Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
bab 51. pembangunan ruko


__ADS_3

Setelah pertemuan tak sengaja antara Wahyu dan anak-anaknya. Kini Wahyu semakin semangat untuk mencari tau tentang siapa dia yang sebenarnya. Wahyu kerap kali menelfon Vinka hanya sekedar menanyakan kabar anak-anaknya.


Vinka dan Wahyu sudah bertukar nomer ponsel sejak waktu itu. Wahyu juga semakin yakin jika kedua anak Vinka adalah anak-anaknya. Dari wajah, cara makan, makanan kesukaan mereka pun sama. Mereka sama-sama suka makan sayuran hijau.


" Aku sangat senang. Akhirnya aku bisa berjumpa dengan mereka. Mungkin ini sudah kehendak Tuhan. Aku sangat yakin, mereka adalah anak-anakku." Wahyu senyum-senyum sendiri memandang foto dirinya dan juga anak-anaknya dilayar ponsel.


Wahyu semakin semangat untuk memulai hari-harinya. Hari ini ia akan mulai mencari pekerjaan. Ia sudah mendapatkan beberapa info lowongan pekerjaan dari teman-temannya. Wahyu sangat bersemangat menyiapkan berkas-berkas untuk melamar pekerjaan.


" Aku harus semangat. Saat aku sudah gajian. Aku akan bawa mereka makan enak dan liburan." Wahyu tersenyum cerah.


Ceklek


Pintu kamar Wahyu dibuka dari luar. Bu Asty datang membawa pakaian untuk Wahyu. Hari ini Bu Asty dan keluarga Menik akan melakukan pertemuan guna membahas acara lamaran dan pernikahan mereka.


" Wahyu. Kamu mau kemana?"


" Aku mau pergi mencari pekerjaan Bu." Wahyu mengernyitkan dahi menatap pakaian yang ada ditangan Ibunya.


" Kamu tidak lupa kan?. Hari ini ada pertemuan dengan keluarga Menik?. Kalian akan segera menikah."


Wahyu membelalakkan matanya." Tidak Bu. Aku belum siap."


" Wahyu jangan main-main kamu!!" bentak Bu Asty geram.


" Bu. Pernikahan bukanlah permainan. Aku tidak mau dia sakit hati saat tahu aku menikahinya tidak tulus. Aku tidak mencintainya, Bu." Wahyu menunduk.


" Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Kamu harus belajar melupakan Vinka. Dia bukan istri yang baik."


" Kenapa Ibu selalu membawa Vinka dalam masalah ini?. Ibu juga selalu mengatakan Vinka bukan istri yang baik. Lantas, bagaimana dengan anak-anakku Bu?" Wahyu menatap Ibunya.


" Ckk. Kamu jangan bodoh Wahyu. Bisa saja anak itu bukan anakmu." seloroh Bu Asty.


" Aku bisa merasakan bahwa mereka anakku Bu. Anak kandungku. Aku sangat yakin." Wahyu bersiap keluar dari kamarnya.


" Wahyu. Kamu tidak percaya pada Ibumu sendiri?" Bu Asty memperlihatkan muka sok sedihnya.


" Bukan aku tidak percaya kepada Ibu. Aku hanya ingin memperjelas semuanya. Karena aku merasa banyak kejanggalan," ucap Wahyu tanpa menatap Ibunya.


" Wahyu pamit Bu. Takut terlambat. Assalamu'alaikum." Wahyu mencium punggung tangan Ibunya dan segera pergi untuk melamar pekerjaan.


Sambil menunggu ojek yang ia pesan tiba. Wahyu mengirim pesan kepada Vinka. Wahyu meminta doa dari sang istri agar diberikan kelancaran saat melamar pekerjaan.


📨 Wahyu : " Assalamu'alaikum Vinka. Kamu apa kabar?. Aku minta doa ya, agar aku bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai untukku." Wahyu menatap ponselnya sambil senyum-senyum sendiri


...*****...


Sementara itu dikediaman Vinka. Ia tengah bersiap-siap untuk pergi ke ruko. Semenjak musibah kebakaran itu, ruko milik Vinka perlahan mulai diperbaiki. Tentu saja ada campur tangan Restu di dalamnya sehingga bisa segera terlaksana.


Vinka ingin mengecek sendiri sudah sejauh mana proses pembangunan rukonya. Ponsel Vinka tiba-tiba bergetar. Ia membuka pesan tersebut sambil tersenyum.


Vinka kemudian membalas pesan dari Wahyu. Ia tidak ingin suaminya itu mengira bahwa ia melupakannya. Walaupun mereka saat ini tidak bisa bersama, nyatanya hati tidak bisa untuk dipaksakan.


📨 Vinka:" Waalaikum salam Mas Wahyu. Alhamdulillah kabarku dan anak-anak baik. Kamu semangat ya Mas. Aku yakin, kamu pasti akan mendapatkan pekerjaan yang terbaik." balas pesan Vinka.

__ADS_1


Tak lama ponsel Vinka kembali bergetar. Ternya Wahyu secepat kilat membalas pesannya.


📨 Wahyu:" Terimakasih Vinka. Besok aku ada jadwal bertemu Dokter Ridwan. Semoga saja keadaanku semakin membaik dan aku bisa segera mengingat semuanya." Wahyu sangat tersiksa dengan keadaannya saat ini. Ia selalu berperang dengan keadaan dan hatinya.


Ditambah Bu Asty yang selalu memaksa Wahyu untuk mengikuti semua kemauannya. Wahyu selalu saja merasa bersalah kepada Vinka tiap kali Ibunya menceritakan keburukan istrinya.


Tiiinggg


Vinka segera membuka pesan dari Wahyu dan membalasnya.


📨 Vinka:" Aku selalu mendoakanmu Mas. Aku yakin, hatimu bisa merasakan kehadiran kami." Vinka sengaja menyebutkan kami. Karena bukan hanya dia yang harus Wahyu ingat. Tapi juga ada anak-anak mereka.


📨 Wahyu:" Aku sangat yakin, kamu memang orang baik. Aku beruntung memiliki istri sepertimu. Aku kangrn kalian."


📨 Vinka:" Kami juga merindukanmu Mas. Semoga kita bisa berkumpul lagi seperti dulu. Aamiin."


📨 Wahyu:" Aamiin sayang." Wahyu tanpa sengaja mengetik kata tersebut. Ia buru-buru mengirim pesan kembali kepada Vinka. Wahyu takut Vinka akan marah karena panggilan sayangnya.


📨 Wahyu:" Maaf Vinka. Aku tidak sengaja mengetiknya."


Awalnya Vinka sangat senang karena perlahan Wahyu mulai mengingatnya. Namun isi pesan yang Wahyu kirimkan setelahnya membuat Vinka bersedih.


" Mungkin ini aku saja yang terlewat percaya diri. Nyatanya Mas Wahyu hanya salah ketik." Vinka berucap didalam hati.


📨 Vinka:" Tidak apa-apa Mas. Mas Wahyu hati-hati ya!. Aku juga mau pergi ke ruko sekarang. Aku ingin mengecek langsung pembangunan ruko sudah sejauh mana."


📨 Wahyu:" Iya Vinka. Kamu hati-hati ya!. Jangan telat makan dan istirahat. Assalamu'alaikum."


📨 Vinka:" Tentu Mas. Kamu juga ya, jangan lupa makan dan minum obat secara teratur. Waalaikum salam." Vinka segera memasukkan ponselnya kedalam tas.


" Nek, Mbak Lastri. Vinka mau pamit dulu."


" Kamu mau kemana Vinka?" Nenek Siti menatap Vinka heran. Karena sudah 2 bulan semenjak musibah kebakaran ruko. Vinka hanya mengurung diri dikamar.


" Mau mengecek proses pembangunan ruko Nek. Kak Restu ngabarin kalau hari ini sudah mulai finising."


Restu sangat berperan penting dalam kehidupan Vinka dan keluarganya. Namun hati tidak bisa dipaksakan. Vinka hanya menganggap Restu sebagai kakak dan juga bagian dari masa lalunya. Restu juga sudah menerima dengan lapang dada. Karena bagi Restu, kebahagiaan Vinka adalah yang utama.


" Kamu hati-hati. Apa perlu diantar oleh Dion." Kebetulan anak dari tante Vinka datang. Jadi nenek Siti menawari Vinka untuk diantar sepupunya.


" Tidak usah Nek. Lagi pula nanti Vinka juga mau mampir ke rumah teman juga."


" Ya sudah. Kamu hati-hati. Pelan-pelan saja bawa motornya."


" Iya Nek. Nenek tenang saja."


Vinka kemudian mendekati Safa yang sedang sibuk dengan mainan barunya. Balita 2 tahun itu sedang aktif-aktifnya dan membuat gemas semua orang yang melihatnya.


" Safa sayang. Ibu pergi dulu. Kamu jangan nakal ya!" Vinka mengelus kepala anaknya.


" Mbak Lastri. Aku titip Safa. Nanti kalau Elsa sudah pulang sekolah. Suruh segera ganti pakaian, makan siang dan istirahat."


" Siiap Mbak Vinka."

__ADS_1


" Ya sudah aku pamit dulu, keburu siang. Assalamu'alaikum." Vinka mencium punggung tangan neneknya dan beralih mencium kening balitanya.


" Waalaikum salam."


Vinka segera mengambil kunci motor dan tas kesayangannya. Vinka segera melajukan kendaraan roda duanya untuk segera melaju menuju ruko.


...****...


Sekitar 25 menit, Vinka sudah sampai diruko. Banyak sekali pekerja yang mondar mandir disana. Ruko Vinka sudah sekitar 75% jadi. Restu sangat cekatan dan gercep untuk mengurus semuanya.


Melihat kedatangan Vinka. Restu segera mengambil helm pelindung dan juga mantel. Agar Vinka aman saat meninjau tempat tersebut.


" Vinka. Kamu sudah datang?. Ini pakai dulu." Restu memberikan helm dan mantel pelindung untuk Vinka.


" Terimakasih Kak." Vinka tersenyum manis kepada Restu.


" Andai senyuman itu hanya untukku seorang. Aku tidak akan rela membagi untuk orang lain." batin Restu juga sambil tersenyum.


" Ayo kak." ajak Vinka.


Mereka pun berjalan beriringan menuju lokasi pembangunan ruko. Walaupun Vinka sekarang berhijab, tetapi tidak mengganggu aktifitasnya.


Vinka banyak bertanya kepada Restu mengenai desain interior untuk rukonya. Restu menjelaskan dengan pelan agar Vinka bisa memahami.


Vinka dan Restu saling tatap, dari kejauhan mereka terlihat sangat cocok. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap tajam kearah mereka.


Ia adalah Wahyu. Setelah melamar pekerjaan Wahyu berjalan-jalan sebentar. Ia ingin membelikan sesuatu untuk anaknya. Namun siapa sangka, Wahyu malah melihat pemandangan yang menyesakkan hatinya.


" Vinka sangat cocok bila bersanding dengannya. Apakah benar, Vinka masih mencintaiku?. Sementara ia sudah dikelilingi pria-pria tampan dan mapan." Wahyu menjadi minder sendiri.


Bila dibandingkan dengan Restu. Wahyu memang jauh berbeda. Namun hati Vinka tetaplah milik Wahyu seorang.


Wahyu terus mengamati interaksi keduanya. Sebenarnya Wahyu ingin mendekat dan menyapa Vinka. Namun ia sangat malu dengan penampilannya. Ia baru mulai bekerja. Ia belum punya penghasilan sedikitpun untuk membahagiakan Vinka dan anak-anaknya.


Vinka menoleh dan melihat Wahyu di kejauhan. Vinka mencoba memanggil dan mengejar Wahyu.


" Mas WAHYU. Tunggu Mas." Vinka terus mengejar Wahyu yang malah melangkah lebih cepat saat melihat dirinya.


Vinka takut Wahyu salah faham. Vinka tidak ingin hal ini mempengaruhi fikiran Wahyu.


💞💞💞💞💞🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Maaf guyysss


lama tidak update


Author sedang kurang sehat.


Doakan Author selalu sehat ya!!!


agar bisa update rutin dan beri extra bonus.


Jangan lupa, Like, komen, vote, subcribe dan hadiahnya.

__ADS_1


Semangati Author trs ya!!!


Love you fuulll😘😘😘


__ADS_2