
Setelah pergi dari para manusia serakah, Kayo langsung berjalan menuju ruangan tempat nona dan juga tuannya berada. Pada saat akan Kayo sudah membuka pintu terdengar suara seseorang yang memanggilnya.
"Kayo" kata pria tersebut, membuat Kayo berhenti untuk masuk kedalam.
"Ada apa tuan Boy." kata Kayo
"Apa kau bersama dengan Elle." kata Boy
Belum sempat Kayo menjawab sebuah suara memberhentikan ucapan Kayo.
"Kayo mengapa kau tidak masuk." kata orang yang ada didalam.
Mendengar namanya dipanggil oleh nonanya, Kayo langsung masuk dan diikuti oleh boy. Saat masuk boy terkejut karena bukan hanya ada Elle tapi juga ada pria tua yang dikenalnya adalah Tuan Alexander beserta cucunya Arc dan juga asisten pribadinya Jhon. Juga ada seorang wanita yang sudah tidak muda lagi yang Boy tidak tau siapa.
"O... rupanya ada Tuan Boy." kata kakek.
Sedangkan Arc langsung memeluk istrinya, dengan erat, membuat boy yang melihat itu sangat heran karena Arc yang dia tau tidak akan pernah mau berdekatan dengan wanita tapi yang dia lihat sekarang berbanding terbalik dengan rumor yang ada.
"Apa yang membuat tuan Boy kemari" kata kakek padahal dia tau apa yang membuat pria itu masuk kesini kalau bukan karena pria tersebut menyukai cucu menantunya.
"I...itu aku ingin menemui Kayo." kata Boy berbohong.
"Apa hubungan Elle dengan Arc mengapa mereka terlihat sangat dekat." batin Boy
Sedangkan Kayo hanya biasa saja dan langsung duduk di tempatnya.
"Kalau begitu mari duduk bersama, kita bisa mengobrol disini." kata kakek.
"Baik." kata Boy dan langsung duduk di kursi yang masih tersisa didekat kayo. "Maaf jika saya mengganggu acara kalian Yang ada disini." kata Boy kembali.
__ADS_1
"Tidak apa, kami sebenarnya hanya makan malam biasa saja, karena cucu menantuku yang ingin makan makanan yang ada disini." kata kakek
"Cucu menantu." kata Boy mengulang perkataan kakek
"Iya cucu menantuku, Elle adalah cucu menantuku istrinya Arc." kata kakek memperjelas.
Duarrrr
"J..jadi kalian sudah menikah." kata Boy kepada Elle
"Iya, aku adalah suaminya dan sebentar lagi anak kedua kami akan lahir." kata Arc dengan semangat
"Ya Tuhan hancur sudah hatiku ini, ternyata apa yang dikatakan wanita berwajah datar itu benar. Ditambah lagi mereka akan memiliki anak kedua." batin Boy
Elle yang mendengar pikiran Boy hanya tersenyum melihatnya, membuat Arc yang tepat berada disampingnya menjadi heran.
"Tidak ada honey." kata Elle sambil bersandar didada Arc "Honey aku mau makan stek lagi." kata Elle
"Baiklah, kita akan memesannya lagi." kata Arc
"Sayang, kamu sudah banyak memakan daging tadi lebih baik makan yang lain saja." kata Mama Annchi
"Tapi Elle masih lapar mama." kata Elle.
Mendengar perkataan Elle, barulah Boy sadar jika wajah wanita tua itu mirip dengan Elle berarti wanita tersebut adalah mamanya Elle.
"Ya sudah, kita pesan lagi. Apa Anda ingin memesan makanan juga" kata Mama Annchi kepada Boy.
"Tidak nyonya, saya sudah kenyang." kata Boy
__ADS_1
"Aku sudah kenyang karena memakan hatiku sendiri. Ya ampun baru saja menyukai wanita sudah patah hati sebelum berusaha mendapatkannya." batin Boy dengan wajah sedihnya.
Kayo yang melihat wajah boy, berusaha menahan tawanya.
"Hahaha sudah aku bilang masih tidak percaya, sekarang pasti sakit hatinya." batin kayo sambil menerbitkan senyum mengejeknya.
Boy yang melihat kearah Kayo, langsung melototkan matanya karena senyuman Kayo yang seperti mengejeknya.
"Awas kau wanita berwajah datar, enak sekali dia mengejekku awas saja dasar wanita bar-bar." batin Boy
"Kenapa kau mau menemui kayo, apa kalian memiliki hubungan?" kata Elle mendengar perkataan istrinya Arc langsung memandang Boy kemudian Kayo.
"Iya, apa hubungan kalian. Apa jangan-jangan kalian pacaran" kata Arc
"Tid-" perkataan Kayo langsung dipotong oleh Boy
"Iya kami pacaran, baru semalam kami jadiannya. Iyakan sayang." kata Boy sambil merangkul pundak Kayo yang ada disampingnya.
"Tidak itu bohong." kata Kayo sambil melepas tangan Boy yang ada dipundaknya.
"Sudahlah sayang, jangan membohongi mereka. Semalam kan kita Resmi berpacaran." kata Boy
"Hahahaha akan aku buat dia jatuh cinta padaku, tidak dapat nonanya asistennya pun jadi." batin Boy
"Wah bagus itu, jadi berkurang satu pria yang mengejar istriku." kata Arc, membuat mereka semua yang ada disana melihat kearah Arc.
"Ada apa, betulkan yang aku katakan." kata Arc sambil mengangkat bahunya.
Bersambung.....
__ADS_1