Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Tidak Sadar Diri


__ADS_3

Sedangkan di negara C, terjadi keributan karena tiba-tiba saja Tuan besar Jiazhen merubah wasiatnya. Membuat Shen XU marah kepada Tuan Jiazhen ketika mengetahui hal tersebut


"Apa maksud Papa merubah wasiat tersebut dan menggantinya atas nama Christabelle, apa Papa lupa dia sudah meninggal " kata Shen kepada Tuan Jiazhen


"Siapa bilang dia sudah meninggal, dia masih hidup bulan lalu aku menemuinya. Dia merupakan cucu kandungku jadi aku berhak memberinya bagian dari hartaku. Kau harus tahu itu karena dia anak Chen satu-satunya." kata kakek Jiazhen


"Apa Papa lupa, dengan cucu papa Yong dia juga cucu Papa." kata Shen


"Aku tidak lupa, dia juga mendapatkan bagiannya." kata kakek Jiazhen


"Tapi kenapa Papa memberikan lebih kepada orang yang belum tentu adalah cucu Papa sebenarnya. Bisa saja dia menipu Papa dengan mengaku sebagai cucu Papa." kata Shen yang tidak terima jika anaknya hanya mendapatkan sepertiga dari warisan tuan Jiazhen.


"Aku yakin dia adalah cucuku, karena aku telah melakukan tes DNA." kata kakek Jiazhen


"Terserah Papa." kata Shen dan langsung keluar dari ruang kerja kakek Jiazhen.


Shen langsung masuk kedalam kamarnya.


Prang


"Bereng*ek, dasar tua Bangka. Awas saja akan aku bunuh cucunya. Aku tidak akan membiarkan warisan tua Bangka itu jatuh ke tangannya." kata Shen sambil melempar pas bunga kelantai sampai pecah berhamburan.


"Ada apa sayang, mengapa kau mengamuk." kata Nuan yang terkejut saat suaminya melempar pas bunga saat dirinya keluar dari kamar mandi.


"Apa kau tau, si tua Bangka itu merubah wasiatnya, dan memberikan sebagian banyak warisannya kepada cucunya." kata Shen dengan marah


"Bagaimana bisa, kita telah membunuh keluarga kecil itu." kata Nuan.


"Husss, jangan kau katakan hal itu di dalam mansion ini. Kita harus berhati-hati jika mengatakan hal tersebut. Katanya dia telah bertemu dengan cucunya, dan sudah melakukan tes DNA. Kita harus mengetahui dimana dia menyembunyikan cucunya itu, lalu kita akan membunuhnya. "kata Shen dengan pelan.


"Benar kita harus mengetahui dimana cucunya berada, aku tidak rela jika harta ini diwariskan kepada cucunya itu." kata Nuan


"Tenang saja, aku sudah mulai memerintahkan anak buah ku untuk mengikuti segala kegiatannya agar kita mengetahui dimana keberadaan cucunya. Aku tidak akan biarkan harta ini jatuh ke tangannya karena aku yang lebih berhak memilikinya." kata Shen


"Tenang saja aku akan mendukungmu, aku juga tidak mau kehilangan kemewahan ini, kita yang selama ini menjalankan perusahaan itu dan seenaknya dia memberikan kepada cucunya yang tidak pernah dilihat." kata Nuan.


Sedangkan di negara L, Elle dan Carl sedang bermain bersama dengan hewan barunya di taman belakang.

__ADS_1


"Hei semuanya." teriak Jimmy yang baru saja datang bersama dengan istrinya Marsha.


"Mama" teriak Jimmy saat melihat Mama Amanda sedang memangku Diego sang anak Citah.


"Ada apa sih" kata Mama Amanda


"Itu hewan buas mama, lepas nanti Mama digigit olehnya." kata Jimmy yang berlindung dibelakang Marsha


"Dasal penakut." kata Carl


"Hei Carl, uncle tidak takut hanya menghindar." kata Jimmy


"Halah bilang saja takut." kata Elle.


"Terserah mu, mama cepat lepaskan hewan itu." kata Jimmy memelas.


"Iya, kau ini dasar penakut." kata Mama Amanda langsung menurunkan Diego dari pangkuannya.


Jimmy yang melihat jika hewan tersebut sudah menjauh dari Mama Amanda langsung menghampiri dan memeluknya.


"Mama, Jimmy mau makan salad buah buatan Mama." kata Jimmy manja.


"Marsha tidak mau apa-apa ma, yang mengidam itu Jimmy yang banyak maunya." kata Marsha.


"Iya, aneh kamu yang hamil malah dia yang mengidam. Tunggu disini mama akan membuatkan yang kamu mau." kata Mama Amanda kepada Jimmy.


"Iya ma." kata Jimmy


"Mengapa kau kesini, apa kau tidak bekerja." kata Elle sambil meminum jusnya.


"Tidak, aku sedang malas bekerja." kata Jimmy


"Jika kau tidak bekerja siapa yang memantau perusahaan." kata Elle.


"Masih ada Daniel, aku juga malas ke perusahaan karena ada yang terus saja meminta bantuan untuk membantu perusahaannya " kata Jimmy


"Kenapa kau tidak mau menemuinya, diakan pamanmu " kata Elle.

__ADS_1


"Cih, aku tidak memiliki paman sepertinya." kata Jimmy "Aku mau menemani Mama saja malas berbicara denganmu." kata Jimmy sambil melangkah masuk kedalam mansion.


"Dasar, Marsha kapan kau akan melakukan pemeriksaan di dokter kandungan." kata Elle.


"Minggu depan jadwal pemeriksaan ku. Apa kak sudah melakukan pemeriksaan." kata Marsha


"Belum, nanti kita bareng saja saat melakukan pemeriksaan." kata Elle.


"Iya, kita pergi bersama saja nanti." kata Marsha sambil bermain dengan Carl yang sedang bermain Lego.


Saat lagi mengobrol, Kayo datang menghampiri Elle dengan wajah masamnya.


"Ada apa Kayo, mengapa wajahmu seperti orang bahagia." kata Elle yang menyindir Kayo.


"Nona." kata Kayo


"Iya iya, mana suami bucin mu itu." kata Elle saat tidak melihat Boy


"Dia ke perusahaannya nona." kata Kayo


"Apa kau sudah melakukan apa yang aku katakan." kata Elle


"Sudah nona, saya sudah melakukan yang nona katakan." kata Kayo.


"Bagus, kau harus menjaga suami bucin mu itu, kalau perlu minta semua kartu yang ada di dalam dompetnya agar kita bisa shopping menggunakan kartunya." kata Elle


"Baik nona akan saya lakukan, nanti." kata Kayo.


"Sebaiknya sekarang saja, bagai mana jika kita shopping hari ini. Aku sudah bosan di mansion terus." kata Elle


"Iya, aku juga bosan. Kita bisa cuci mata nanti saat di mall karena aku bosan melihat suamiku terus." kata Marsha.


"Iya, ayo kita pergi tapi jangan sampai Jimmy ikut bersama kita." kata Elle


"Gampang itu." kata Marsha.


"Ayo kita shopping." teriak Elle dan Marsha sedangkan Kayo hanya diam saja.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2