjuk kepada anggotanya dan juga satu orang yang tidak mau pisah sedetikpun dengan istrinya siapa lagi jika bukan Boy yang bergelayutan manja di lengan Kayo.
"Cih pria itu, apa dia tidak malu mengumbar kemesraan di depan orang lain. Dasar tidak punya urat malu." kata Arc saat melihat Boy yang ada didekat Kayo.
Jhon yang mendengar perkataan Arc hanya bisa membatin.
"Dasar Tuan tidak sadar diri, Tuan juga seperti itu. Mengumbar kemesraan di depan seorang jomblo seperti aku setiap hari. Membuat jiwa jomblo ku meronta-ronta." batin Jhon, Elle yang mendengar itu hanya bisa menahan senyumnya.
Arc menghampiri Boy yang sedang memeluk Kayo.
"Hei kau jangan mengumbar kemesraan di sini." kata Arc
"Bilang saja kau iri kan, karena tidak bisa ikut dengan kami. Tenan saja aku akan mencarikan pria tampan nanti di negara C untuk menemani Elle disana." kata Boy memanas-manasi Arc.
Mendengar hal itu Arc langsung menarik kerah baju Boy.
"Awas saja jika kau berani melakukan itu, aku juga akan mencarikan pria tampan juga untuk Kayo. Sehingga dia membuang mu." kata Arc dengan suara dinginnya.
"Enak saja, akan aku bunuh pria yang berani mendekati istriku. Kayo hanya milikku, Kayo hanya nyonya muda dari Boy Fernandes." kata Boy dan juga menarik kerah baju Arc
Kayo yang melihat itu merasa tidak enak, langsung menegur Boy.
"Daddy, jangan seperti itu." kata Kayo
"Dia yang memulai duluan mom. Mommy jangan mencari pria lainnya, ingat dengan tubuh dan juga burungku yang perkasa ini." kata Boy setelah melepas kerah baju Arc saat mendengar suara istrinya.
"Diam, jangan membuat malu dengan omongan Daddy yang fulgar itu atau Daddy tinggal saja disini." kata Kayo
"Tidak Mom, Daddy tidak mau pisah dari Mommy." kata Boy
"Makanya diam saja." kata Kayo dan diangguki Boy
"Dasar penakut dengan istri." kata Arc, mendengar perkataan Arc membuat Boy langsung melototkan matanya.
"Hemmmm" kata Elle
"Sweety" kata Arc langsung mendekati Elle saat mendengar deheman saja.
"Dasar, dia juga seperti itu." kata Boy
"Sudah jangan berdebat, honey aku pergi dulu ya." kata Elle dan langsung mencium bibir Arc berkali-kali.
Cup
Cup
Cup
__ADS_1
"Pasti aku akan merindukanmu disana." kata Elle dengan wajah sedihnya.
"Tenang saja sweety, aku akan pergi ke sana juga saat acara diadakan." kata Arc sambil mengelus wajah Elle.
"Elle sayang, jaga kesehatanmu di sana." kata Mama Amanda yang baru saja sampai di bandara bersama Mama Annchi dan Carl.
"Iya mama " kata Elle sambil memeluk Mama Amanda
"Mama akan datang nanti bersama dengan Arc." kata Mama Annchi
"Iya mama, Elle titip Carl Mama." kata Elle
"Tenang saja Mama akan menjaga cucu Mama yang tampan ini." kata Mama Amanda.
"My" ya Carl
"Iya sayang, ada apa" kata Elle
"Cal ingin ikut saja." kata Carl sambil memeluk kaki Elle sebatas paha karena tingginya yang hanya sampai batas paha Elle
"Carl di sini saja ya sayang, bersama dengan Glandma. Jika Carl pergi siapa yang menjaga Glandma." kata Elle sambil menyamai tinggi Carl.
mendengar perkataan Elle, Carl langsung menoleh kearah Mama Amanda dan Mama Annchi yang memperlihatkan tatapan sedih agar pria kecil itu tidak ikut dengan Elle.
"Baiklah, calna cal plia tampan dan baik cal akan menjaga Glandma di sini." kata Carl
"Anak pintar, nanti ketika Mommy pulang dari sana Mommy akan membawakan oleh-oleh untuk Carl." kata Elle sambil mengelus wajah Carl dan diangguki oleh Carl.
"Jangan coba-coba mendekat pria kecil, dia hanya milikku." kata suara itu yang tidak lain adalah Boy yang sudah memeluk Kayo dengan erat.
"Cih dasal pelit, plia jelek." kata Carl langsung berjalan kearah Mama Amanda dan Mama Annchi.
"Aduh, sakit Mom." kata boy saat Kayo mencubitnya
"Dad, jangan seperti itu." kata Kayo
Setelah drama kecil itu Elle dan lainnya langsung masuk kedalam jet pribadi Elle untuk menuju negara C.
Sedangkan di negara C
Prang
Sebuah pas bunga di lempar ke lantai oleh seorang pria tua saat mendengar bahwa keponakannya akan di umumkan sebagai pewaris tunggal kekayaan ayah angkatnya.
"Tidak akan aku biarkan, akan aku bunuh dia agar aku yang mendapatkan semua harta itu." teriaknya l
Perbuatannya itu membuat istrinya langsung menghampirinya yang ada di dalam ruang kerja.
"Ada apa sayang kenapa kau mengamuk" kata istrinya saat sudah masuk kedalam ruangan kerja suaminya yang sangat berantakan.
"Apa kau tau si tua Bangka itu akan mengumumkan pewaris dari kekayaannya beberapa hari lagi." kata pria tua itu siapa lagi kalau bukan Shen anak angkat kakek Jiazhen yang tidak tau diri.
__ADS_1
"Bukankah itu bagus." kata wanita itu
"Apa yang bagus, dia akan mengumumkan jika yang mewarisi kekayaannya adalah cucu perempuannya yang tidak pernah kita lihat." kata Shen kepada istrinya.
"Apa!!! ini tidak bisa dibiarkan kita harus bertindak." kata Nuan kepada suaminya.
"Iya kita harus bertindak, panggil Yong dia juga harus tau masalah ini jangan selalu melakukan hal tidak berguna diluar sana." kata Shen
Nuan langsung pergi kekamar anaknya untuk memanggil Yong.
Tok
Tok
Tok
"Ada apa mama?" kata Yong saat membuka pintunya.
"Ya ampun mengapa baru bangun sih, apa yang kau kerjakan semalaman ini sampai baru bangun jam segini." kata Nuan saat melihat Yong yang seperti orang baru bangun tidur.
"Ada apa Mama memanggilku" kata Yong yang langsung mengalihkan pembicaraan
"Papa mu ingin berbicara, cepat mandi sebelum dia marah melihat keadaanmu seperti ini." kata Nuan.
"Baik lah." kata Yong dan langsung masuk kedalam kamar dan membersihkan dirinya.
Sekitar tiga puluh menit Yong sudah selesai membersihkan dirinya, barulah dia menemui Papa Shen di ruang kerjanya.
"Lama sekali, apa yang kau kerjakan hah." teriak Shen saat Yong baru saja masuk kedalam ruangannya.
"Ada apa Papa memanggilku." kata Yong mengalihkan pembicaraan dan duduk di sofa yang ada diruangan itu.
"Cucu si tua Bangka itu akan di menjadi pewaris tunggal kekayaannya." kata Shen
"Apa dia akan ke negara ini?" kata Yong
"Yang Papa dengar dari mata-mata kita di mansion itu, dia akan ke negara ini hari ini." kata Shen
"Bagus, kita akan membuat rencana jika dia sudah datang kesini. Tenang saja Papa kita akan menguasai semua harta si tua Bangka itu." kata Yong
"Apa kau punya rencana" kata Shen
"Ya, aku punya rencana agar semua kekayaan si tua Bangka itu kita miliki dan kita dapat menyingkirkan mereka dengan mudah apa lagi jika cucunya juga datang kesini sehingga kita bisa melancarkan rencana itu dengan sekali gerakan langsung hilang dua orang tersebut." kata Yong dengan senyumnya.
"Apa rencana mu" kata Shen
"Kita akan mengadakan acara makan bersama untuk menyambutnya, dan pada saat itulah kita akan membunuh mereka." kata Yong
"Bagus juga rencana yang kau buat, kita akan mengundang mereka dan setelah itu melenyapkan mereka." kata Shen dengan senang.
Tapi sayangnya mereka tidak menyadari jika gerak-gerik mereka sudah di pantau oleh orang yang akan mereka bunuh.
__ADS_1
Bersambung....