Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Target


__ADS_3

Setelah melihat kepergian Bella, Elle dan dan yang lainnya langsung melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda tadi. Sebelum itu Elle menghampiri Egon.


"Kau tau apa yang harus kau kerjakan bukan." kata Elle sambil melihat Egon


"Iya nona, sudah saya kerjakan." kata Egon


"Bagus, kita sudah memiliki target baru." kata Elle sambil berlalu meninggalkan Egon dan bergabung dengan para wanita.


"My Tenapa lama cekali." kata Carl saat Elle masuk kedalam toko.


"Maaf sayang, tadi ada seekor rubah didepan jadi Mommy mengusirnya agar tidak mengganggu kita." kata Elle sambil mengelus wajah tampan Carl


"Benal kah, cal mau belmain dengan kubah." kata Carl


"Benarkah, kalau begitu pergilah pada kakek buyut dan minta padanya." kata Elle sambil menunjuk kakek Alexander yang sedang duduk di sofa yang di sediakan oleh pihak toko.


"Oce cal akan minta sama kakek buyut." kata Carl yang berjalan kearah kakek Alexander dan di ikuti oleh Z.


"Kakek buyut" kata Carl saat sudah ada di hadapan kakek Alexander


"Ada apa Carl" kata kakek Alexander sambil memandang cucunya yang sedang melihat kearahnya.


"Cal ingin hewan kubah" kata Carl

__ADS_1


"Lubah? kata kakek Alexander sambil berfikir "Apa Carl ingin hewan rubah." kata kakek Alexander dan diangguki oleh Carl.


"Carl sayang cicit kakek buyut yang paling ganteng, rubah itu tidak bagus bagaimana jika kakek membelikan mu hewan lain saja." kata kakek Alexander


"Tidak, cal mau lubah." kata Carl


"Bagaimana jika kucing saja" kata kakek Alexander


"Tidak lubah." kata Carl sambil mengembangkan pipinya sehingga membuat kakek Alexander merasa gemas melihatnya.


"Baiklah, nanti akan kakek buyut belikan." Kata kakek Alexander sambil mengeluarkan ponselnya dan menelpon anak buahnya untuk mencarikan apa yang diinginkan oleh cucunya.


"Ini pasti ulah Elle." batin kakek Alexander, sedangkan Elle yang mendengarnya hanya tersenyum saja dan melanjutkan memilih pakaian yang ingin dia beli menggunakan uang kakek Alexander.


"Hei apa kau tidak punya mata hah, seenaknya menyen_" perkataan Bella terhenti ketika melihat siapa orang yang ada didepannya.


"M....maaf Tuan Arcelio" kata Bella sambil menundukkan wajahnya.


"Tidak apa, panggil saja Arc" kata Arc dengan suara datar ya.


"Apa yang Tuan lakukan disini." kata Bella dengan suara lembutnya.


"Aku hanya memilih pakaian untuk adikku." kata Arc

__ADS_1


"Aku harus bisa membuatnya menyukaiku." batin Bella


"Apa aku boleh membantu Tuan untuk memilih pakaian untuk adik Tuan." kata Bella


"Boleh, aku juga tidak terlalu tau seperti apa pakaian untuk seorang wanita." kata Arc


"Baiklah, berapa usia adik Tuan Arc." kata Bella


"Dua puluh tahun keatas dan dia juga wanita yang cantik." kata Arc


"Baiklah Tuan Arc aku akan mencarikan barang yang sesuai untuk adik Tuan." kata Bella dengan suara lembutnya.


"Lebih baik kau panggil aku Arc saja." kata Arc


"Apa tidak apa Tuan." kata Bella


"Tidak apa, untuk wanita cantik sepertimu." kata Arc masih dengan suara datarnya.


Mendengar perkataan Arc yang mengatakan dirinya cantik membuat pipi Bella langsung memerah.


"Ya ampun Tuan Arc mengatakan aku cantik." batin Bella.


Belle dan Arc langsung memilih barang yang akan di berikan kepada adik Arc, sedangkan dari arah lain ada seseorang yang melihat kejadian itu dan tersenyum dengan licik.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2