
Hari ini Carl sudah dibolehkan untuk pulang, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap tubuhnya. Arc akan mendatangkan langsung seorang psikolog untuk mengetahui apa Carl mengalami trauma yang berat apa tidak.
"My apa cal pulang hali ini?" kata Carl kepada Elle yang sedang menyuapinya makan.
"Iya, hari ini kita akan pulang. Apa Carl senang sayang." kata Elle sambil membersihkan sisa makanan yang ada diujung bibir Carl.
Wajah Carl mulai membaik setelah mendapatkan obat yang diberikan oleh Hiro dan Eiji. Semua yang ada Dimansion sangat menyayangi Carl, dan merasa kehilangan selama hampir lima hari tidak pulang kemansion.
"Iya, cal senang." kata Carl tapi dari wajahnya Elle dapat melihat kesedihan Dimata Carl.
"Ada apa sayang kenapa Carl bersedih" kata Elle dan Carl hanya menggeleng. "Ya sudah ekarang minum obatnya." kata Elle
Carl meminum obat yang diberikan Elle kemudian langsung membaringkan tubuhnya.
Setelah sadar Carl lebih banyak berdiam diri tidak seperti sebelum kejadian itu, dan juga semakin takut akan kegelapan. Sedikit saja ada gelap Carl langsung berteriak, sehingga Arc memasang lampu disetiap sudut ruangan inap bahkan dibawah ranjang pun di pasang lampu agar tidak ada ruang gelap sedikitpun.
"Apa Carl ingin sesuatu?" kata Elle Carl hanya menggelengkan kepalanya saja. Melihat itu Elle sangat sedih, dia akan membalas perbuatan pria tersebut karena telah menyakiti anaknya.
"Awas saja akan aku balas kau seribu kali lipat." Batin Carl.
Elle langsung menyelimuti Carl yang sudah memejamkan matanya setelah meminum obat yang diberikan oleh Elle.
"Ada apa Sweety?" kata Arc ketika masuk kedalam ruang inap Carl.
"Tidak ada honey, aku hanya sedih melihat Carl yang tidak seperti dulu yang ceria saat ini dia banyak diam." kata Elle kepada Arc
"Tenanglah, aku sudah mendapatkan psikolog yang bagus untuk menangani kasus Carl. Jadi jangan memperlihatkan wajah sedih mu pada Carl." kata Arc
"Baiklah, kapan kita pulang ke mansion dia selalu ingin pulang." kata Elle.
"Sekarang juga bisa pulang, tapi tunggu Carl bangun saja biarkan dia tidur dulu." kata Arc dan memeluk Elle.
"Aku merindukanmu Sweety dan juga baby." kata Arc dan tangan yang sudah tidak dapat dikondisikan lagi. Mendengar perkataan Arc dan juga perbuatan tangannya Elle langsung mencubit pinggang Arc membuat yang dicubit merasakan kesakitan.
"Au...sakit Sweety." kata Arc sambil mengusap bekas cubitan Elle.
"Rasakan itu, dasar tidak tau tempat." kata Elle.
"Apa sih, kan aku cuma bilang merindukanmu dan juga baby." kata Arc memanyunkan bibirnya.
"Iya tau tapi tanganmu sudah menjalar di pahaku." kata Elle dengan kesal.
"Maaf Sweety, aku sudah lama tidak menjenguk baby." kata Arc
****
__ADS_1
Sedangkan disebuah ruangan yang gelap dan pengap seorang pria sedang berteriak dengan kencang.
"Hai kalian cepat lepaskan aku, Dasar bajingan kalian." teriak pria tersebut.
"Dasar sial, anak pembawa sial. Seharusnya aku langsung membunuhnya saja." kata pria tersebut.
"Keluarkan aku, apa kalian tidak tau kalau aku adalah anggota mafia The Devils. aku akan melaporkan kalian pada ketuaku. Berengsek kalian semua." Kata pria tersebut.
Karena bosan dengan teriakan pria itu, salah satu anggota langsung membuka ruangan itu dan menghampiri pria tersebut.
"Cepat buka rantai ini, sebelum aku melapor pada ketua ku." kata pria tersebut.
"Laporkan saja kami tidak takut, kau yang memulai duluan menculik dan menyakiti Tuan Muda kami jadi terimalah ganjarannya." kata anggota Elle dan langsung menyimpulkan kain pada mulut pria tersebut agar berhenti berteriak.
"Mmmmm..." kata pria itu tidak jelas karena mulutnya sudah disumpal dengan kain.
"Rasakan ini karena menyakiti Tuan Muda kesayangan kami." kata anggota Elle dan langsung menendang kaki pria tersebut
Setelah memberikan pelajaran kepada pria tersebut anggota Elle langsung keluar dari ruangan itu.
****
Saat ini Elle dan Carl sedang menunggu Arc karena Carl sudah ingin pulang ke mansion.
"Apa sudah siap." kata Arc saat masuk kedalam ruang inap Carl.
"Apa Carl mau Daddy gendong?" kata Arc dan diangguki Carl.
Arc langsung menggendong Carl dan keluar dari ruangan inap tersebut diikuti oleh Elle mereka menuju mobil yang sudah ada didepan rumah sakit lengkap dengan para bodyguard.
Saat masuk kedalam mobil Carl tidak mau lepas dari Arc.
"Ada apa sayang?" kata Arc dan hanya mendapat gelengan kepala dari Carl.
"Baiklah ayo kita pulang." kata Arc
Setelah satu jam perjalanan, mereka sudah sampai di mansion. Saat memasuki pekarangan mansion Elle melihat semua pelayan dan bodyguard sudah berbaris menunggu kedatangan mereka dan membawa banyak sekali mainan.
Setelah mobil berhenti mereka langsung keluar dan disambut dengan meriah oleh para pelayan dan bodyguard.
"Selamat datang Tuan Muda." kata mereka serempak, mereka sudah diberi tau bahwa Carl sedang dalam keadaan yang kurang baik karena itulah mereka berinisiatif melakukan ini untuk menyambut Carl.
Mendengar itu Carl yang sedang menyembunyikan wajahnya di tengkuk Arc langsung mengangkat wajahnya. Melihat sambutan para pelayan dan bodyguard dan juga banyaknya mainan yang dipegang oleh setiap pelayan membuat Carl tersenyum. Melihat itu semua orang merasa senang setidaknya Carl sudah mau memperlihatkan senyumannya walau hanya sedikit.
"Apa mainan untuk cal." kata Carl pada para pelayan dan bodyguard.
__ADS_1
"Iya Tuan Muda, ini semua untuk Tuan Muda apa anda senang?" kata kepala pelayan Tom.
"Iya, makasih." kata Carl.
"Ayo kita masuk sayang." kata Elle kepada Carl dan juga Arc.
Mereka langsung masuk ketika pintu dibuka oleh pelayan, didalam mereka melihat semuanya sudah berkumpul menyambut Carl dan yang lainnya.
"Selamat datang cucu/cicit ku tersayang." kata semua orang tua Elle dan juga Arc, juga ada Jimmy beserta Marsha dan juga anggota inti Elle.
Carl yang melihat itu hanya tersenyum saja tanpa mengatakan apa-apa. Melihat itu Mommy Jia langsung menghampiri Carl.
"Hai sayang ya grandma, apa kamu mau melihat hadiah dari kami semua sayang." kata Mommy Jia kepada Carl dan diangguki oleh Carl.
Melihat itu Mommy Jia mengajak semuanya pergi menuju halaman belakang mansion, di sana Carl dan Elle melihat sebuah benda yang sangat besar masih ditutup dengan kain yang sangat lah besar.
"Carl mau melihat apa yang ada didalam" kata Mama Amanda.
"Iya Glandma." kata Carl membuat semua orang tersenyum mendengar perkataan Carl.
"Ayo kita mendekat, biar Carl melihat apa yang ada didalam" kata Mommy Jia
Arc membawa Carl mendekati ketempat yang dikatakan Mommy Jia. Setelah sampai Mommy Jia menyuruh para pelayan untuk membuka kain tersebut. Saat sudah terbuka Arc langsung menggelengkan kepalanya saat melihat apa yang ada didalam sebuah akuarium yang sangat besar tersebut. Sedangkan Elle dan juga Carl sangat senang apa yang ada didalam akuarium tersebut.
"Ya ampun, mengapa mereka memberi hadiah kepada anakku seekor hiu." batin Arc
"Apa Carl menyukainya." kata kakek Jiazhen saat melihat Carl langsung turun dari gendongan Arc dan mendekat ke akuarium tersebut.
"Iya Carl suka, makasih." kata Carl menghampiri kakek Jiazhen dan memeluknya.
"Iya, apapun akan kakek lakukan untuk cicit kakek yang tampan ini." kata kakek Jiazhen.
"Elle juga suka kakek, terimakasih." kata Elle dan memeluk kakek Jiazhen
Setelah puas bermain, Elle melihat Carl yang terus saja menguap karena kantuknya membawa Carl menuju kamarnya untuk beristirahat. Setelah Carl tertidur Elle keluar untuk mencari sang suami yang berada diruang kerja.
"Honey" kata Elle saat sudah sampai didalam ruang kerja, mendengar suara istrinya Arc langsung melihat kearah asal suara.
"Apa Carl sudah tertidur?" kata Arc
"Sudah, apa kau sudah siap bermain Honey?" kata Elle.
"Tentu, aku sudah siap memberikan siksaan terhadapnya." kata Arc sambil mengelus paha Elle "Tapi aku dapat imbalan kan." kata Arc yang tangannya terus naik ke anggota tubuh Elle lainnya.
"Iya" kata Elle jengah dengan kelakuan tangan Arc yang sudah menjalar kemana-mana.
__ADS_1
"Ayo kita beraksi." kata Arc membawa Elle menuju markas untuk memberi pelajaran pada seseorang.
Bersambung.....