Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Bab38~Hampir Ternoda~


__ADS_3

Haaiii 🖐️🖐️🖐️


Untuk Kamu yang setia dan baik hati tolong tinggalkan jejak nya ya 🥰🥰🥰❤️.


🌷🌷🌷🌷🌷 Happy reading 🌷🌷🌷🌷🌷


Mobil yang ditumpangi Ica dan Firman kini sudah sampai di depan cafe yang di tuju.


Ica berjalan menuju cafe tersebut, sedangkan Firman mengekori Ica dari belakang. Ica melihat semua Teman mahasiswa nya,namun Ica tidak melihat sosok Sindi sahabat nya itu.


"Fir ,Sindi mana kok nggak kelihatan?."Ica merasa heran, karena hanya Sindi yang belum hadir."Mungkin lagi di jalan." Firman menjawab dengan wajah datar.


"Teruslah menunggu Sayang, karena orang yang Kamu tunggu tidak akan datang."batin Firman. Dirinya sengaja tidak memberitahu Sindi, karena akan menghalangi misinya.


Firman mengajak Ica untuk duduk di tempat yang sudah Ia pesan.Ica pun menurut tanpa rasa curiga sedikitpun.


"Permisi Nona ,Tuan ,mau pesan apa?." tanya pelayanan sambil menyodorkan sebuah buku menu. Firman kemudian mengambil daptar menu tersebut."Kamu pesan apa Ca?."Ica yang sedikit melamun langsung tersadar."Eemm nasi goreng spesial saja sama jus alpukat."Ica memang kurang bersemangat karena tidak ada Sahabat nya yang bisa Ia ajak bercanda.


"Oke, Aku pesan cappucino saja." Firman menyodorkan kembali daptar menu tersebut."Oke, silahkan tunggu." ucap Pelayan tersebut dengan ramah."Ca,Kamu kenapa,apa Kamu nyesel datang kesini." Firman pura-pura sedih."Tidak, bukan maksud Ku begitu , hanya saja sedikit sepi karena Sindi tidak hadir."tutur Ica. Ia tidak ingin membuat Firman tersinggung.


"Apa Kamu sudah menghubungi nya?." Ica menggelengkan kepalanya, karena ponselnya ketinggalan di dalam mobil yang Firman bawa."Ponselnya ketinggalan di mobil." hal itu membuat Firman tersenyum tipis,namun Ica tidak menyadari nya karena kepala Ica yang tertunduk .


"Bagus, malam ini akan menjadi malam yang sangat indah,Kamu akan menjadi Milikku seutuhnya."monolog Firman dalam hati.


Setengah jam kemudian makanan pun datang. Sang pelayan pun menata makanan dengan sangat hati-hati."Silahkan di nikmati." ucap pelayan tersebut."Terimakasih."Ica tersenyum manis kearah Pelayan. Sang pelayan pun undur diri.


Firman dan Ica pun menikmati makanan tersebut.ketika Mereka sedang menikmati makanan, tiba-tiba seseorang hampir jatuh dan minuman yang dibawa Orang tersebut tumpah mengenai jilbab yang Ica kenakan.

__ADS_1


"Maafkan Saya Nona, Saya benar-benar tidak sengaja." ucap Laki-laki itu."Tidak apa-apa."ucap Ica sambil membersihkan jilbabnya."Terimakasih banyak Nona, permisi." Laki-laki tersebut undur diri dari hadapan Ica dan Firman.


"Fir ,Ica ketoilet sebentar." Ica berjalan menuju toilet untuk membersihkan jilbabnya yang terkena jus. Firman tersenyum tipis , rencana yang Ia susun serapih mungkin berjalan dengan lancar.


Firman memperhatikan sekelilingnya, kemudian Firman memasukkan serbuk ke dalam minuman Ica. "Sebentar lagi Kamu akan menjadi Milikku seutuhnya." Firman tersenyum penuh arti.


Selang beberapa menit,Ica sudah kembali."Kamu baik-baik saja kan Ca." Firman mencoba bertanya untuk menghilangkan rasa curiga."Tidak apa-apa Fir , hanya basah sedikit."Ica tersenyum tipis. Ica dan Firman melanjutkan kembali makan yang sempat tertunda.


Firman tersenyum tipis melihat Ica meminum habis jus yang Ia campurkan dengan serbuk tadi. "Bagus Sayang,Kamu telah menghabiskan jus nya, sebentar lagi serbuk tersebut akan bereaksi." batin Firman.


Beberapa menit kemudian,Ica merasakan panas di seluruh tubuhnya."Kenapa dengan tubuh Ku."batin Ica. Firman yang melihat gelagat tubuh Ica tersenyum penuh arti."Ternyata serbuk nya sudah bereaksi,tenang Sayang,Aku akan mengobati rasa panas itu.


Semakin lama semakin panas,ingin rasanya Ica membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya."Tahan Ca, Kamu harus kuat." Ica mencoba menahan rasa panas itu.


"Kamu kenapa Ca?." Firman mencoba mendekati Ica."Maaf Fir , seperti nya Aku harus pulang, tiba-tiba badan Ku kurang sehat." ucap Ica. Ia berjalan sempoyongan dan hampir jatuh."Ayo Ca,biar Aku antar." Firman membantu memapah Ica.


Firman melirik sekilas ke arah Ica."Tahan Sayang, sebentar lagi rasa panas itu akan berubah menjadi rasa yang nikmat yang belum pernah Kamu rasakan sebelumnya." Firman menyeringai.


Firman membawa Ica ke hotel yang sudah Ia pesan sebelumnya. Firman memarkirkan mobilnya di depan hotel tersebut. Ia lalu memapah Ica untuk masuk ke dalam hotel tersebut. Ica perlahan membuka matanya, betapa terkejutnya Ica melihat sekelilingnya terasa asing.


"Firman,ini tempat apa, kenapa Kamu tidak membawa Ku pulang?." ucap Ica selidik."Maaf Ca, tadi Papa Ku menyuruh untuk mengambil sesuatu yang ketinggalan, setengah jam yang lalu Papa Ku melakukan pertemuan di sini." Firman mencoba untuk meyakinkan Ica.


"Tapi ,Ica bisa tunggu di mobil." Ica berusaha berbicara kembali meskipun Ia sudah hampir tidak tahan lagi."Aku khawatir, makanya Aku membawa Mu,ayo biar Kita tidak terlambat pulang." Ica pun menurut tanpa curiga sedikitpun. mata Ica sudah sayup-sayup menahan panas yang kian menyiksanya.


Firman memapah Ica ke sebuah kamar yang sudah Ia pesan. Ia pun membuka pintu kamar tersebut. Ica tidak menyadari kalau Dirinya sudah berada di dalam kamar. setelah Firman menyuruh untuk duduk baru Ica menyadari bahwa Dirinya sudah ada di dalam kamar dan hanya berdua.


"Kenapa Kamu membawa Ku ke sini!!." sentak Ica. Firman tersenyum manis kearah Ica."Tenang Sayang,Aku akan menghilangkan rasa panas yang Kamu rasakan." Firman terus mendekati Ica.

__ADS_1


"Jangan mendekat,Aku bilang jangan mendekat!!." Ica berteriak sambil menyilang kan tangannya menutupi dadanya.Firman tidak menghiraukan teriakan Ica,Ia malah semakin mendekat.


"Aku sudah lama menantikan saat-saat seperti ini,Aku sangat mencintai Mu Ca." Firman membelai wajah Ica. Ica langsung menepis tangan Firman."Aku tidak menyangka, kebaikan Mu selama ini ada maksud terselubung,dan Aku tegaskan,Aku tidak pernah mencintai Mu,Aku membenci Mu."Ica menangis terisak-isak sambil menahan panas di sekujur tubuhnya.


"Jangan menangis Sayang,Aku sangat mencintai Mu,kita akan melewati malam ini dengan indah."Firman meraba bibir ranum Ica yang terlihat sangat menggoda. "Jangan Firman hentikan,ini bukan cinta tapi obsesi." Ica sudah tidak bisa melawan, tubuh nya terasa sangat lemas.


Firman yang melihat Ica sudah mulai lemas,Ia lalu membuka jilbab yang Ica kenakan. Firman lalu mencium rambut Ica yang terasa sangat harum."Aku suka wanginya."Ica hanya menangis tanpa bisa melawan. Firman perlahan meraba meraba tubuh Ica,namun Ica hampir saja menerima sentuhan tersebut,Ica berusaha untuk menahan diri nya.


Ketika Firman ingin mencium bibir Ica, tiba-tiba pintu kamar tersebut di dobrak paksa."Kurang ajar!!." ucap Seseorang.


Penasaran kan 🤔,Siapa yang menolong Ica. ikuti terus kisahnya ya 🥰🥰


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Mohon Dukungannya ya dengan cara


Like


Komentar


Vote


Hadiah


Faforit


Follow akunnya ya 🥰🥰🥰

__ADS_1


SEE You 🖐️ 🖐️🖐️


__ADS_2