Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Meninggal


__ADS_3

Elle yang terbangun pada Padang rumput yang sangat luas melihat disekitarnya, Elle merasa pernah berada ditempat ini.


"Apa ini, i...ini tempat yang sering aku datangi." batin Elle.


Tiba-tiba datang seorang wanita yang Elle tau dia adalah dirinya yang sedang menunggu seseorang yang dicintainya. Saat Elle ingin memegang Jendral Wei, Elle hanya dapat memegang angin.


"Ada apa ini, kenapa aku tak bisa memegang diriku?" batin Elle


Tidak lama kemudian Elle mendengar suara yang dia ingat suara seorang yang sangat dicintainya dimasa lalu, yaitu Pangeran kedua Long Wer.


"Wei'er" kata Pangeran kedua sambil menghampiri Jendral Wei.


"Pangeran kedua" kata Jendral Wei


"Apakah kamu sudah menunggu lama Wei'er?" kata Pangeran kedua sambil duduk disamping Wei


"Tidak Pangeran." kata Wei dan tersenyum dengan indah. "Pangeran kedua sebentar lagi kita menikah, Wei berharap Pangeran kedua selalu mencintai Wei selamanya." kata Wei sambil memandang rerumputan yang ada dihadapannya.


"Wei'er aku akan selalu mencintaimu sampai kita menua bersama." kata Pangeran kedua dan memeluk Wei. Tapi yang dilihat oleh Elle dari belakang adalah senyum Pangeran kedua yang sinis terhadapnya.


Kemudian waktu beralih


"Ada apa ini dimana aku" kata Elle sambil melihat sekelilingnya. " Ini disebuah kamar, ini kamarku dan pangeran kedua


Saat asyik melihat disekitar tiba-tiba masuk Pangeran dan juga sahabatnya Lian Cha.


"Pangeran kedua kenapa kau mengajakku disini, jika istrimu Wei melihat diakan salah paham." kata Cha yang ingin keluar dari kamar tersebut.


"Jangan pergi Cha'er, aku sebenarnya dari dulu menyukaimu" kata pangeran kedua dan langsung memeluk Cha.


"Kalau pangeran mencintai ku mengapa pangeran menikah dengan Wei?" kata Cha sambil melepas pelukan pangeran kedua.


"Aku hanya memanfaatkannya untuk merebut posisi putra mahkota. Karena keluarga Wei merupakan keluarga yang memiliki kekuatan yang sangat besar. Cha'er setelah aku menjadi kaisar aku akan menikahi mu." kata pangeran kedua.


"Tapi aku tak ingin menjadi yang kedua pangeran dan membuat persahabatan kami menjadi rusak." kata Cha sambil mengeluarkan air mata palsunya.


"Aku tidak Sudi menjadi yang kedua, apa lagi kalau Wei menjadi yang pertama. Aku sangat membencinya dari dulu karena dia selalu menjadi perhatian semua yang ada di kerajaan bukan hanya kecantikannya tapi juga bakatnya. Aku membencimu Wei sangat membencimu." batin Cha, Elle yang mendengar sangat terkejut karena orang yang sudah dianggapnya sebagai keluarga sangat membencinya


"Cha'er kau akan aku jadikan yang pertama. Ingatlah janji ku ini." kata pangeran dan langsung ******* bibir Cha dan melakukan yang terlarang.


Elle yang melihat itu semakin sakit, ternyata orang yang dicintai dan sahabat yang sudah dianggap keluarga telah mengkhianatinya.

__ADS_1


Saat Elle ingin menghajar mereka Elle tidak bisa, yang Elle dapatkan hanyalah angin membuat Elle semakin marah.


Waktu beralih ketika seluruh keluarga jendral Wei dihukum mati karena penghianatan kepada kaisar.


Elle yang melihat ayah dan ibunya dipenggal merasa sangat sakit. Sakit yang membuatnya tidak dapat bernapas ketika melihat itu.


"Jangan, bajingan kalian semua akan aku bunuh kalian. Aku bersumpah akan membunuhmu sampai kau tak ingin lagi terlahir kembali. Akan aku kejar kau sampai seribu tahun." teriak Elle ketika melihat semua anggota keluarganya telah mati terbunuh dan mayatnya dibuang begitu saja karena status mereka sebagai penghianat.


Sedangkan dimasa sekarang, Arc terus berada disamping istrinya yang masih betah tertidur walau pun Arc sudah memohon agar dia kembali bangun tapi tak ada respon sama sekali.


" Sweety, apa disana sangat menyenangkan sehingga kamu tak ingin bangun dari tidurmu?" kata Arc sambil mengelus pipi Elle yang sudah tidak bangun selama dua hari.


Saat masih asik memandang wajah sang istri pintu ruangan Elle terbuka, masuklah Mommy dan Marsha mereka hanya berdua karena Daddy harus bekerja dan juga harus menggantikan Arc di perusahaan ya. Arc tidak menyadari ada yang masuk kedalam ruangan Elle karena dia hanya fokus pada kondisi Elle.


Mommy yang melihat anaknya yang tidak terurus selama dua hari ini merasa sangat sedih, karena istri yang dicintainya belum juga bangun dari tidurnya.


"Sayang lebih baik kamu membersihkan diri, ini pakaianmu." kata Mommy kepada Arc sambil memberikan paper bag kepada arc.


"Arc tidak mau mom, Arc ingin menunggu Elle saja." kata Arc sambil memegang tangan Elle dan enggan bergerak dari sana.


"Abang lebih baik membersihkan diri, jangan sampai ketika kak Elle terbangun keadaan Abang masih seperti ini bisa-bisa kak Elle mencari suami baru." kata Marsha kepada Arc, mendengar itu Arc langsung memandang Marsha dengan tajam.


"Elle hanya milikku tidak ada yang boleh mengambilnya dariku." kata Arc


Mendengar apa yang dikatakan Marsha, Arc langsung bangun dan mengambil paper bag yang diberikan oleh Mommy.


"Sweety aku membersihkan diri dulu ya, kamu jangan pergi kemana-mana." kata Arc sambil mencium kening Elle dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Setelah Arc pergi kedalam kamar mandi Mommy menghampiri bangker Elle dan duduk di kursi yang ada disampingnya.


"Sayang, kapan kamu akan sadar. Apa kamu tidak kasihan kepada suamimu, dia seperti mayat hidup. Dia tidak mau sedetikpun pergi darimu, kamu adalah separuh jantungnya jika kamu pergi bagai mana dia bisa hidup hiks hiks. Mommy mohon Elle sadarlah demi Arc, dia sangat mencintaimu." kata Mommy sambil mencium tangan Elle, Marsha yang melihatnya tidak kuasa menahan tangisnya. Baru kali ini dia melihat Abang yang selalu dingin dan kejam tersebut bisa serapuh ini. Marsa langsung menghampiri bangker Elle dan menegang tangan Elle yang ada selang infus ya.


"Kak tidak apakan aku memanggilmu kakak, karena kamu adalah istri Abang ku. Kak Marsha mohon cepatlah sadar, aku sungguh tak tega melihat Abang seperti ini dia tidak mau melakukan apapun selain menjagamu, sampai-sampai dia jarang mandi hahahaha hiks hiks. Aku mohon sadarlah kak demi Abang. " kata Marsha seperti tertawa tapi juga menangis.


Tiba-tiba alat pendeteksi jantung berbunyi membuat Mommy dan juga Marsha sangat terkejut. Marsa langsung menekan tombol darurat yang ada didekat ranjang, tidak begitu lama para dokter masuk kedalam ruangan untuk melihat keadaan Elle.


"Maaf Nyonya, Nona bisa menyingkir kami harus memeriksa keadaan nona Elle." kata salah satu dokter tersebut


Setelah melakukan beberapa pertolongan untuk memicu jantung untuk kembali normal. Dokter terus melakukan pertolongan kepada Elle. Setelah beberapa saat dokter berhenti melakukannya, dan langsung menghadap Mommy dan juga Marsha.


"Maaf kan kami Nyonya, nona Elle tidak bisa tertolong. Nona Elle telah meninggal dunia." kata dokter tersebut dengan wajah yang sedih dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak...jangan Elle Mommy mohon jangan pergi bagai mana dengan Arc. Elle jangan tinggalkan Arc." teriak Mommy Marsha tidak kuasa lagi menahan tangisnya dia menangis sambil memegang tubuh Mommy yang merosot kebawah.


Arc yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah segar langsung terkejut melihat Mommy dan Marsha menangis dan juga wajah para dokter yang sedih.


"Ada apa ini mom." kata Arc belum menyadari apa yang terjadi.


"A... Arc Elle - belum sempat Mommy melanjutkan omongannya Arc langsung menoleh pada banker Elle dia melihat alat-alat yang telah dilepas dari tubuh Elle. Melihat itu Arc langsung berlari menghampiri banker Elle.


"Apa ini, kenapa kalian melepas ini semua." teriak Arc kepada para dokter tersebut.


"Maaf tuan, Nona Elle telah meninggal." kata dokter tersebut mendengar itu Elle langsung berteriak.


"Tidak...tidak kalian semua bohong, tidak mungkin dia meninggalkanku." teriak arc sambil menunjuk para dokter. " Sweety bangun, jangan membuatku marah. Elle Smith bangun jangan tinggalkan aku hiks hiks Elle jangan seperti ini jangan membuatku menderita karena kehilanganmu." teriak Arc sambil menggoncang tubuh Elle.


"Arc jangan seper-perkataan Momo langsung Arc potong.


"Tidak Elle masih hidup dia tidak akan meninggalkan aku, dia sudah berjanji padaku. Sweety bangunlah jangan membohongiku, Sweety aku mohon bangunlah." Isak Arc sambil memeluk Elle dengan erat dan memberikan ciuman di seluruh wajah Elle.


Mereka semua yang melihat apa yang terjadi sungguh terenyuh melihat seorang Arc yang dingin dan kejam kepada para musuhnya menjadi sangat rapih ketika ditinggal oleh sang istri.


Para bodyguard yang mendengar keributan didalam memasuki ruangan Elle, ketika melihat tuan mereka yang menangis sambil memeluk nona mereka sangat syok saat mendengar perkataan Arc.


"Jangan pergi dari ku sweety, aku mohon kembalilah, hiks hiks hiks jangan tinggalkan aku Sweety." Isak Arc sambil memeluk tubuh Elle yang sudah dingin.


Mendengar hal tersebut salah satu bodyguard langsung menelpon Kayo yang sedang berada di kantin rumah sakit.


📞Kayo


Ada apa


📞 Bodyguard


Maaf nona hiks hiks Nona Elle sudah meninggal


Mendengar itu Kayo langsung berlari dari kantin rumah sakit menuju ruangan Elle. Setelah sampai didepan ruangan Elle, Kayo langsung membuka pintu tersebut. Kayo melihat semua orang menangis dan tubuh nona ya yang masih dipeluk oleh Arc yang terus menangisi kepergian Elle.


Kayo hampir saja tumbang jika tidak dipegang oleh salah satu bodyguard, Kayo seperti kehilangan tenaganya ketika melihat hal itu.


"Sweety aku mohon jangan tinggalkan aku hiks hiks Jang pergi Sweety. Aku akan menuruti semua permintaanmu jadi bangunlah, aku mohon jangan membuatku menderita di dunia ini tanpamu hiks hiks hiks aku mohon kembalilah." lirih Arc ditelinga Elle.


"Benarkah!!!"

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2