Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Paket


__ADS_3

Di sebuah rumah, seorang wanita paruh baya sedang gelisah karena anaknya tidak pulang setelah pergi kemarin siang dan tidak kembali juga sampai pagi ini.


"Kemana anak itu, jangan sampai dia membuat masalah dinegara ini. Bisa-bisa Mark marah dengannya lagi." kata wanita paruh baya tersebut yang tidak lain adalah Mama Sofie


Mama Sofie terus mencoba menghubungi ponsel Bella tapi ponsel wanita tersebut masih saja tidak diangkat oleh pemiliknya.


"Kemana dia membuat aku khawatir saja." kata Mama Sofie


"Ada apa Mama?" kata Mark yang baru saja menuruni tangga.


"T...tidak ada apa-apa Mark, ayo kita makan." kata Mama Sofie


"Baiklah." kata Mark dan langsung menuju meja makan.


"Dimana Bella mama?" kata Mark sambil duduk di kursi.


"A...adikmu baru saja pergi." kata Mama Sofie sambil terbata.


"Benarkah." kata Mark karena merasa Mama Sofie seperti menutupi sesuatu.


"Iya, kau taukan sekarang dia sedang berhubungan dengan pria kaya yang kau kenal." kata Mama Sofie.


"Iya Mama, dia harus bisa mendapatkannya Mama karena dia orang kaya." kata Mark sambil memakan sarapannya.


"Benar itu, jika dia menikah dengan pria kaya sangat menguntungkan kita." kata Mama Sofie


Saat mereka sedang menikmati sarapan mereka seorang pelayan menghampiri mereka.


"Maaf Nyonya ada paket untuk Anda." kata pelayan tersebut dan meletakkan sebuah paket di dekat meja makan.


"Paket, dari siapa?" kata Mama Sofie

__ADS_1


"Tidak tau nyonya karena tidak ada nama pengirimnya." kata pelayan tersebut


"Pergilah." kata Mama Sofie dan pelayan tersebut langsung pergi dari sana.


"Paket dari siapa Mama?" kata Mark


"Tidak tau Mark." kata Mama Sofie sambil mengambil paket tersebut dan memperhatikannya.


"Buka saja Mama" kata Mark


"Iya ini mama mau membukanya." kata Mama Sofie


Mama Sofie membuka bungkusan paket tersebut saat melihat apa isi dari paket tersebut membuat Mama Sofie langsung berteriak.


"Aaaaaaaa" teriak Mama Sofie membuat Mark langsung menghampiri mamanya.


"Ada apa mama? mengapa mama berteriak." kata Mark


Mark langsung melihat apa yang ada didalam paket tersebut membuatnya langsung membelalakkan matanya.


"Apa ini, bagaimana ini bisa terjadi. Apa Bella tidak pulang semalaman." kata Mark kepada Mama Sofie, dan diangguki Mama Sofie.


"Mengapa mama tidak bilang padaku." kata Mark dengan emosi karena isi didalam paket tersebut yang memperlihatkan kondisi Bella yang sangat menggemaskan dimana wajahnya yang babak belur dan juga dalam keadaan dirantai.


"Apa dia tidak pulang kerumah saat pergi menemui Arc" batin Mark.


Mark sudah mengetahui jika adiknya akan menemui Arc kemarin karena itu dia membiarkannya untuk melancarkan aksinya.


"Cari adikmu Mark, Mama tidak mau kehilangannya." kata Mama Sofie sambil menangis.


"Iya, aku akan mencarinya." kata Mark langsung pergi dari hadapan Mama Sofie.

__ADS_1


Setelah kepergian Mark Mama Sofie masih terus saja menangis, saat sedang meratapi anaknya ponselnya berbunyi. Mama Sofie langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.


"B...Bella" gumam Mama Sofie dan langsung mengangkatnya.


"Bella kau ada dimana nak." kata Mama Sofie dengan suara seraknya.


"Hi hi hi bagaimana hadiah yang aku kirim. Apa kau menyukainya nyonya." sebuah suara menjawab


"S...siapa kau hah, dimana anakku." kata Mama Sofie kembali


"Tenang saja nyonya anakmu dalam keadaan baik, aku memperlakukannya dengan sangat baik." suara tersebut menjawab kembali


"Kembalikan anakku, kau dasar berengsek." kata Mama Sofie sambil meneriaki si penelpon


"Tenanglah nyonya, kau akan bertemu dengannya nanti karena sebentar lagi giliran mu." kata suara tersebut dan langsung mematikan sambungan ponsel. Mama Sofie berteriak dengan kencang membuat para pelayan langsung menghampiri majikan mereka dan saat menghampiri mereka Mama Sofie sudah pingsan. Para pelayan langsung membawa mama Sofie menuju kamarnya.


Sedangkan seseorang yang baru saja mematikan sambungan telpon tersenyum dengan senang.


"Apa kau Bersenang-senang disini." kata orang tersebut terhadap dua wanita yang ada didepannya yang dalam keadaan yang sangat menggemaskan.


"D..dasar i...iblis." kata salah satu wanita.


"Ha ha ha kau benar aku adalah iblis kematian untuk kalian." kata wanita tersebut sambil tertawa.


"Nona, apa kita menjalankan rencana selanjutnya." kata seorang pria.


"Jalankan sesuai dengan rencana Egon." kata wanita tersebut yang tidak lain adalah Elle.


"Baik nona." kata Egon


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2