Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Bab37~Firasat~


__ADS_3

Haaiii πŸ–οΈπŸ–οΈπŸ–οΈ


Untuk kamu yang setia dan baik hati tolong tinggalkan jejak nya ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹ Happy reading πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Setelah acara Wisuda selesai,kini Ica , Ratna dan Ifan telah sampai di rumah. Ica kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan diri, badannya terasa sangat lengket.setelah selesai membersihkan diri,Ica merebahkan diri nya,dan tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.


Tok-tok-tok,"Assalamu'alaikum, permisi." ucap Seseorang. seketika Ica langsung bangun , dengan sangat tergesa-gesa Ica berjalan menuju pintu."Wa'alaikum salam." Ica menjawab Salam Orang tersebut.


Ceklek,,,pintu terbuka."Permisi Nona,ini ada paket untuk Nona,tolong di tandatangani." ucap Kurir tersebut. Ica sempat bertanya-tanya dalam hati nya."Paket?,,dari siapa ya." batin Ica. dan tanpa menunggu lama,Ica pun mendatangani kertas tersebut.


"Terimakasih banyak Nona,kalau begitu Saya pamit,permisi." ucap kurir tersebut."Sama-sama,Pak." Ica hanya menjawab tanpa bertanya dari siapa paket tersebut.


Ica pun menutup kembali pintu nya."Siapa Nak?." ucap Ratna. "Pak Kurir Bu, ngantar paket." Ica membawa paket tersebut ke ruang tengah, Ica penasaran dengan isi paket tersebut.


"Dari Siapa Nak?." Ratna bertanya kembali. "Entah Bu, Ica juga tidak tau." Ica kemudian duduk ,lalu dengan perlahan Ica membuka paket tersebut. Ica begitu kaget setelah melihat isi paket tersebut, karena di dalam nya terdapat beberapa gaun Unlimited,bunga mawar kesukaan nya,dan sebuah boneka cantik yang terukir ❀️ Love.


Ica kemudian mengambil kertas yang terselip di dalam paket tersebut."Selamat Wisuda Bidadari Surga Ku,maaf Mas tidak bisa datang,tapi Mas usahakan dalam bulan ini Mas sudah bisa langsung melihat senyuman manis Mu😘."Ica tersenyum manis ketika membaca isi pesan tersebut.karena sekarang Ica tau, kekasihnya itu yang mengirim paket tersebut.


Tak lama kemudian,ponsel Ica berbunyi, Drrttt drrttt drrttt. Ica tersenyum melihat Nama yang tertera di dalam ponsel nya."Halo, Assalamu'alaikum Mas, gimana kabarnya?." ucap Ica tersenyum hangat. "Wa'alaikum salam, Bidadari Ku, Alhamdulilah Mas sehat.gimana apa kamu suka hadiah nya?." Zidan menatap intens wajah Kekasihnya itu.


"Suka Mas, terimakasih banyak." Ica terharu dengan sikap Kekasihnya itu."Sama-sama Sayang,maaf Mas tidak bisa hadir." sesal Zidan. "Tidak apa-apa Mas, Ica harap Mas segera kembali." Ica menatap sendu pada wajah Zidan . Ica benar-benar sudah rindu pada Kekasihnya itu. begitupun dengan Zidan,Ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan calon Istrinya itu.


"Oh,,ya Mas Ica lupa, tadi pas acara Wisuda, Firman mengajak Ica untuk bertemu di cafe ,kata nya untuk merayakan keberhasilan Ica, gimana Mas apa Kamu mengijinkan." Tanya Ica. Zidan langsung mengepalkan tangannya ketika mendengar Firman ingin mengajak Kekasihnya itu.


Namun belum sempat menjawab,ponsel Zidan tiba-tiba lowbat, Zidan lupa tidak mengecas ponselnya terlebih dahulu. Ia terus di sibukkan dengan pekerjaan nya,Zidan ingin pekerjaan nya cepat terselesaikan.


"Damn it,,, kenapa Aku bisa lupa untuk mengecas nya. Zidan langsung mengecas ponselnya. dan tak lama ponselnya menyala kembali. Zidan mencoba untuk menghubungi Ica kembali namun entah kenapa tiba-tiba nomer Ica tidak bisa di hubungi. Zidan mulai merasa panik.

__ADS_1


Zidan pun tak putus asa ,Ia kembali menghubungi nomor Kekasihnya itu,namun hanya Operator yang menjawab nya. "Kenapa ponsel Mu tidak aktip Ca,jangan buat Aku makin panik.


Zidan semakin panik hati nya tiba-tiba merasa tidak tenang, Ia kepikiran Ica yang akan pergi berdua dengan Firman. Zidan takut Firman melakukan hal nekad.


🌷🌷🌷🌷🌷


Sementara itu Ica sedang ngedumel,karena ponselnya tiba-tiba mati. Ica tidak bisa menghubungi Zidan kembali , karena Ia harus mencarger ponselnya terlebih dahulu. "Kenapa bisa lupa, kalau begini Ica tidak tahu kalau Mas Zidan setuju apa tidak." Ica jadi bingung sendiri.


Di sisi lain,Ica tidak tega dengan Firman,kalau Ia menolak ajakannya, Firman sudah sangat sering membantunya .tapi di sisi lain ,Ia takut kalau Mas Zidan tidak mengijinkan.


~Flashback on~


"Haii ,,, Ca, selamat ya atas prestasinya." ucap Firman."Terimakasih Fir ." ucap Ica. "Oh ,ya Ca, Aku ingin mengajak Mu Pergi ke cafe , untuk merayakan keberhasilan MU ini, gimana apa Kamu mau?." Firman memberikan usul."Gimana ya,." Ica sempat berpikir.


"Please." Firman memelas ,Ia ingin Ica mau di ajak oleh Nya. "Aku pikirkan nanti ya." Ica buru-buru pergi, karena Keluarga nya sudah menunggu.


😺😺😺😺😺😺


Di tempat yang berbeda."Gimana,apa Ica mau Lo ajak ke cafe?."ucap Rendi temannya Firman."Dia masih bingbang ." ucap Firman sedikit lesu. "Lo harus cari cara yang cepat sebelum Kekasihnya kembali." Rendi memberi usul."Oke,,kalau begitu Gue langsung kerumahnya, dengan begitu Ica tidak bisa menolak." Firman menyeringai.


"Thank,saran Lo bisa di Andalkan." Firman menepuk pundak sahabat nya itu."Itulah gunanya Teman,inget Lo harus buat serapih mungkin, Gue takut ada mata-mata yang mengawasi Lo." Rendi memperingati."Lo tenang aja, Gue akan ikut saran Lo." Firman tersenyum penuh arti.


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Di kediaman Ratna. Ica mencoba kembali menghubungi nomor Kekasihnya,namun lagi-lagi hanya Operator yang menjawab."Kenapa Mas dari tadi tidak bisa di hubungi." Ica nampak khawatir. Ica pun terus menerus menghubungi nomor Zidan ,tapi nihil , hanya Operator yang menjawab kembali.


Setengah jam kemudian, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah nya. Ica mengerutkan keningnya."Mobil Siapa ya." Ica semakin penasaran,Ia kemudian berjalan menuju pintu keluar.


"Firman." Ica kaget, Firman benar-benar datang."Hai Ca ,maaf Aku tidak menghubungi Mu dulu, karena besok Aku harus pergi ke luar negeri untuk mempelajari bisnis Papa Ku." Firman berusaha meyakinkan,agar Ica mau pergi bersamanya.

__ADS_1


"Aduh gimana ya,Ica bingung soalnya Ica belum mendapat ijin dari Mas Zidan, nomor nya susah di hubungi."Tutur Ica. Firman yang mendengar Ica menyebut nama Zidan merasa cemburu.namun Firman berusaha untuk biasa saja,Ia tidak ingin sampai Ica curiga.


"Kalau masalah Pak Zidan biar nanti Aku yang tangguh jawab, sekarang Kita berangkat yang lain udah pada nunggu." tanpa rasa curiga Ica pun menurut. Ica kemudian pamit pada Ibunya.


"Bu,Ica mau pergi sebentar dengan teman Ica." Ratna merasa heran, tidak biasanya Ica pergi bersama teman lelaki."Mau pergi ke mana Nak?." hati Ratna mulai tidak tenang."Ke cafe yang dekat kampus Bu,Kami perginya Rame-rame." tutur Ica.


Mendengar Anaknya pergi tidak berdua, Ratna pun setuju."Hati-hati Nak,jaga diri baik-baik, jangan pulang terlalu malam."Ratna menasehati.


"Baik Bu,Ica berangkat dulu, Assalamu'alaikum." Ica mencium tangan Ratna. Firman pun ikut menyalami tangan Ratna.


"Kenapa tiba-tiba hati ini tidak tenang ,ada apa ini,Ya Tuhan lindungi Anak-anak hamba."gumam Ratna. Ia melihat kepergian Ica bersama teman nya.


❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️


Penasaran kan apa yang akan terjadi, ikuti terus kisahnya ya πŸ₯°.


Jangan lupa untuk


Like


Komentar


Vote


Hadiah


dan Follow akunnya ya πŸ₯°


SEE You πŸ–πŸ»πŸ–πŸ»πŸ–πŸ»

__ADS_1


__ADS_2