
Wanita yang baru saja membuka matanya merasakan sekujur tubuhnya terasa sakit, langsung melihat di sekitarnya yang berwarna putih.
"H...haus." katanya dengan lirih
Seorang wanita paruh baya yang mendengar suara lirih tersebut langsung mendatanginya.
"Ada apa Jessy" kata wanita tersebut yang tidak lain adalah Mama Winda.
"Haus" kata Jessy dengan pelan.
"Ini, pelan-pelan saja." kata Mama Winda menyodorkan air menggunakan pipet.
"Apa yang terjadi sebenarnya Jessy, mengapa kau jadi seperti ini." kata Mama Winda
"Ini gara-gara wanita sialan itu mama." kata Jessy dengan pelan karena bibirnya yang masih luka.
"Wanita, maksudmu apa." kata Mama Winda
"Wanita yang mengaku sebagai istrinya Tuan Boy. Dia memukuliku sampai seperti ini." kata Jessy
"Kurang ajar, akan mama beri pelajaran padanya." kata Mama Winda
"Iya ma, aku juga ingin sekali merobek mulutnya itu. Dia mengaku sebagai istrinya Tuan Boy. Dia juga menghinaku mama." kata Jessy yang mengira jika Boy berbohong kita Kayo adalah istrinya agar dia tidak mendekatinya lagi.
"Kurang ajar, apa kau mengenalnya." kata Mama Winda
"Tidak mama." kata Jessy
"Tenang saja akan mama cari tau siapa wanita yang berani berbuat seperti ini kepada anak kesayangan mama ini. Mama akan memberitahunya kepada Papa mu agar mencari wanita itu dan membuatnya menderita." kata Mama Winda dan langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi suaminya.
"Awas saja kau wanita miskin, lihat apa yang akan terjadi padamu saat orang tuaku bertindak." batin Jessy
Sedangkan di dalam mansion, kakek Alexander dan kakek Jiazhen yang baru saja datang langsung mencari keberadaan cucunya yang sangat kurang ajar kepada mereka karena meninggalkan mereka berdua di sebuah cafe sampai sore hari.
"Dasar cucu durhaka, meninggalkan kita di mall." kata kakek Alexander, tepatnya pada Arc karena membawa cucu menantunya tanpa membawa mereka juga
__ADS_1
"Akan aku culik istrinya nanti." kata kakek Alexander sambil duduk di sofa.
"Iya, mengapa kita ditinggal. Apa mereka melupakan keberadaan kita." kata kakek Jiazhen
"Kakek buyut" kata Carl yang baru saja keluar dari ruang belajar ya.
"Hai cucu kakek, apa sudah selesai belajarnya." kata kakek Jiazhen
"Sudah. Kenapa kakek buyut cembelut." kata Carl
"Ini karena Daddy mu yang jahat dengan kakek." kata kakek Alexander
"Jahat kenapa?" kata Carl
"Karena kakek buyut di tinggal berdua di mall, kakek buyut jadi sedih." kata kakek Alexander sambil memperlihatkan wajah sedihnya.
"Jangan Nanis kakek buyut nanti cal beli pelajalan pada Edy." kata Carl yang berlalu dari dua kakek buyutnya menuju kamar orang tuanya.
"Rasakan itu" kata kedua kakek.
Carl yang sudah berada didepan pintu kamar Elle langsung mengetuknya. Karena tidak ada sahutan Carl kembali mengetuk dengan kuat, membuat Arc yang sedang tidur memeluk Elle terbangun.
"Ada ap--" perkataan Arc terhenti ketika melihat tatapan mata tajam yang diberikan oleh Carl kepadanya.
"Apa yang Edy lakukan pada kakek buyut." kata Carl sambil menyilang tangannya di depan dadanya.
"kakek" kata Arc, tiba-tiba saja arc mengingat bahwa dia meninggalkan kakek Jiazhen dan kakek Alexander saat membawa pulang istrinya.
"Maaf sayang, Daddy lupa membawa kakek buyut pulang saat membawa Mommy." kata Arc
"Dasal tidak belpelasaan, nanti cucu Edy juga akan sepelti itu dengan Edy." kata Carl
"Hei, kamu masih kecil belum bisa memiliki anak." kata Arc yang terkejut akan perkataan Carl.
"Besok cal cali, bial punya anak." kata Carl yang langsung masuk kedalam kamar Elle.
__ADS_1
"Hei sayang, kenapa masuk. Mommy lagi istirahat." kata Arc kepada Carl yang sudah masuk kedalam kamar mereka, untu g setelah melakukan adegan panas dia menyuruh Elle memakai pakaiannya kembali.
"Bial, cal akan menghukum Edy yang tidak belpelasaan dengan kakek buyut. Cal akan tidul di sini selamanya." kata carl.
"Bisa mati aku kalau Carl tidur di sini." batin Arc.
"Carl mau apa, biar Daddy membelikan apapun yang Carl ingin kan." kata Arc saat melihat Carl yang berdiri ditepi ranjangnya.
"Cal tidak mau apa-apa." kata Carl dan langsung membangunkan Mommy nya.
"My" kata Carl sambil menggoyangkan tangan Elle "My." kata Carl kembali.
"Hemmmm, ada apa sayang" kata Elle yang masih memejamkan matanya.
"Edy jahat." kata Carl
Mendengar perkataan anaknya Elle langsung membuka matanya.
"Ada apa sayang." kata Elle sambil mengelus wajah Carl yang semakin tampan.
"Edy jahat My." kata Carl sambil memperlihatkan wajah sedihnya.
"Jahat kenapa sayang." kata Elle sambil bangun dari tidurnya.
"Edy meninggalkan kakek buyut di mall." kata Carl
Mendengar itu, Elle baru ingat jika tadi dia pergi bersama kakek dan pulang tanpa membawa kakek pulang. Elle langsung memandang kearah Arc dengan tatapan dinginnya.
"Gara-gara mu, aku meninggalkan kakek honey. Kau harus diberi hukuman, tidur diluar selama satu Minggu." kata Elle
"Tapi Sweety, aku benar-benar lupa jika kalian tadi pergi bersama dengan kakek." kata Arc
"Bial saja My, kecian kakek buyut meleka cangat cedih." kata Carl
"Iya sayang, ayo temani Mommy meminta maaf kepada kakek buyut." kata Elle membawa Carl menuju lantai bawah
__ADS_1
"Dasar kakek-kakek pengadu." kata Arc setelah Elle dan Carl keluar dari kamar.
Bersambung ....