Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Ganjaran Atas Perbuatan Jahat


__ADS_3

Setelah memastikan Carl tidur dengan nyenyak, Elle dan Arc langsung pergi ke markas untuk memberikan hadiah yang tak akan terlupakan oleh pria tersebut.


"Sweety, janji ya setelah ini yang tadi." kata Arc bergelayut manja di bahu Elle.


"Apa sih jangan seperti ini, lepas" kata Elle


"Tidak sebelum kau berjanji" kata Arc


"Iya aku janji." kata Elle malas jika Arc sudah merengek seperti anak kecil melebihi Carl.


"Yes, ayo kita mulai." kata Arc semangat.


Mereka memasuki markas dan disambut oleh Egon dan Kayo.


"Dimana tempat bajingan itu?" kata Elle


"Sudah kami pindahkan ditempat penyiksaan nona" kata Kayo dengan seringai menggerika nya.


Sedang pria yang ada didalam ruangan yang menggerikan itu berteriak dengan kuat karena melihat alat-alat penyiksaan yang sangat menggerikan.


"Berengsek kalian semua, cepat keluarkan aku. Jika kalian tidak mengeluarkan aku, kalian akan menyesal karena aku adalah anggota The Devils kalian akan dimusnahkan oleh mereka." teriak pria tersebut.


Elle yang sudah ada di belakang pintu ruangan itu hanya tersenyum mendengar teriakan pria tersebut dan mengaku sebagai anggota The Devils yang dia pimpin.


"Honey masuklah terlebih dahulu, dan siksa dia nanti aku akan masuk." kata Elle, Arc hanya tersenyum dia tau maksud dari Elle karena Elle lah ketua The Devils tersebut.


"Oke Sweety." kata Arc dan langsung masuk kedalam ruangan tersebut.


Pria yang melihat ada seseorang yang membuka pintu itu langsung melihat kearah pintu.


"Lepaskan aku, mengapa kau menangkap ku." kata pria itu kepada Arc yang telah duduk setelah Jhon meletakkan sebuah kursi.


"Lepas mu, jangan bermimpi. Aku tak akan melepas orang yang telah menyakiti anakku." kata Arc


"Anakmu, dia itu anak seorang ja*ang dan anak pembawa sial." kata pria tersebut membuat darah Arc mendidih mendengarnya.


Bagi Arc, Carl adalah keberuntungannya karena Carl yang telah menyatukannya dengan Elle. Mendengar itu Arc langsung bangkit dan menghantam wajah pria itu dengan sikunya.


"Kurang ajar kau, aku tak akan membiarkan mulutmu itu mengatai anakku, kau akan merasakan apa yang dia rasakan saat kau menyakitinya." teriak Arc sambil mengambil cambuk yang ada di dalam ruangan itu.


Cetar


Cetar


Cetar


"Akhhkkk" rintihan pria tersebut saat Arc mencambuk tubuhnya.


"Itu belum seberapa, dengan apa yang anakku terima dari mulut busuk mu." kata Arc "Siapkan air garam" kata Arc


Beberapa saat kemudian anggota Elle membawa sebuah wadah yang didalamnya berisi air yang diinginkan oleh Arc.


"Ini Tuan." kata anggota Elle.


Arc langsung menyiram bekas cambukan pria tersebut dan membuat pria itu berteriak kesakitan.


"Rasakan, itu baru permulaan. Aku akan membuatmu menerima ganjaran yang lebih menyakitkan." kata Arc dan langsung menampar wajah pria itu yang sangat memuakkan untuk dilihat.


Plak

__ADS_1


"Tamparan ini untuk wajah jelek mu yang menyakiti mataku." kata Arc sambil mengelap tangannya menggunakan saputangan.


Plak


Plak


"Ini untuk tamparan yang kau berikan pada anakku." kata Arc kembali.


"A....ampun..." kata pria itu pelan.


"Ampun katamu, tidak akan. Saat anakku kesakitan kau tidak menghentikan perbuatan mu. Kau itu tidak punya otak." kata Arc. "Atau kau memang tidak memiliki otak, aku perlu memeriksa isi kepalamu." kata Arc langsung mencari sesuatu yang diinginkannya yang ada didalam ruangan itu.


"Hemmm ini yang aku butuhkan" kata Arc mengambil gergaji mesin kecil untuk memotong tengkorak pria itu.


Saat Arc mendekati pria itu langsung mengatakan sesuatu yang membuat Arc tertawa.


"J..jika kau membunuhku kau akan menyesal karena mafia The Devils akan membunuhmu." kata pria itu dengan suara lirihnya berharap Arc takut dan tidak akan menyakitinya lagi.


"Hahahaha aku tidak takut" kata Arc "Apa kau pernah bertemu dengan ketua mafia itu." kata Arc kembali


"Berengsek mengapa dia tidak percaya, padahal semua orang yang ingin menyakitiku selalu percaya saat aku mengatakan bahwa aku anggota The Devils yang terkenal itu." batin pria itu.


"J...jelas aku pernah, karena aku adalah anggotanya." kata pria itu tergagap.


"O...tapi aku tidak percaya jika kau anggotanya." kata Arc.


Pada saat Arc sedang berbicara Elle masuk dan melihat pria yang telah menyakiti anaknya dalam kondisi masih hidup saja.


"Honey, mengapa dia masih hidup." kata Elle sambil duduk dipangkuan Arc.


"Aku lagi bermain dengannya Sweety, sebentar lagi dia akan bertemu dengan raja neraka." kata Arc sambil memeluk Elle dari belakang.


"Hahaha...apa aku tak salah dengar, apa kau anggota mafia The Devils?" kata Elle


"Iya benar, aku anggotanya yang sangat disegani di mafia The Devils." kata pria itu. "Semoga saja mereka percaya aku tidak tahan dengan penyiksaan ini. Aku akan bunuh anak pembawa sial itu nanti, akan aku cincang dagingnya dan aku berikan kepada anj"Ng." batin pria itu, yang membuat darah Elle jiwa malaikat maut bangkit seketika saat mendengar pikiran pria itu.


"Egon" teriak Elle membuat Arc terkejut.


"Ada apa Sweety, jangan membuat jantungku copot apa kau mau menjadi janda dan tidak akan mendapatkan lagi surga dunia." kata Arc sambil mengelus dadanya.


"Apa sih, aku lagi marah ini." kata Elle kepada Arc yang masih saja sempat-sempatnya berkata seperti itu didepan calon makan ikan yang baru diberi oleh kakek Jiazhen.


"Iya tau tapi aku kan terkejut Sweety." kata Arc


"Iya iya." Elle sambil melihat Egon yang baru datang.


"Ada apa nona." kata Elle.


"Apa dia anggota The Devils?" kata Elle menunjuk pria itu.


"Tidak nona." kata Egon.


"Dengar itu, kata anggot ku kau bukan anggota The Devils." kata Elle melihat pria itu.


"Jelas dia tidak tau karena dia bukan anggota The Devils." kata pria itu dengan gugup.


"Tapi aku tak pernah melihatmu di markas ku." kata Elle


"Apa m...maksudmu?" kata pria itu

__ADS_1


"Maksudku aku tidak pernah melihatmu di markas The Devils, karena akulah ketua mafia itu." kata Elle santai.


Mendengar perkataan Elle, pria itu langsung merasa ketakutan. Dia telah menggali kuburannya sendiri.


"Mengapa diam" kata Elle "Aku yang akan mencincang mu dan memberikan daging busuk mu pada hewan kesayanganku, eh tapi aku tidak mau hewan ku memakan daging busuk mu itu aku akan membakar agar tak ada jejak tubuhmu di dunia ini" kata Elle dengan santai dan langsung berdiri dari pangkuan Arc. Saat akan menghampiri pria itu Arc mencegah Elle.


"Biar aku saja sweety, aku yang akan membuatnya menderita karena telah menyakiti anak kita. Kau duduk saja, lihatlah tontonan yang mengasikkan ini." kata Arc sambil menghampiri pria itu dengan alat yang digantinya dengan sebuah pisau yang akan menyayat sedikit demi sedikit daging dari tulangnya.


"J...jangan, kalian semua iblis." teriak pria itu ketika tangannya sudah Arc gores menggunakan pisau.


"Ya aku memang iblis yang mencabut nyawa tak berharga mu." kata Arc sambil menyayat daging pria itu sedikit demi sedikit yang menyebabkan rasa sakit yang menggerikan.


Anggota Elle dan juga Jhon sangat merinding ketika melihat tuan mereka menyiksa pria yang telah menyakiti anaknya. Ternyata tuan dan Nona mereka sebelas dua belas dalam kesadisan.


"Akhkkkkk s...sakit." kata pria itu merintih dan memberontak dari tempatnya dibaringkan tapi tidak akan bisa karena kaki dan tangannya yang telah diikat dimeja penyiksaan.


Saat asyik menyayat daging yang ada ditangan pria itu, Kayo menghampiri Elle dan mengatakan sesuatu yang membuatnya langsung memanggil Arc.


"Honey." kata Elle


"Apa Sweety" kata Arc tanpa menoleh kearah Elle karena asyik mengiris daging pria itu yang merintih kesakitan.


"Carl menangis mencari mu." kata Elle, membuat Arc memberhentikan aktifitasnya.


Arc langsung mengambil katana dan menebas kepala pria itu dan menghampiri Elle.


"Ayo, aku harus menemui Carl." kata Arc sambil membawa Elle keluar dari ruangan itu.


"Egon musnahkan tubuh menjijikan itu." kata Elle kepada Egon.


"Baik nona." kata Egon dan langsung mengerjakan apa yang dikatakan tuannya.


"Honey sebaiknya kau mandi saja di sini, aku akan menemui Carl dulu." kata Elle membawa Arc ke suatu ruangan untuk membersihkan diri sebelum menemui Carl.


"Baiklah Sweety." kata Arc langsung masuk sedangkan Elle langsung menuju mansion untuk menemui Carl yang menangis mencari daddy ya.


Setelah selesai membersihkan diri Arc langsung pergi menuju mansion untuk menemui anaknya yang menangis mencarinya. Baru saja Arc memasuki mansion dia mendengar Carl yang menangis dengan kuat yang membuat Arc langsung berlari mencari anaknya. Arc dapat melihat anaknya yang menagis dengan kuat dan duduk di sudut ruangan dengan menutup telinganya.


"Cal anak Edy, cal bukan anak Ja*ang. Edy...Edy..." yang terus saja Carl ulang-ulang.


"Carl sayang sudah, ini Mommy ayo sama Mommy ya." kata Elle yang terus membujuk agar anaknya mau mendekat, tapi Carl tidak mau dan terus mencari Arc


Mendengar perkataan Carl, Arc langsung menghampiri Elle.


"Biar aku saja sweety." kata Arc sambil memegang bahu Elle, dan diangguki Elle.


"Carl sayang ini Daddy." kata Arc kepada Carl, mendengar bahwa Daddy ya memanggil Carl langsung berlari menghampiri Arc.


"Edy hiks hiks Edy jangan tinggalkan cal." kata Carl sambil memeluk Arc dengan erat.


"Maaf sayang tadi Daddy pergi sebentar, ayo Daddy temani Carl. Apa Carl sudah makan." kata Arc sambil menggendong Carl menuju kamarnya.


"Cal tidak mau Edy." kata Carl


"Apa Carl mau Daddy yang menyuapi." kata Arc dan diangguki Carl.


Mendapat anggukan Carl, Elle langsung memerintahkan pelayan untuk membawakan makanan untuk Carl.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2